Beda Dasar Bismillah

189
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comYer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,5-6,7; Yoh. 10:31-42

MENURUT KBBI, “bismillah” berarti ‘dengan nama Allah. Bismillah sering diucapkan tatkala akan mulai melakukan sesuatu. Dalam Injil Yohanes, Yesus selalu ber-bismillah saat melakukan pekerjaan perutusan-Nya.

Untuk itu, Ia menunjuk ajaran “kitab Taurat tafsiran Yudaisme” (ay. 34), mengenai Mzm. 82:6: “Aku mengatakan allah-allah-lah kalian itu” (Ibr. ănî-‘ā·mar·tî ‘ĕ·lō·hîm ‘at·tem). Pada teks tersebut, yang dimaksud dengan ĕ·lō·hîm (jamak dari ‘eloah’), adalah para hakim, yang mewakili Allah dalam keputusan-keputusan suci.

Ayat Mazmur ini memang harus dibaca dalam kaitan ayat 1: “Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para ĕ-lō-hîm ‘hakim-hakim’, Ia menghakimi” (lih. juga Kel. 22: 8.27; Hak. 5:8). Lalu, mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu, kendati Dia
juga melakukan perbuatan-perbuatan baik (para)
ĕ·lō·hîm (ay.31)?

Ternyata, mereka sangat marah, karena Yesus menyamakan Diri-Nya dengan Allah: “Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam Bapa” (ay.38). Kesatuan utuh misteri Ilahi dalam Diri Yesus itu – 1 Yoh. 4:7-21 menyebutnya sebagai “realitas Allah adalah kasih” – merupakan
dasar bismillah Yesus.

Tragedi zaman ini adalah banyak orang memakai bismillah menurut tafsiran fanatisme ego, tanpa menempatkan hukum kasih sebagai kriteria. Bismillah tanpa dasar Kasih (yang adalah Allah) itulah yang memunculkan terorisme tanpa belas kasih, persis seperti lakon para pemuka politik dan pemimpin Yudaisme zaman Yesus.

 

Henricus Witdarmono
M.A. Rel. Stud. Katholieke Universiteit te Leuven, Belgia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here