Uskup-uskup Filipina Akan Berjumpa Paus

212
Para uskup Filipina.
[childprotection.unigre.it]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kunjungan Ad Limina uskup-uskup dari Filipina akan menjadi yang pertama mereka lakukan dalam masa kepausan Paus Fransiskus.

Konferensi Waligereja Filipina atau Catholic Bishops’ Conference of the Philippines (CBCP) akan berjumpa dengan Paus Fransiskus di Vatikan pada pertengahan tahun ini. Dalam pertemuan ini, para uskup Filipina akan melaporkan keadaan keuskupan mereka kepada Bapa Suci. Pernyataan ini dirilis dalam situs CBCP, cbcpnews.net.

Kunjungan ini merupakan Visitatio Ad Limina Apostolorum yaitu kunjungan wajib lima tahun sekali, atau biasa disingkat Ad Limina. Sekretaris Jenderal CBCP, Pastor Marvin Mejia, mengonfirmasi bahwa para hierarki akan melakukan kunjungan Ad Limina pada dua pekan terakhir bulan Mei dan minggu pertama Juni. Kunjungan ini dilakukan dalam tiga gelombang, di mana tiap kelompok akan menghabiskan waktu seminggu di Roma.

“Selain pertemuan pribadi dengan Paus Fransiskus, para uskup juga akan berziarah ke basilika-basilika utama di Roma dan bertemu dengan berbagai dicasteri Kuria Romawi selama kunjungan,” kata Pastor Marvin Mejia.

Kunjungan ini merupakan Ad Limina pertama bagi para uskup Filipina di bawah kepausan Paus Fransikus. Menurut laporan CBCP, kunjungan terakhir dilaksanakan pada 2011 ketika mereka menjumpai Paus Benediktus XVI. Catholic News Service sebelumnya melaporkan Paus Fransiskus membuat kunjungan Ad Limina gaya baru yang lebih informal dan ditandai oleh dialog yang mengalir bebas.

Terkait serangan-serangan yang dilakukan Presiden Rodrigo Duterte terhadap Gereja Katolik akhir-akhir ini, Pastor Marvin Mejia tidak memastikan apakah hal tersebut akan masuk dalam agenda diskusi. “Saya tidak tahu apa yang akan mereka diskusikan, namun saya pikir Paus sudah tahu melalui saluran lain,” ujarnya.

Atas ledakan bom yang terjadi di Gereja Katedral Maria Bunda Karmel Jolo, Minggu, 27/1, Paus Fransiskus menyatakan dukanya bagi para korban serangan di Filipina selatan itu. “Saya memanjatkan doa-doa bagi mereka yang meninggal dan terluka. Semoga Tuhan, Sang Pangeran Kedamaian, mempertobatkan hati para pelaku kekerasan dan menganugerahkan masyarakat setempat hidup damai berdampingan,” katanya dalam forum World Youth Day 2019 di Panama.

Peristiwa naas itu terjadi ketika para uskup Filipina menggelar Sidang CBCP di Pusat Katolik Paus Pius XII, Manila, 26 sampai 28 Januari lalu. Dalam sidang itu, para uskup membahas hal-hal yang mempengaruhi Gereja dan Negara Filipina.

Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengirim pesan atas nama Sri Paus kepada para uskup Filipina, mengatakan Paus mendorong mereka untuk melanjutkan upaya mereka untuk menggembalakan kebenaran dan mencintai mereka yang dipercayakan pada pelayanan pastoral. Bapa Suci juga berharap pertemuan yang diselenggarakan dua kali setahun ini menghasilkan banyak buah dalam pelayanan umat beriman serta membantu mereka bertumbuh dalam iman dan kasih.

Saat ledakan ganda itu terjadi, Administrator Apostolik Jolo, Pastor Romeo Saniel, juga menghadiri Sidang CBCP. Pastor Romeo mengatakan kebanyakan dari korban meninggal adalah teman karibnya. “Mereka dengan berani tinggal di Jolo meskipun ada ancaman dan rasa tidak aman. Saya percaya mereka meninggal karena iman Kristiani mereka,” katanya.

Hermina Wulohering

HIDUP NO.06 2019, 10 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here