MSC Family Day Digelar di Momen Peringatan 165 Tahun MSC

107
Pertemuan keluarga dalam acara MSC Family Day.
[HIDUP/Lexie Kalesaran]
MSC Family Day Digelar di Momen Peringatan 165 Tahun MSC
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Sekitar 300 keluarga (orangtua/wali, kakak/adik), alumni serta para pastor dan frater Skolastikat MSC Pineleng menghadiri MSC Family Day yang diselenggarakan dalam rangka 165 Tahun Tarekat MSC di Skolastikat MSC Pineleng, Sabtu (7/12/2019).

Misa syukur di Kapel Skolastikat yang dipimpin Supda MSC Sulawesi dan Kalimantan Timur (Sulkaltim) Pastor Berty Tijow MSC, Uskup Emeritus Mgr. Josef Suwatan MSC dan puluhan imam di antaranya Superior Skolastikat MSC Pineleng Pastor Anselmus Jamlean MSC mengawali kegiatan. Usai misa, bertempat di Aula Skolastikat, diadakan pemutaran video sejarah perjalanan tarekat termasuk di wilayah Sulawesi. Setelah itu, diadakan pertemuan alumni dan orangtua/wali konfrater Tarekat MSC yang diadakan di beberapa ruangan yang ada di Skolastikat MSC Pineleng. Pertemuan alumni dipandu oleh Pastor Igo Welerubun.

Pertemuan orangtua/wali konfrater MSC dibagi tiga kelompok yakni kelompok Tomohon, Tondano dan Tontemboan yang dipandu Pastor Berty Tijow, kelompok Tonsea dan Sulawesi Tengah dipandu Pastor Bram Tulusan, dan kelompok Manado, Tombulu, Bolaang Mongondouw dan Gorontalo dipandu Pastor Jefry Bogia.

Acara MSC Family Day yang diselenggarakan Panitia Peringatan 100 Tahun MSC di Sulawesi ini ditutup dengan makan bersama. Sejumlah hidangan disiapkan panitia, namun ada orangtua/wali yang membawa dari rumah masing-masing, yang menggambarkan kepedulian mereka terhadap aktivitas dan kebersamaan sebagai suatu komunitas.

MSC Family Day ini, menurut Supda MSC Sulkaltim Pastor Berty Tijow MSC, bertujuan untuk mensyukuri penyelenggaraan Tuhan dalam sejarah hidup dan karya Tarekat MSC di seluruh dunia selama 165 tahun termasuk 99 tahun di antaranya hadir dan berakrya di Pulau Sulawesi. Dengan melihat dan merenungkan perjalanan sejarah yang panjang akan kesetiaan Tuhan menyertai hidup dan karya para anggota Tarekat MSC, sebutnya, diharapkan semakin dikobarkan rasa penghargaan atas apa saja yang telah misionaris MSC perbuat sepanjang sejarah. “Kita berharap lebih dari itu, akan dikobarkan semangat misioner para MSC dan mitra kerjanya,” ujar Pastor Berty.

Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun MSC di Sulawesi ini menambahkan, MSC Family Day dijadikan juga ajang perjumpaan Keluarga Besar MSC, yakni para MSC sendiri dengan para orang-tua/kakak-adik dari anggota MSC serta mereka semua yang pernah dibina dalam lingkungan pembinaan MSC (Pranovisiat/Postulat, Novisiat dan Skolastikat). “MSC Family Day menjadi ajang reuni para MSC dengan teman-teman seperjalanan dalam pembinaan tetapi, oleh karena pelbagai faktor, mereka menghidupi panggilan hidup di luar biara, sebagai seorang awam di tengah umat dan masyarakat, Selain itu, diharapkan juga untuk menjadi kesempatan untuk saling berbagi suka dan duka serta pergumulan hidup menghidupi semangat dan nilai – nilai Injil dalam konteks berbeda,” ujarnya.

Sejumlah orangtua/wali dan alumni sangat senang dengan adanya kegiatan MSC Family Day. Kegiatan ini, ungkap mereka, menjadi sarana berbagi pengalaman dan informasi. Mereka bersepakat untuk membuat langkah-langkah konkrit yang bisa dilakukan di masa mendatang demi semakin erat dan akrabnya persaudaraan keluarga MSC. Mereka bersepakat pula membentuk Panguyuban/Persaudaraan Keluarga MSC.

Tarekat MSC (Missionariorum Sacratissimi Cordis Iesu = Misionaris Hati Kudus Yesus) didirikan oleh seorang imam projo asal Bourges Prancis yakni Jules Chevalier pada 8 Desember 1854.

Lexie Kalesaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here