Pastor Alexius Andang Listya Binawan : Filsafat Layang-layang

37
Al. Andang Binawan SJ.
[HIDUP/Felicia Permata Hanggu]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Hidup manusia ibarat layang-layang. Dengan perumpamaan itu, manusia diciptakan Tuhan dengan maksud agar manusia terbang tinggi. Demikian refleksi Pastor Alexius Andang Listya Binawan saat merayakan 25 tahun imamatnya, dalam sebuah Misa di Kapel Kelese Kanisius Jakarta, 2/8.

Untuk bisa terbang, layang-layang menggunakan benang yang kecil. Pastor Andang menjelaskan, benang yang kecil itu ibarat iman. “Benang itu adalah kekuatan, arah, dan bisa dikendalikan,” ujar kelahiran Muntilan 17 Mei 1963 ini.

Lagi, Pastor Andang juga mengaitkan refleksi iman ini dengan “filsafat”. Imam Serikat Yesus ini membagikan, filsafat kerap kali dianggap tabu, karena ketakutan umat beriman yang akan tergiring dalam atheisme. Namun, filsafat sebenarnya berasal dari “philo sophia” (Yunani) yang berarti ‘pecinta kebijaksanaan’. Pastor Andang menjelaskan, setiap orang yang belajar filsafat menginginkan hidup yang bijaksana.

Ketika iman diibaratkan sebagai benang yang menerbangkan layang-layang, maka filsafat berfungsi memperkuat benang. “Filsafat membuat saya bisa memperkuat benang saya tanpa harus menjadi tambang yang besar yang justru bisa menghambat hidup saya,” tegas dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta ini.

Karina Chrisyantia

HIDUP NO.34 2019, 25 Agustus 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here