Panggilan Menyucikan Diri dan Dunia

89
Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko (kanan) saat prosesi penumpangan tangan dalam Misa Tahbisan imam di Gereja Keluarga Kudus Biara Nazareth, Yogyakarta, 16/7.
[HIDUP/H. Bambang S.]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Tugas utama imam adalah hadir dan melayani sesama. Sebelum itu terjadi, imam hendaknya mampu menyucikan diri lewat kata-kata dan perbuatan.

Panggilan menjadi imam itu sangat unik karena masing-masing mengalami pergulatan sendiri-sendiri dalam mengawali hidup panggilan. Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko menyampaikan itu dalam tahbisan imam di Gereja Keluarga Kudus Banteng, Yogyakarta, Selasa, 16/7. Dua imam yang ditahbiskan hari itu adalah Pastor Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho MSF dan Pastor Bonaventura Agung Pribadi OCD.

Panggilan menjadi imam sungguh merupakan rahmat, anugerah dari Tuhan sendiri. Mgr Rubiyatmoko mengatakan, ketika Tuhan memanggil, kedua diakon tergerak menanggapi panggilan tersebut dengan sepenuh hati, meski sebelumnya mengalami kebimbangan. Namun ada satu keyakinan di dalam diri mereka bahwa ketika Tuhan memanggil, maka Dia yang akan bekerja, dan Dia pula yang akan menyelesaikan semuanya. “Tuhan turut bekerja dalam diri keduanya. Ini yang dihayati bagaimana panggilan sungguh dihayatii sebagai rahmat, anugerah yang luar biasa dari Tuhan sendiri.”

Mgr Rubiyatmoko melanjutkan, saat kedua imam baru ini ingin menyerahkan diri seutuhnya pada Tuhan. Ini adalah program utama seorang imam. “Utamanya menjadi seorang gembala yang yang melayani secara total, berdedikasi, tulus melayani seutuh hati, sebagaimana Yesus sendiri melayani sampai mati di kayu Salib,” harapnya. Misa tahbisan ini juga dihadiri Kardinal Julius Darmaatmadja SJ, Uskup Emeritus Ketapang Mgr Blasius Pujaraharja, dan Uskup Emeritus Purwokerto Mgr Julianus Sunarko SJ.

Sorong dan Medan
Di Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr Hilarion Datus Lega juga menahbiskan tiga imam dari Ordo Santo Agustinus (OSA) di Gereja Katedral Kristus Raja Sorong, Sabtu, 13/7. Mereka yang ditahbiskan adalah Pastor Emanuel Bofit Kamon Air OSA, Pastor Damaskus Pantur OSA, dan Pastor Fransiskus Liberius OSA.

Mgr Hilarion menjelaskan, bahwa tugas seorang imam adalah mampu mengampuni dosa. Tetapi sebelum itu terjadi, seorang imam hendaknya memegang kesucian diri sebagai keutamaan hidup. “Imam sebelum menguduskan altar dan sesama, hendaknya menyucikan diri dalam kata, tindakan, dan perbuata,” pesannya.

Keluarga besar OSC juga bersyukur atas kehadiran pemimpin tinggi ordo Pater Prior General Alehandro Moral Anton OSA dan Sekretaris General Pater Tonny Bengs OSA. Keduanya berada di Indonesia dalam rangka kunjungan pastoral ke Tarekat OSA Vikariat Christus Totus Papua-Indonesia. “Ini menjadi kebanggan kepada kami karena masih ada panggilan dari Indonesia. Saya melihat ada keberanian dari para diakon untuk mau memberi diri menjadi imam,” ungkap Pastor Alehandro.

Sementara itu, di Keuskupan Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFMCap menahbiskan tiga diakon dari Ordo Kapusin Provinsi Medan dan satu diakon Kapusin Kustodia Nias di Gereja St Fransiskus Asisi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, 11/7. Mereka yang ditahbiskan adalah Diakon Valen OFMCap, Diakon Tumpal OFMCap, Diakon Pinto S. OFMCap, dan Diakon Marcellus Sihura, OFMCap.

Dalam homilinya, Uskup Kornelius sangat mengharapkan agar para diakon melayani dengan tulus hati. “Umat sangat membutuhkanmu. Layanilah orang-orang sakit, dan berikanlah waktumu untuk mengantarkan komuni kudus kepada mereka” ujar Uskup.

Sedangkan dari Keuskupan Amboina, Mgr Petrus Kanisus Mandagi MSC memimpin tahbisan diakon di Gereja Katolik St Joseph Rumah Tiga, Ambon, Maluku, 20/7. Keduanya adalah Diakon Damianus Ratuanik dan Diakon Erol Ohoduan. Di hadapan sedikitnya 800 umat yang hadir, Mgr Mandagi mengharapkan agar para diakon yang baru menjalankan dengan sungguh-sungguh tugas pelayanan altar. Pelayanan altar dan pelayanan sakramental lainnya adalah tanda partisipasi para diakon dalam karya pewartaan Kristus di dunia.

Yusti H. Wuarmanuk
Laporan: H. Bambang S. (Yogyakarta)/Fr. Marcellus Hia OFMCap (Pematangsiantar)/ Kristian Sasio (Sorong)/Fr Aloysius Kelbulan (Ambon).

HIDUP NO.30 2019, 28 Juli 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here