Membaca Suara Uskup dari Tanah Papua

57
Membaca Suara Uskup dari Tanah Papua
2 (40%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Seorang uskup mewujudkan tugas dan penggilannya untuk menyampaikan Injil, evangelisasi. Salah satu cara dan saranaya yakni dengan surat gembala. Biasanya, surat gembala dibacakan dalam Ekaristi sebagai pengganti khotbah imam. Atau surat tersebut dapat dibahas dan direnungkan dalam pertemuan Komunitas Basis Gerejawi (KBG).

Dengan hanya mendengar dibacakan saat Misa, umat belum mendapatkan kesempatan membacanya secara langsung. Padahal, bisa saja dalam waktu tertentu, timbul rasa rindu yang dirasakan umat untuk mengingat kembali “suara uskup”.

Buku ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi umat membaca Surat Gembala Uskup Jayapura, Mgr Leo Laba Ladjar OFM. Buku yang diterbitkan sebagai kenangan untuk umat Keuskupan Jayapura ini terdiri dari 47 surat. Semua surat ini, ditulis Mgr Leo sejak menjadi uskup pada tahun 1997 hingga sekarang.

A. Eddy Kristiyanto OFM yang mengedit buku ini, sekaligus memberi penjelasan untuk setiap Surat Gembala. Salah satu yang dilihat Romo Eddy adalah cara bagaimana seharusnya umat menjalin persaudaraan dengan agama lain. Hal ini jelas terlihat di dalam Surat Gembala ini.

Langkah dialog dijalankan melalui berbagai forum kerja sama, salah satunya dengan menggabungkan kedua suara untuk satu tujuan.

Untuk itu, buku ini juga melampirkan dua Surat Gembala Natal (1997 dan 1998) yang ditulis Mgr Leo bersama Ketua Sinode GKI saat itu Pendeta Herman Saud.

Di buku ini juga terungkap, Mgr Leo ingin menerbitkan buku setelah ia pensiun, namun sayang kesempatan itu belum muncul padahal umurnya sudah melampaui 75 tahun. Dalam bagian pesan akhir, ada tiga pokok permenuangan yang dapat ditemukan. Salah satunya, ia memperhatikan relasi persaudaraan yang belum cukup nyata untuk menciptakan Papua tanah damai. Konflik masih menjadi makanan pokok. Polarisasi antar suku asli Papua dan pendatang terkadang merusak relasi damai dan menggantikannya dengan rasa curiga yang berbuah tindak kekerasan.

Dengan membaca dan merenungkan kembali apa yang pernah disampaikan oleh Mgr Leo, harapannya akan ada seberkas cahaya Injil yang menerangi jalan umat, agar mampu membawa pembaruan dalam dunia dan masyarakat.

Persahabatan dan persaudaraan dengan semua orang tak mengenal kata berhenti untuk terus diupayakan. Kehidupan bersama sedapat mungkin harus dijalankan dalam kasih.

Judul : Suara Uskup Keuskupan Jayapura “In Caritate Humilitate Dei” Dalam Kasih dan Kerendahan Allah
Penulis : Mgr. Leo Laba Ladjar OFM
Penerbit : OBOR, 2019
Tebal : 203 halaman

Karina Chrisyantia

HIDUP NO.35 2019, 1 September 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here