Doa bagi Sri Lanka

24
Paus Fransiskus tengah menyampaikan pesan Urbi et Orbi ‘untuk Kota dan Dunia’, di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu, 21 April 2019.
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Paus berdoa bagi korban bom Sri Langka, Gereja seluruh dunia bersama mereka.

Perayaan besar kehidupan iman umat Kristen ditandai dengan ratap tangis tahun ini. Sejumlah umat Kristen menjadi korban saat memilih hadir untuk merayakan sukacita iman di gereja. Awan kelabu itu datang merundungi Sri Lanka. Tiga ledakan yang hampir bersamaan terjadi di tiga gereja di Kolombo, Sri Laka pada Minggu Paskah lalu, 21/4. Sekitar 138 orang tewas dan lebih dari 560 orang terluka setelah ledakan bom terkoordinasi. Penyerang tidak dikenal meledakkan setidaknya tujuh bahan peledak pada Minggu Paskah pagi di tiga gereja dan empat hotel. Dua dari gereja yang ditargetkan adalah gereja Katolik dan satu lagi gereja Evangelis. Ledakan terjadi dalam waktu singkat dan menargetkan umat yang sedang mengikuti kebaktian Paskah.

Ledakan pertama mengoyak Gereja St Antonius di Kolombo. Salah satu warga yang berada di sekitar area ledakan, Alex Agileson mengatakan, bangunan di daerah sekitar ikut bergetar akibat ledakan. Sejumlah umat yang tewas dan terluka langsung dibawa oleh ambulans. Ledakan kedua dilaporkan terjadi di Gereja St Sebastian di Negombo yang terletak di sebuah wilayah mayoritas Katolik di utara Kolombo yang dikenal sebagai “Roma kecil”. Di gereja ini lebih dari 50 orang terbunuh. Juru bicara Rumah Sakit Nasional, dr Samindi Samarakoon menyatakan, korban terluka telah dirawat di rumah sakit utama Ibu Kota Kolombo. Pihak keamanan mencurigai setidaknya dua ledakan disebabkan oleh pelaku bom bunuh diri.

Kabar sedih ini langsung direspons oleh Vatikan. Paus Fransiskus dalam Urbi et Orbi menyampaikan kepedihan mendalam akibat serangan terhadap gereja dan hotel di sekitar Sri Lanka ini. “Saya ingin mengungkapkan kedekatan saya yang tulus dengan Gereja Sri Lanka yang terluka dan tewas dalan kekerasan kejam ini. Saya mempercayakan kepada kepada Tuhan, semua orang yang telah meninggal secara tragis, dan saya berdoa untuk untuk yang terluka dan semua orang yang menderita sebagai akibat dari peristiwa tragis ini,” begitu doa Paus seperti seperti dilaporkan www.vaticannews.va, 21/4.

Uskup Agung Bombai Kardinal Oswald Gracias juga mengungkapkan keprihatinannya akan serangan tersebut. Ia turut berbelasungkawa dengan para korban dan keluarga dalam doa. “Pada Pesta Besar Harapan Kebangkitan ini, saudara-saudari kita di Sri Lanka hancur oleh kekerasan yang tidak masuk akal ini. Kami berdoa kepada Yesus yang Bangkit untuk Perdamaian,” ungkapnya seperti dilaporkan Cruxnow, 21/4. Kardinal Oswald juga menganjurkan Paus untuk memanggil Uskup Agung Kolombo, Kardinal Macolm Ranjith dan menyampaikan solidaritas doa Gereja bagi Sri Lanka.

Kardinal Ranjith menyampaikan kesedihannya yang mendalam kepada umat dunia, khususnya umat Sri Lankan. “Karena itu, saya ingin mengungkapkan kesedihan dan simpati terdalam saya kepada semua keluarga tak berdosa yang telah kehilangan seseorang, dan juga kepada mereka yang telah terluka dan dianggap miskin,” lanjutnya.

Kardinal Ranjith mengutuk tindakan ini yang telah menyebabkan begitu banyak kematian dan penderitaan bagi rakyat. Ia juga meminta pemerintah Sri Lanka untuk mengadakan penyelidikan yang tidak memihak kepada siapa pun agar dapat dengan jelas mencari tahu siapa yang bertanggung jawab di balik tindakan tragis ini.

Serangan bom ini telah merusak perdamaian di Sri Lanka. Sebelumnya, Sri Lanka pernah dilanda perang saudara selama 30 tahun yang berakhir pada 2009. Separatis Tamil selama ini berada di balik perang ini. Negara ini juga merupakan rumah bagi gerakan ekstremis Buddha. Tak hanya itu terdapat juga ekstremis Hindu di wilayah Timur Sri Lanka, di mana populasi Hindu terkonsentrasi.

Felicia Permata Hanggu

HIDUP NO.17 2019, 28 April 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here