Paus Fransiskus Menyerukan Humanisme Baru

58
Sampul buku: "Munculnya Gerakan Populer: Rerum Novarum dari zaman kita" [Dok. Vatican News]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COMPaus Fransiskus menuliskan kata pengantar untuk sebuah buku baru. Buku tersebut mengumpulkan 5 tahun penelitian ribuan asosiasi, yang konon bertindak sebagai “pengungkit bagi transformasi sosial yang mendalam”.

“Munculnya Gerakan Populer: Rerum Novarum di zaman kita” adalah judul buku baru yang diterbitkan dalam bahasa Spanyol oleh Vatican Publishing House (LEV) dan disiapkan oleh Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.

Buku ini mengeksplorasi serangkaian pertemuan dunia yang diadakan di Amerika sejak 2014, dihadiri oleh ribuan perwakilan gerakan populer.

Transformasi sosial

Dalam kata pengantar, Paus Fransiskus mengatakan mereka yang hidup di pinggiran masyarakat bukan hanya sektor populasi yang harus dijangkau oleh Gereja. Sebaliknya, mereka adalah tunas seperti biji sesawi, akan menghasilkan banyak buah. Paus menyebut gerakan rakyat yang mewakili masyarakat ini sebagai pengungkit bagi transformasi sosial yang mendalam.

Orang-orang di pinggiran, katanya, bukan penerima pasif bantuan sosial, tetapi pemeran utama yang aktif untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

“Gerakan rakyat,” kata Paus, “mewakili alternatif sosial yang penting, seruan dari kedalaman, tanda kontradiksi, dan harapan bahwa apa pun dapat berubah.”

Bapa Suci menambahkan, cara mereka melawan “tirani uang” melalui kerja keras dan penderitaan menunjukkan bahwa gerakan rakyat adalah “penjaga” masa depan yang lebih baik.

Merevitalisasi demokrasi

Paus Fransiskus melanjutkan, dengan mengatakan bahwa umat manusia menghadapi perubahan zaman yang ditandai oleh rasa takut, xenophobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain), dan rasisme. Gerakan rakyat dapat menangkal kecenderungan itu, karena mereka adalah sumber energi moral untuk menghidupkan kembali demokrasi. “Penangkal populisme dan kecakapan memainkan pertunjukan politik terletak pada upaya warga negara yang terorganisir,” ujar Paus.

Nilai kerja vs budaya membuang

Bapa Suci mengakhiri kata pengantarnya dengan refleksi mengenai kerja manusia sebagai hak sakral yang harus dijaga, sejalan dengan Doktrin Sosial Gereja.

“Gerakan rakyat adalah saksi nyata yang menunjukkan adalah mungkin untuk membedakan budaya membuang (masyarakat manusia yang sangat dipengaruhi oleh konsumerisme) … dengan penciptaan bentuk-bentuk pekerjaan baru yang berpusat pada solidaritas dan komunitas.”

Akhirnya, Paus Fransiskus menyerukan “humanisme baru” untuk mengatasi kurangnya kasih sayang dan kepedulian terhadap kebaikan bersama yang telah menjadi begitu lazim di zaman kita.

Sumber: Vatican News
Penerjemah: Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here