Berani Melawan Hoaks

Katekumen Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa

303
Salah satu katekumen menerima Sakramen Baptis dari Romo Antara di Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa. Minggu 20 April 2019. (FOTO DOK. KOMSOS PC-GIT/YOHANES).
Berani Melawan Hoaks
3.7 (73.33%) 6 votes

HIDUPKATOLIK.com – Misa Malam Paskah kedua di Paroki Cikarang pukul 20:30 WIB, sekitar 1.440 umat memenuhi aula, taman dan lapangan basket Sekolah Trinitas Lippo Cikarang yang digunakan sebagai Gereja Ibu Teresa.
Misa diawali dengan penyalaan lilin Paskah yang berlangsung kidmat. Romo Vinsensius Rosihan Arifin Pr sebagai konselebran utama memimpin misa bersama Romo Antonius Suhardi Antara Pr, mengajak dan mengutus umat yang telah menerima pembaptisan dan ditebus dengan Salib oleh Yesus Kristus berani untuk melawan hoaks baik dalam paroki maupun di masyarakat.

Romo Vinsens memberikan hosti pertama kali kepada salah satu katekumen, saat Sakramen Ekaresti di Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa. Minggu 20 April 2019. (FOTO DOK. KOMSOS PC-GIT/YOHANES).

Misa Malam Paskah itu akan selalu dikenang oleh 32 katekumen dan 3 orang penerima komuni pertama, karena mereka menerima dua Sakramen Inisiasi, yaitu Sakramen Pembaptisan dan Sakramen Ekaristi. Sakramen inisiasi ini membawa, membuat atau melantik seseorang menjadi orang Katolik dengan segala hak dan kewajibannya. Hal ini dipahami bahwa orang yang menerima Sakramen Inisiasi menjadi milik Kristus sepenuhnya.
Suasana haru sangat terasa, saat para katekumen yang didampingi para wali baptisnya menerima minyak, kain putih serta lilin dari Romo Vinsens dan Romo Antara.

Foto bersama para penerima Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaresti di Gereja Ibu Teresa. Minggu 20 April 2019. (FOTO DOK. KOMSOS PC-GIT/YOHANES).

Pembaptisan bukan merupakan akhir dari rangkaian katemuken, karena mereka masih harus mengikuti Mistagogi untuk belajar lebih mengerti dan memahami tentang iman katolik mereka, khususnya sakramen-sakramen yang lain. Para wali baptis pun diharapkan mendukung serta mendorong mereka untuk mengikuti Mistagogi.
Theresia Tri Dyah Permanawati sebagai salah satu pengajar katekumen berharap setelah mereka dibaptis, mereka terus belajar mengenai iman katolik agar iman mereka semakin tumbuh dan berkembang, serta dapat berbuah berlimpah dalam kehidupan mereka sehari-hari sebagai laskar Kristus, yang akhirnya mampu menerangi sekitarnya dan mampu menghayati sakramen-sakramen dalam kehidupan mereka sehari-hari.
(Sherafina RC/Lourentius EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here