Ina Lefa, Ibu Lamalera

269
Ina Lefa, Ibu Lamalera
4 (80%) 1 vote

Selain itu, persembahan juga diberikan kepada Ina Lefa yang dalam “kacamata” Katolik sebagai Ema Mria (Bunda Maria), Ibu Yesus. Ina Lefa sendiri memiliki filosofi yang sangat besar bagi masyarakat Lamalera dalam seluruh praktik hidup mereka, khususnya di laut.

Secara etimologi, frasa Ina Lefa berasal dari kata ina yang berarti ibu dan lefa yang berarti laut. Makna Ina Lefa adalah ibu laut atau ibu dari laut. Masyarakat Lamalera percaya bahwa seluruh kehidupan mereka ada dalam naungan Ina Lefa. Mereka percaya bahwa ketika mereka mencari hasil laut, Ina Lefa selalu memberikan yang terbaik.

Bagi masyarakat Lamalera, laut adalah ibu atau mama, sedangkan masyarakat Lamalera adalah anak-anaknya. Laut adalah ibu (bunda) yang selalu memberikan segala yang terbaik untuk anak-anaknya. Seperti hati ibu pada umumnya, Ina Lefa tidak pernah akan meninggalkan anak-anaknya.

Ina Lefa tidak hanya menyediakan seluruh kebutuhan ekonomi masyarakat Lamalera. Ina Lefa juga menjaga kehidupan masyarakat dan menginginkan masyarakat Lamalera mengikuti seluruh aturan-atauran adat demi terjaganya keseimbangan dan keharmonisan hidup bersama. Syair adat berikut menunjukan bagaimana kepercayaan masyarakat Lamalera terhadap Ina Lefa. Ina soro budi (Ibu yang selalu memberikan seluruh perhatiannya)/Budi neiro apadike (Budi tidak pernah dibalas dengan apapun)/Ina fae bele e (Ibu yang tebaik)/Nei kame angi usi (Berikanlah kami sedikit hembusan angin)/ Nei kame angi usi oo (Berikanlah kami sedikit hembusan angin)/Ina fae bele e (Oh ibu yang terbaik).

Syair tersebut selalu dinyanyikan ketika para nelayan sudah mendapatkan hasil tangkapan berupa ikan paus dan meminta hembusan angin dari Ina Lefa agar segera tiba di bibir pantai.

Semua masyarakat Lamalera yang hadir dalam Misa Lefa akan menggunakan sarong adat Lamalera. Para kepala suku akan memberikan persembahan kepada Lera Fule Tanah Eke (Tuhan) dan Ina lefa (Ibu Laut). Sembari memohon berkat untuk satu tahun ke depan. Misa Lefa penuh dengan doa permohonan atas berkat melimpah di laut, juga permohonan atas cuaca dan keselamatan para nelayan Lamalera.

Selain itu, Misa Lefa adalah ritus penyucian dan berkat bagi laut, nelayan, dan seluruh peralatan melaut (perahu dan seluruh perlengkapannya). Imam akan mereciki laut, para nelayan, dan seluruh peralatan melaut dengan air berkat. Dahulunya air berkat adalah air doa yang diambil dari lango bele (rumah adat) namun kini sudah diganti dengan air berkat yang didoakan oleh imam.

Selain mereciki laut, nelayan, dan alat-alat melaut, air berkat juga akan dibagikan dan diletakan di setiap perahu untuk mereciki perahu dan para nelayan sebelum turun ke laut. Air berkat digunakan sebagai penyucian diri para nelayan dan seluruh alat melaut sebelum turun ke laut.

Bagi masyarakat Lamalera, laut adalah entitas yang suci. Laut dianggap suci karena tempat keberadaan Ina Lefa dan roh nenek moyang. Mereka selalu memberi makanan untuk lefo Lamalera. Dengan demikian, makna imam mereci air suci ke laut dan memberkati laut adalah agar kesucian laut tetap terjaga. Selain itu, untuk menghindari agar laut tak dinodai oleh praktik-praktik nelayan Lamalera yang tidak mengikuti tradisi melaut yang telah ditetapkan oleh adat.

Ritus Misa Lefa di pantai, pemberkatan peledang oleh pastor, doa bersama, dan penggunaan air suci untuk tujuan bersih diri dari salah dan dosa merupakan tradisi Katolik yang telah diterima dan menjadi satu dengan tradisi masyarakat Lamalera dalam seluruh ritus musim lefa nuang (melaut).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here