Ketika Gereja Mendengarkan Orang Muda

251
Paus Fransiskus bersama anak muda di sela sela sinode. [dok.www.synod2018.va]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Sinode pada dasarnya adalah saat untuk mendengarkan. Untuk mampu mendengar dengan jelas, dibutuhkan waktu, perhatian, dan keterbukaan pikiran
serta hati.

PAUS Fransiskus tercatat telah mengadakan tiga kali Sinode Uskup selama ia memimpin Gereja Katolik seluruh dunia sejak tahun 2013. Saat pembukaan Sinode Uskup yang ketiga itu, 3/10, sepertinya jelas dari awal, sinode ini berpotensi menjadi pertemuan paling penting pada masa kepausan Fransiskus.

Sebenarnya, warna-warna yang menyelimuti sinode justru terlihat tidak terlalu bagus. Para uskup berkumpul di Roma, Italia pada saat di mana Gereja menghadapi krisis paling parah sejak Reformasi Protestan. Skandal pelecehan seksual yang terjadi di seluruh dunia seakan tak dapat diabaikan begitu saja saat sinode ini dimulai.

Skandal ini nyatanya telah sangat merusak citra kredibilitas moral Gereja. Sulit untuk begitu saja mengalihkan fokus dunia pada skandal ini ke sesuatu yang menjadi perhatian Gereja. Di dalam Gereja dan di luar, ada kemarahan dan kekecewaan yang sangat melumpuhkan.

Kardinal Italia Lorenzo Baldisseri mengungkapkan, bahwa krisis yang saat ini dihadapi Gereja bukan merupakan “penghalang” tetapi “kesempatan” untuk menunjukkan kepada dunia sebuah Gereja yang berjuang dengan jujur untuk memperbaiki keadaan.

Belajar dari Kristus
Pengamat Vatikan, John L. Allen Jr mengungkapkan dalam laporannya di www.crux.com bahwa beberapa uskup terkemuka benar-benar meminta Paus Fransiskus untuk membatalkan atau menunda sinode ini. Namun, Sinode Uskup ini pun akhirnya berjalan dan menghasilkan sumbangan yang sangat berarti bagi Gereja.

Sinode secara khusus membahas pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana Gereja harus berhubungan dengan pemuda, bagaimana itu dapat diwariskan iman kepada generasi berikutnya. Sinode juga ingin dapat memelihara berbagai jenis panggilan yang mendesak dan nyata.

Inti dari Sinode Para Uskup tentang Kaum Muda bukan semata-mata untuk menghasilkan dokumen, tetapi menjadi saat untuk belajar dari Kristus bagaimana membawa rahmat Tuhan ke dunia. Uskup Bridgeport, Amerika Serikat, Mgr Frank J. Caggiano dalam homili pada sebuah Misa selama sinode mengungkapkan, semua yang berkumpul dalam sinode ingin berada di dekat Kristus dan belajar darinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here