Dialog Maaf, Membangun Kerajaan Allah

131
Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM (kiri) bersama para imam saat bersilahturahmi ke kediaman Ketua Basolia Kota Bogor KH Zaenal Abidin.
[HIDUP/Aloisius Johnsis]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Para uskup memanfaatkan momen lebaran untuk membangun silahturahmi. Waktu ini sekaligus untuk membangun kerukunan antar umat beragama.

Cuaca cerah mewarnai Kota Bogor, Jawa Barat. Sejak pagi terlihat umat Islam sedang menunaikan Salat Ied di Masjid Raya Bogor. Masjid di jalan Padjajaran Kota Bogor itu dipenuhi ribuan umat. Ada yang berlalu lalang dengan wajah bahagia merayakan kemenangan.

Kebahagiaan Idul Fitri tidak saja dialami umat Muslim. Hari itu di Keuskupan Bogor, wajah cerah sudah terpancar di wajah Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM. Bersama Kuria Keuskupan, Mgr Paskalis menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan bersilaturahmi ke rumah tokoh-tokoh pemerintahan dan agama Kota Bogor.

Tahun ini, Mgr Paskalis menunjukkan silaturahmi dengan mengunjungi kediaman Ketua MUI Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh (Kyai Toto) di Pesantren Al-Ghazaly Kebon Kelapa, Bogor Tengah. Selain itu, Mgr Paskalis juga bersilahturahmi ke kediaman Habib Novel Kamal Alaydrus, Pemimpin Pesantren Raudhotun Nur, Jalan Cijahe, Semplak, Bogor Barat.

Mgr Paskali mengatakan, dalam kunjungan ini, perbincangan paling seputar kerukunan umat beragama di Kota Bogor. “Para tokoh agama punya satu visi yaitu memperjuangkan kerukunan antar umat beragama,” tutur Mgr Paskalis.

Dalam silahturahmi Lebaran ini, kunjungan untuk saling mendengarkan masukan menjadi hal yang bermanfaat. Mgr Paskalis menegaskan bahwa Gereja siap mendukung pemerintah dan tokoh-tokoh agama dalam merajut toleransi. Maka itu, Mgr Paskalis mengharapkan kerjasama itu tidak saja pada tatanan pemimpin tetapi juga antar warga masyarakat.

Merayakan Kemenangan
Kunjungan Lebaran juga menjadi agenda Uskup Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko bersama para kuria menyambangi imam Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT-Jateng). Mgr Rubi, sapaannya, mengatakan, masjid ini dipilih, karena jemaat Muslim biasanya mengadakan Salat Ied di sana. Di sini mereka bertemu Haji Fatquri Busyeri, Imam Masjid Agung Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here