Bersukacita di Tengah Tantangan

182
Mgr Ignatius Suharyo memberkati Taman Doa Ratu Rosari.
[Dok. Komsos Paroki Jagarkasa/ Doni Wibowo]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Tantangan membentuk umat menjadi komunitas yang kuat, berani, dan gembira.

Senyuman hangat mengembang di area Kapel Desa Putera. Pertukaran pelukan erat antar generasi juga menjadi pemandangan pada hari penuh sukacita. Paroki Ratu Rosari Jagakarsa merayakan usia perak (25 tahun) kelahirannya, Minggu, 5/5.

Kendati telah berusia seperempat abad, Paroki Jagakarsa belum memiliki bangunan gereja. Mereka menggunakan dua kapel yakni Kapel Desa Putera di dalam Komplek Panti Asuhan Perhimpunan Vincentius dan Kapel Bahtera Kasih di Komplek Marinir Cilandak. Meski belum memiliki gereja, tak serta merta melumpuhkan kebahagiaan umat Paroki Jagakarsa.

Pancaran sukacita umat pemekaran Paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu inilah yang sungguh dirasakan Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo. “Saya merasakan aura kehidupan, kegembiraan, dan semangat untuk semakin membara saat memulai misa,” ujarnya dalam Misa Ulang Tahun Paroki Jagakarsa.

Mgr Suharyo mengajak umat paroki untuk semakin siap dalam perutusan dengan memaknai kesadaran bahwa hidup sejatinya adalah panggilan. “Setelah dipanggil, kita diberkati, dan dikuduskan. Kita harus senantiasa berharap ada sapaan Tuhan yang khusus dalam paroki ini,” harapnya.

Kemudian, uskup kelahiran 9 Juli 1950 ini memberikan semangat keteladanan jemaat perdana yang dihina tetapi gembira. Jemaat perdana bergembira meski dihina karena mereka menganggap layak menderita penghinaan oleh karena Kristus. Mereka tak berdoa agar Tuhan membebaskan mereka dari penderitaan, tetapi mohon anugerah untuk terus mewartakan Injil karena itulah kegembiraan. Doa mereka melambangkan keberanian dan kegembiraan. “Itulah sebabnya mengapa pada hari ini para imam mengenakan kasula merah sebagai lambang keberanian dan kegembiraan. Tetapi keberanian tidak sama dengan nekat. Keberanian akan membuahkan kegembiraan,” ujar Ketua Konferensi Waligereja Indonesia itu.

Seluruh keberanian itu hanya akan terjadi karena karya Roh Kudus. Untuk itu pada perayaan istimewa paroki, 185 umat yang terdiri dari umat berkebutuhan khusus, remaja, dan dewasa menerima Sakramen Penguatan. Ketua Panitia Pelaksana Krisma, Andreas Nugroho turut menghaturkan harapannya agar para penerima sakramen semakin beriman dan guyub menjadi satu dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.

Provinsial baru Tarekat MSF Provinsi Jawa, Pastor Simon Petrus Sumargo MSF sekaligus menyampaikan rasa terima kasih dan syukur karena Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah mempercayakan Tarekat Misionaris Keluarga Kudus (Missionariorum a Sacra Familia/MSF) untuk melayani Paroki Jagakarsa.

Menurutnya, wilayah misi di paroki ini sejalan dengan tujuan MSF untuk mewartakan Injil di daerah yang jauh. “Namun, mendefinisikan kata jauh dalam arti sekarang bukan lagi berdasarkan letak geografis, tetapi jauh dalam arti kompleksitas persoalan relasi,” terangnya sambil meyakinkan umat bahwa gedung gereja akan bisa dibangun.

Ia berseru agar umat harus terus menjadi misionaris tanpa kenal lelah. Semakin tantangan dan kesulitan muncul maka kesempatan besar untuk menjadi umat yang kuat, tangguh, dan bergembira untuk mewartakan Injil.

Kepercayaan yang sama juga disampaikan Kepala Paroki Jagarksa, Pastor Fransiskus Xaverius Sutarno MSF. Baginya, Paroki Jagakarsa hadir memberi bukti bahwa sangat mungkin bersukacita di tengah tantangan. “Sungguh luar biasa iman di tempat ini. Panggilan pun terbilang cukup subur,” ujarnya bersemangat.

Kebahagiaan umat semakin penuh dengan diberkatinya Taman Doa Maria Ratu Rosari yang terletak di belakang Kapel Desa Putera oleh Mgr Suharyo. Pendiri Taman Doa sekaligus Pimpinan Panti Asuhan, Br Tarcisius BM menyatakan, “Semoga hadirnya Taman Doa ini dapat menjadi salah satu sarana baru bagi umat KAJ untuk berdoa.”

Felicia Permata Hanggu

HIDUP NO.20 2019, 19 Mei 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here