Pesta Natal Anak di Kapel St. Yusup Sentolo

294
Romo Hendri berfoto bersama, saat Pesta Natal Anak di Kapel St. Yusup Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta. Rabu (25/12).
Pesta Natal Anak di Kapel St. Yusup Sentolo
4.9 (98.18%) 11 votes

HIDUPKATOLIK.comĀ  YOGYAKARTA – Ratusan umat Katolik merayakan Pesta Natal Anak di Kapel St. Yusup, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu 25 Desember 2019. Natal bertemakan Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang. “Kita sebagai umat, harus bisa berteman dengan siapa saja tidakĀ  pandang bulu,” kata Rm. Antonius Hendri Atmoko Pr, Romo Paroki Sedayu.

Baca juga : Mewujudkan Imanuel Allah Beserta Kita

Acara Natal diisi dengan tari-tarian, drama dan nyanyian, tak luput Romo Hendri dan umatpun ikut menari bersuka cita memeriahkannya. “Senang bisa menari, beryanyi, bermain bersama dengan teman-teman,” ucap Daniela Hervina Yiditha, anak usia 4 tahun.

Pesta Natal Anak di Kapel St. Yusup Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta. Rabu (25/12).

Pada hari yang sama dilaksanakan “Perpisahan” karena adanya pemekaran Paroki, berdasarkan Surat Keputusan Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko Pr. Kapel St. Yusup Sentolo yang berasal dari Paroki Sedayu harus bergabung dengan Paroki Administratif Maria Materdei Bonojarjo.

Misa yang dilaksanakan merupakan misa terakhir dari Romo Paroki Sedayu. “Biar kita berpisah, tapi tetap saling mendoakan, supaya sama-sama semakin berkembang dan diharapkan paroki yang baru bisa berkembang,” ujar Rm. Hendri.

Pesta Natal Anak di Kapel St. Yusup Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta. Rabu (25/12).

Selama bertahun-tahun Rm. Hendri memberikan pelayanannya sebagai gembala umat di Paroki Sedayu, salah satunya misa di Kapel St. Yusup Sentolo. “Romo Hendri galak tapi sangat disiplin,” kata Ephigenia Tati Purwaningsih umat St. Yusup Sentolo.

Romo Hendri mendapat julukan nama unik dari umat Sentolo, sebagai Romo Mohen, kepanjangan Romo Hendri. “Untuk Romo Mohen, saya ucapkan banyak terima kasih atas pelayanannya selama ini, semoga tetap menjadi gembala umat sampai akhir hayatnya,” kata Edi Purwantoro, umat St. Yusup.

(Lourentius EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here