Sosialisasi Tanggap Bencana dan APP di Paroki Duren Sawit

208
Sosialisasi Tanggap Bencana pada 24/2/19 di Aula Sekolah Strada St. Anna. [Dok.Patricia HCS]
Sosialisasi Tanggap Bencana dan APP di Paroki Duren Sawit
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Indonesia berada di lingkar Cincin Api Pasifik dan tiga tumbukan lempeng benua, sehingga membuat negeri kita tercinta ini rawan bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tsunami.

Menyikapi kondisi alam tersebut, bagaimana kesiapan kita sebagai warga masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam? Memang, selamanya kebencanaan tidak menarik untuk dibicarakan. Tetapi, mau tidak mau, suka tidak suka, kita bermukim di atas tanah yang rawan bencana.

Guna menumbuhkan kesadaran utama akan hal tersebut, Bidang Pelayanan Paroki Duren Sawit, Gereja Santa Anna menggelar acara Sosialisasi Kebencanaan, sekaligus Sosialisasi Aksi Puasa Pembangunan (APP) dan Aksi Nyata Paskah (ANP) 2019.

Acara yang diselenggarakan pada Minggu, 24/2 lalu di Aula Sekolah Strada St. Anna ini dihadiri oleh pengurus Dewan Paroki Harian, para Ketua Stasi, Koordinator Wilayah, Ketua Lingkungan, dan Seksi Sosial Lingkungan.

Tampil sebagai narasumber utama Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dan Direktur Lembaga Daya Dharma (LDD) KAJ Pastor Christoforus Kristiono Puspo, SJ didampingi Rusmadi dan Pipit Prahoro dari LDD KAJ.

Dalam melaksanakan APP dan ANP 2019, Romo Kris, demikian biasa disapa, mengingatkan agar kesempurnaan kasih kepada Tuhan hendaknya tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Kita perlu memilah dan memilih bersama Tuhan mengenai hal-hal yang akan dilakukan secara personal dan komunal, agar tercipta kesejahteraan bagi semua orang,” ujar Pastor yang berkarya di Paroki Katedral Jakarta ini.

Makin beriman dan makin berbelarasa terhadap orang-orang yang Kecil, Lemah, Miskin, Tertindas, dan Difabel (KLMTD) merupakan proses perwujudan iman. “Sebuah gerakan bersama dalam jangka panjang yang berkesinambungan dan bersinergi sebagai wujud nyata iman,” tandas Romo Kris.

Ia mengaku sangat terkesan untuk pertama kali berbicara di lingkup Paroki tentang kebencanaan dan APP-ANP. Sebelumnya ia hanya memaparkan sosialisasi serupa di tingkat komunitas tertentu.

Sementara itu, mengutip perkataan Yesus dalam Injil Markus 6:37, “Kamu harus memberi mereka makan!,” menurut Pastor Paroki Duren Sawit, Adrianus Padmaseputra, SJ yang pernah melayani para pengungsi Vietnam di Pulau Galang tahun 1980-an selama hampir 10 tahun, menyatakan bahwa kebencanaan meminta kepedulian dari kita. “Karena itu, perlu ditumbuhkan kesadaran pada umat agar punya hati yang luas dan lapang dalam membantu saudara-saudara yang terkena bencana,” pesan Romo Padma.

Pada kesempatan ini, Bidang Pelayanan Paroki Duren Sawit juga memaparkan berbagai layanan yang telah berjalan di Paroki Duren Sawit melalui Seksi PSE, APP/APS, Kesehatan, Pendidikan, Kitab Suci, Keadilan dan Perdamaian, serta Lingkungan Hidup. Khusus mengenai APP/ANP di Paroki Duren Sawit, tahun ini berfokus pada tiga hal yaitu perumahan, kesehatan, dan peningkatan gizi (terutama untuk balita).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum Dewan Paroki Thomas Sugijata mengatakan, “Sosialisasi ini perlu ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Kami akan membentuk Tim Tanggap Bencana di Paroki dan Stasi. Diharapkan seluruh umat Paroki kita terpanggil untuk berperan aktif dalam APP, ANP, dan tanggap bencana.”

Bersama Bantuan Relawan (Bala) Dharma dari LDD KAJ yang siap memberi pelatihan kesiagaan menghadapi bencana alam, mari kita menjadikan tanggap bencana sebagai habitus baru secara personal dan komunal, sehingga kita memiliki kepekaan menghadapi situasi krisis. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang peduli bencana?

 

Patricia HCS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here