Sr Yosephine Situmorang KSSY : Pelindung Keluarga Kudus

121
Sr Yosephine Situmorang KSSY.
[NN/Dok.Pribadi]
Sr Yosephine Situmorang KSSY : Pelindung Keluarga Kudus
4.5 (90%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Melalui penyelenggaraan Ilahi, ia memelihara dan penuh kepasrahaan terhadap Tuhan.

Santo Yosef tidak banyak memang dalam Kitab Suci, juga dalam beragam literatur. Jejaknya tak banyak direkam, dan sosoknya pun tidak banyak berkata-kata. St Yosef dalam Injil digambarkan sebagai seorang yang takut akan Tuhan dan taat akan imannya.

Sebagai seorang yang menjalani hidup dengan setulus hati, St Yosef mampu mendengar dengan penuh perhatian terhadap perintah Tuhan. Ketaatan inilah yang menjadikan St Yosef, akhirnya dipilih menjadi pelindung beberapa tarekat. Salah satunya Kongregasi Suster St Yosef (KSSY). Dalam obrolan dengan Sr Yosephine Situmorang KSSY, ia menceritakan apa saja nilai-nilai spiritual yang dapat diteladani dari sosok “Pelindung Keluarga” ini? Berikut petikannya.

Apa yang menjadi dasar kongregasi meneladani St Yosef?

Sebagai kongregasi yang meneladani spiritualitas St Yosef, kami mengambil kebijakan dan ketulusan hatinya. Ia adalah bapak yang “tulus hati”. Para pendahulu kami sering melakukan devosi ketulusan hati. Iman St Yosef yang teguh itu menyuguhkan ketaatan.

Memang sosoknya sederhana, diam tetapi bukan berarti tidak melakukan apa-apa, justru ia diam tetapi banyak bekerja. Ia mendengarkan apa yang dikatakan Allah. Mengambil peran sebagai seseorang yang melindungi keluarganya. Bapak pelindung keluarga yang beriman teguh dan taat akan Tuhan.

Bagaimana bentuk konkret yang bisa dipetik dan dilakukan dari spiritualitas St Yosef?

Kami sebagai kaum religius tentu saja juga menghadapi tantangan dalam menjalankan panggilan kami. St Yosef mengajarkan kami untuk mampu memilah dan mengambil keputusan yang baik. Dari ketulusan itu, orang bisa meneladan keteguhannya dan ketaatannya saat menghadapi banyak tantangan.

Jika orang hidup dengan tulus, saya rasa tidak ada yang korupsi dan berbohong. Sebaliknya, setiap orang akan bekerja dengan giat, menekuni, dan mendengarkan apa yang dikatakan Allah.

Kami hidup di dalam biara juga menghadapi tantangan dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, kami harus bisa memilah, agar ketaatan sebagai seorang religius tidak tergeser. Bisa memilah dan memutuskan kapan dan apa yang baik untuk kehidupan kami.

Apa saja kegiatan rutin kongregasi yang dilakukan untuk berdoa secara khusus terhadap St Yosef?

Di kongregasi kami setiap hari kami berdoa Litani St Yosef. Litani ini didoakan di setiap komunitas usai ibadat sore sekitar pukul enam sore. Setiap hari Rabu, tarekat menjadikannya sebagai hari St Yosef. Pada saat ini, kami berdevosi kepada St Yosef. Kami merenungkan tentang ketulusan hati dan iman St Yosef. Menjelang pesta 19 Maret, kami novena wajib sembilan hari. Selain itu secara pribadi juga melakukan doa-doa tertentu melalui perantaraan St Yosef. Banyak calon-calon (biarawati-Red) juga dibiasakan menyalakan lilin seperti itu.

Apakah ada kegiatan khusus menjelang hari raya St Yosef yang diperingati 19 Maret?

Di beberapa paroki yang dekat dengan para Suster KSSY mereka merayakan juga pesta St Yosef. Di beberapa tempat juga diadakan doa novena menjelang pesta St Yosef. Sementara di sekolah-sekolah yang dikelola Suster KSSY, anak-anak dikenalkan secara lebih khusus kepada sosok St Yosef. Kami mengenalkan kepada siswa agar mereka juga mengenal siapa St Yosef. Di sekolah, kami membuat novena, kami memberikan penjelasan tentang St Yosef, mengarakan lomba-lomba, juga drama St Yosef.

Dalam tarekat sendiri, para pesta St Yosef setiap anggota tarekat melakukan pembaharuan kaul. Tentu pada kesempatan ini juga diadakan pesta komunitas, saling berkunjung antar komunitas, dan kunjungan ke paroki yang dekat dengan karya kami.

Begitulah salah satu cara kami juga untuk memperkenalkan St Yosef. Dengan cara itu, kami juga berharap lebih banyak panggilan kaum muda untuk bergabung menjadi Suster KSSY. Memperkenalkan teladan keluarga kudus seperti Yosef, Maria dan Yesus.

Dari penelusuran kami, kisah tentang St Yosef itu sendiri amat minim. Bagaimana pandangan Suster?

Ya memang tidak banyak kisah tentang St Yosef. Tidak seperti Maria, atau orang kudus lainnya yang terdapat rekam jejak yang cukup banyak. Itu juga yang menjadi perhatian kami. Karena kurangnya referensi akan kisah St Yosef maka tidak banyak yang mendalami spiritualitas St Yosef. Meski demikian beberapa keluarga sudah ada yang melakukan devosi terhadap St Yosef karena St Yosef sebagai bapak pelindung keluarga kudus. Sebagian umat juga berdoa melalui perantara St Yosef untuk orang sakit atau meninggal.

Dengan munculnya “sleeping Yosef” juga mulai ada perhatian terhadap St Yosef ya semoga. Paus Fransiskus juga pernah menyampaikan ingin menulis tentang St Yosef. Itu juga semoga terealisasi untuk menolong umat semakin mendalami, mencintai, dan berdevosi.

Bagaimana keteladanan St Yosef dalam kondisi Indonesia sekarang ini?

Seperti St Yosef, kita diajak berdisermen, memilih sesuai dengan hati nurani dengan realitas yang terjadi. St Yosef sendiri tidak banyak bicara. Dengan ramainya hoax yang ada dan memanas, lebih baik kita banyak berdoa. Seperti St Yosef, diam bukan berarti tidak berbuat, melainkan merenungkan, dan tetap teguh dalam iman.

Apa harapan Suster?

Untuk kongregasi membuat pembinaan supaya lebih mendalami keteladanan St Yosef, mengikuti St Yosef sebagai religius yang teguh pada panggilannya. Menekuni devosinya bukan hanya karena kewajiban semata, tetapi lebih lagi betul merasakan dengan penuh ketulusan hati.

Harapan lain, semoga umat dapat mengetahui banyak tentang St Yosef. Semoga banyak yang menulis pendalaman-pendalaman terhadap St Yosef, entah buku, doa, tafsir dari Kitab Suci, juga devosi kepada St Yosef.

Marchella A. Vieba

HIDUP NO.09 2019, 3 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here