Teologi Pembebasan Uskup Jayapura

154
Antonius Eddy Kristiyanto OFM.
[NN/Dok.Pribadi]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kehadiran Mgr. Leo Laba Ladjar OFM di Keuskupan Jayapura menentukan ke mana arah pastoral keuskupan ini. Di wilayah dengan jangkauan yang begitu luas, Mgr Leo hadir berjuang membebaskan masyarakat Jayapura. Seperti apa seruan-seruan Teologi Pembebasan ala Mgr Leo? Berikut petikan wawancara dengan Pastor Eddy A. Kristianto OFM, Kamis,28/3.

Corak pastoral Keuskupan Jayapura adalah dari Gereja mandiri ke Gere ja misioner. Apa maksud pastoral mandiri ke misioner?

Tekanan pada pastoral misioner adalah tindak lanjut dari Gereja mandiri. Kalau Gereja “sudah mulai terbang”, berarti sudah siap melebarkan sayap, mengembangkan pelayanannya. Tugas yang saya lihat sendiri di Jayapura adalah, Gereja perlu dan sadar akan panggilannya, bukan saja kepada Gereja itu sendiri tapi juga kepada anggota masyarakat beragama lain dan berkepercayaan.

Gereja memiliki kemampuan untuk melayani semakin “luas” dan “intensif”. Kedua hal ini terjadi terutama melalui gerakan misioner, jadi diutus untuk mewujudkan Gereja secara ke dalam setelah mengalami masa mandiri tetapi juga harus melebarkan sayap untuk merangkul semakin banyak umat dan keuskupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here