Paus: Gairah Bukan Hal Buruk tetapi Perlu Dikelola

394
Paus Fransiskus saat memimpin Misa di Vatikan Casa Santa Marta, Kamis (28/2/2019). [Dok.Vatican Media]
Paus: Gairah Bukan Hal Buruk tetapi Perlu Dikelola
3.7 (73.33%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.com – Dalam homili yang disampaikan pada Misa Kamis (28/2/2019) pagi, Paus Fransiskus mendesak umat Kristiani untuk melakukan pemeriksaan batin (daily examination) setiap hari tentang tindakan mereka karena tiada seorangpun yang dapat meyakini, kapan dan bagaimana kehidupan di dunia akan berakhir.

Berhentilah sejenak untuk mengakui kegagalan kita, sadarilah bahwa akhir (hidup) itu akan datang kapan saja, dan janganlah kita terus hidup seperti yang kita inginkan dengan anggapan bahwa belas kasihan Tuhan tidak terbatas. Ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Paus Fransiskus saat Misa di Casa Santa Marta, Vatikan.

Merefleksikan “nasihat” dalam bacaan pertama dari Kitab Sirakh, dalam satu ayatnya, “Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan, jangan kautangguhkan dari hari ke hari.” (ayat 7 dari Bacaan I: Sir 5: 1-8). Paus mendesak umat untuk tidak menunda-nunda melakukan perubahan hati dan pertobatan kepada Tuhan.

Dominasikan Gairah Hidup Anda
Paus menunjukkan bahwa kebijaksanaan adalah hal keseharian yang berasal dari refleksi atas kehidupan dan berhenti sejenak untuk memikirkan bagaimana seseorang hidup. Paus berkata, “jangan ikuti naluri Anda, kekuatan Anda, memanjakan nafsu hati Anda.” Semua memiliki gairah, tetapi setiap orang harus berhati-hati dan mendominasi/ mengelola setapak demi setapak dari ketiga hal tersebut.

Gairah, kata Paus, bukanlah hal-hal buruk, tetapi perlu dikelola. Mereka seperti darah yang membantu melakukan banyak hal baik tetapi jika Anda tidak dapat mendominasi mereka, mereka akan mendominasi Anda, Paus memperingatkan.

Perubahaan tanpa Penundaan
Bapa Suci juga meyinggung tentang hal kenisbian (relativitas) dalam kehidupan. Kita bukanlah manusia yang abadi, kita tidak dapat berpikir untuk melakukan apa pun yang kita sukai, dengan alasan kepercayaan bahwa belas kasihan Allah tak terbatas.

“Jadi jangan gegabah dan sembrono, dan percaya bahwa Anda akan lolos begitu saja. Anda mungkin lolos begitu saja tetapi Anda tidak tahu apa selanjutnya,” tandas Paus Fransiskus.

Jangan katakan: “Belas kasih Tuhan itu hebat, dia akan mengampuni banyak dosaku”, jadi aku terus melakukan apa yang kuinginkan. Mengenai hal ini, saran dari ayah atau kakek adalah: “Jangan menunggu untuk mempertobatkan diri Anda kepada Tuhan, jangan menundanya dari hari ke hari karena kemarahan Tuhan tiba-tiba akan meledak,” Paus memperingatkan.

Lima Menit Sehari
Paus Fransiskus mendesak, “Mari kita luangkan sedikit waktu setiap hari untuk memeriksa hati nurani kita, untuk bertobat kepada Tuhan, tanpa menundanya di kemudian hari.” Cobalah untuk tidak membiarkan hal dosa itu terjadi lagi dan jika Anda berhasil mengendalikan diri, dan tidak dikendalikan oleh hasrat Anda, mungkin itu bisa terjadi lebih sedikit.

Karena tidak ada siapapun di dunia ini yang bisa meyakinkan diri, bagaimana dan kapan hidup kita akan berakhir. “Lima menit di setiap penghujung hari,” kata Paus, “akan membantu kita berpikir tentang perubahan hati dan pertobatan kepada Tuhan, tanpa penundaan.”

Sumber: vaticannews.va/Robin Gomes
Penerjemah: Antonius Bilandoro


DOA EXAMEN (PEMERIKSAAN KESADARAN), menurut Latihan Rohani St. Ignasius Loyola

Doa Examen, atau dalam bahasa Inggris “Examen of Consciousness”; Latin “Examen Conscientiae” yakni pemeriksaan kesadaran berasal dari tradisi Yesuit yang sudah lebih dari 500 tahun. Doa ini bisa sangat membantu kita dalam membangun hubungan dengan Tuhan sendiri secara pribadi.

[dok.letsinspire.co]
Pemeriksaan kesadaran ini menjadi sebuah aktivitas doa saat kita hendak menemukan gerak roh di dalam hidup harian kita. Aktivitas ini bisa dilakukan di mana saja: di sela-sela istirahat makan siang, di kantor, di mobil, di kamar, di perpustakaan atau di tempat lainnya.

Biasanya pemeriksaan batin ini dilakukan dua kali sehari: satu kali pada saat sebelum/sesudah makan siang, dan satu lagi ketika menjelang tidur di malam hari.

Ada lima langkah sederhana untuk melakukan pemeriksaan batin yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Lima langkah ini pada dasarnya merupakan upaya menangkap gerak roh dalam realitas hidup kita.

Sebelum memulai, usahakanlah berada di tempat yang tenang atau di tempat di mana kamu tidak begitu terganggu dengan suasana/suara sekitar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here