Aloysius Efraim Leonard : Tour Eksklusif ke Gedung Pancasila

32
Aloysius Efraim Leonard.
[Dok.Ist]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Mahasiswa Hubungan Internasional dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Aloysius Efraim Leonard mendapat kesempatan istimewa untuk tour ke Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta pada Jumat, (29/11). Bukan tanpa alasan, saat itu Kementerian Luar Negeri mengadakan sebuah kuis secara online yang menanyakan mengenai pendapat warganet tentang capaian Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB.

Sebagai mahasiswa yang sering mengikuti kegiatan simulasi sidang PBB, Efraim langsung menjawab sesuai dengan apa yang diketahui. “Saya mengakui bahwa Indonesia telah berhasil mencapai beberapa hal di DK PBB, seperti berhasil membuat sebuah presidential statement mengenai peacekeeping forces PBB serta mengadakan pertemuan informal ‘aria-formula’ mengenai kependudukan ilegal Israel di Palestina,” ujar mahasiswa yang berdomisili di Paroki Santo Martinus, Bandung ini.

Namun, tidak dapat dipungkiri juga Indonesia harus meningkatkan perannya di DK PBB, terutama karena Indonesia merupakan negara yang dapat mewakili berbagai negara lainnya : negara – negara berkembang, Asia, Islam dan juga negara-negara Selatan. Tidak disangka, komentar Efraim yang awalnya iseng-iseng tersebut ternyata terpilih sebagai salah satu komentar terbaik untuk mengikuti tour eksklusif tersebut. Saat tour, ia bersama para peserta lainnya mendapatkan banyak cerita mengenai capaian Indonesia di DK PBB, selain berkesempatan bertemu dengan Retno LP Marsudi, Menteri Luar Negeri sendiri.

“Rasanya tidak dapat dipercaya ya sebenarnya,” kata alumnus SMA Santa Angela, Bandung. Sebagai Volunteer of AFS – Bina Antarbudaya On Arrival Orientation Camp 2018 in Jakarta – Project Officer mengisahkan, Indonesia di dunia internasional tentu saja saat ini telah berusaha untuk meningkatkan perannya agar lebih besar lagi. “Kita berhasil menjadi anggota tidak tetap DK PBB, dan juga akan menjadi anggota Dewan HAM PBB mulai tahun depan 2020-2024. Dan, walaupun pandangan orang-orang mengenai ‘diplomasi ekonomi’ sering tampak seperti kita menjual negara ke pihak-pihak eksternal, sebenarnya ya tidak juga,” kata pria yang mengaku terbiasa mengikuti Misa di Gereja Katedral Santo Petrus.

Gerry Gabriel

HIDUP NO.50 2019, 15 Desember 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here