Pemuda Katolik Komcab Surakarta Terakreditasi sebagai Pemantau Pemilu

232
Pemuda Katolik Komcab Surakarta Terakreditasi sebagai Pemantau Pemilu
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang (Komcab) Kota Surakarta telah Terakreditasi sebagai Pemantau Pemilu di Wilayah Kota Surakarta.

Sebuah sertifikat dari Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) tertanggal 28 Februari 2019 menerangkat hal tersebut, setelah dilakukan verifikasi berkas administrasi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Atas pencapaian tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PK) Christopher Nugroho menyampaikan ucapan, “selamat menjalankan tugas,” disertai dengan semboyan khas PK, “Pro Ecclesia et Patria! Pro Bono Publico!.

Ketua Komisariat Daerah (Komda) tingkat Provinsi Jawa Tengah Stefanus Boncu menjelaskan alasan mengapa PK ingin terlibat sebagai Pemantau Pemilu di Kota Surakarta, dengan mengaitkan pada visi PK yakni menjaga NKRI.

“Peran nyata kader di setiap daerah sangat dibutuhkan. Komcab Surakarta menjawab hal tersebut. Langkah sebagai ormas pemuda yang peduli terhadap nasib bangsa berharap dengan pesta demokrasi dapat terwujud dengan baik dan jujur,” tulisnya kepada Hidupkatolik.com pada Kamis, 7/3.

Sehubungan dengan perolehan akreditasi tersebut, Pemuda Katolik selaku ormas kepemudaan akan mengawal demokrasi dari awal pemilu sampai jalannya pemerintahan. Lebih lanjut, Stefanus juga berpendapat agar Ormas Katolik harus nyata berperan, apapun itu bentuknya. Ia berharap agar hal ini dapat membangkitkan kebanggaan sebagai anggota  PK, bahwa PK masih hidup dan terus ada di tengah gereja, dan turut diakui dalam peran untuk bangsa ini. “Pemuda Katolik akan terus hidup ditengah umat bila bermanfaat untuk gereja dan tanah air,” imbuh Stefanus.

Sementara Ketua Komcab Kota Surakarta, Carolus Agung Prasetyo turut menerangkan bahwa Pemuda Katolik merupakan wajah sosial gereja, khususnya di bidang politik, yang melibatkan kaum muda.

“Mereka yang berusia produktif dengan usia maksimal 43 tahun dari AD/ART PK. Kita ingin, mengingat pesan dari Romo Kanjeng (Mgr Albertus Soegijapranata-red) yakni 100% Katolik, 100% Indonesia; kita ingin berperan dalam Pemilu 2019. Disana akan dibutuhkan sebuah proses Pemilu yang baik, jujur, terkontrol,” kata Agung kepada Hidupkatolik.com pada Jumat, 8/3.

Agung bersama elemen PK terkait yang memiliki hak pilih dalam proses Pemilu berniat untuk ikut serta dalam mengontrol jalannya proses demokrasi, sebagai aktualisasi dari organisasi PK, untuk ikut berperan serta mewakili Gereja Katolik.

Menurutnya, gereja tidak berpolitik praktis, tetapi senantiasa mengajak umatnya untuk terlibat dalam proses pemilihan legislatif dan presiden, untuk tidak golput. “Secara khusus PK ingin berperan untuk menciptakan kehidupan politik dapat berjalan dengan baik,” harap Agung.

 

Antonius Bilandoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here