Sinar Pelangi 30 Tahun Melayani

19
Mgr Ignatius Suharyo (tengah) bersama Sr Andre Lemmers FCJM memasuki kompleks Yayasan Sinar Pelangi di Bekasi, Jawa Barat.
[HIDUP/Antonius E. Sugiyanto]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Yayasan Sinar Pelangi sudah melayani selama 30 tahun, sebuah panti werdha dibuka menandai peristiwa itu.

Setelah 30 tahun Yayasan Sinar Pelangi berada di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Sr Andre Lemmers FCJM sangat bersyukur atas cinta kasih dan penyelenggaraan Tuhan. Rasa syukur ini seakan terpatri dalam nama “Misericordia Dei” yang dipilih sebagai nama panti werdha yang diresmikan bersamaan dengan Misa Syukur yang dipimpin Mgr Ignatius Suharyo di Kompleks Yayasan Sinar Pelangi, Bekasi, Jawa Barat, 25/5.

Panti Werdha Misericordia Dei diresmikan bersamaan dengan Misa syukur 30 tahun Yayasan Sinar Pelangi. Dengan demikian, panti werdha ini menjadi bentuk karya terbaru yang dimiliki Yayasan Sinar Pelangi.

Tanggal 14 April 1989, Sr Andrea mengawali Yayasan Sinar Pelangi ini bersama beberapa Suster Fransiskan Putri-Putri Hati Kudus Yesus dan Maria (Franciscanae Cordis Jesu et Mariae/FCJM) atas dukungan dari Uskup Agung Jakarta saat itu, Mgr Leo Sukoto SJ. Awalnya, yayasan ini didirikan untuk menolong anak-anak penyandang bibir sumbing. Setelah 30 tahun, karya ini berkembang dengan menambahkan juga panti asuhan, klinik, pengobatan cacat fisik, dan aneka karya sosial lain. “Kami bersyukur atas rahmat Tuhan, karena Dia yang menggerakkan kita,” kata St Andrea saat menyampaikan sambutan.

Mgr Suharyo yang memimpin sore itu berterima kasih atas kehadiran Yayasan Sinar Pelangi di KAJ. Ia mengingatkan, bahwa banyak orang yang hanya puas dengan beragama, namun, mereka tidak sadar, bahwa sebenarnya kehidupan iman mereka tipis. Agama dan iman adalah dua hal yang berbeda. Agama bisa diperalat untuk aneka kepentingan, sedangkan iman tidak bisa diperalat, karena iman adalah bakti kita kepada Allah.

Mgr Suharyo lalu mengajak umat bertanya siapakah Allah itu? Ia meyakini, pengalaman pribadi setiap orang dengan Allah akan menentukan perilaku hidup setiap orang beriman. Untuk itu, ia mengajak agar setiap orang memiliki gambaran tentang Allah yang berbelas kasih. “Allah yang maha murah ini lah yang menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus,” ungkap Uskup Agung Jakarta ini.

Misa syukur ini juga dihadiri beberapa donatur yang selama ini membantu Yayasan Sinar Pelangi, termasuk juga beberapa donatur yang langsung datang dari Belanda. Provinsial FCJM, Sr Theodosia Tinambunan FCJM juga mengungkapkan terima kasihnya atas bantuan mereka dan juga atas cinta kasih Sr Andrea yang sejak awal melayani di tempat itu.

Antonius E. Sugiyanto

HIDUP NO.24 2019, 16 Juni 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here