Mgr Mandagi Mendukung Pembentukan Provinsi Baru yang Bersih dari Korupsi

687
Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC dalam press conference dengan para wartawan di Wisma Keuskupan Agung Merauke/Yovita Helen
Mgr Mandagi Mendukung Pembentukan Provinsi Baru yang Bersih dari Korupsi
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM-Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC mengungkapkan himbauannya terkait beberapa isu sosial berkaitan dengan masyarakat Papua Selatan. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Open House Natal dan Tahun Baru di Wisma Keuskupan Agung Merauke, 01/1, yang dihadiri ribuan umat dan para pejabat setempat.

Berikut beberapa penegasan dan himbauan Mgr. Mandagi MSC:

Dinamika Masyarakat Papua Selatan

Natal tahun 2019 sangat berarti bagi masyarakat Papua Selatan. Mengapa? Natal, “pesta kelahiran Yesus sebagai anak kecil di kandang Betlehem,” menegakkan sikap masyarakat Papua Selatan. Kelembutan yang ditunjukkan oleh kelahiran Yesus menjadi sikap masyarakat Papua Selatan dalam menghadapi kekerasan yang sering terjadi di Papua.

Belum lama ini pantas masyarakat Papua menjadi marah ketika martabat mereka dilecehkan oleh beberapa orang di Surabaya. Orang Papua sebagai manusia, citra Allah, bukanlah binatang.

Menghadapi pelecehan ini, memang orang Papua marah, namun hal yang luar biasa ialah orang Papua Selatan memilih tak membalas dendam, tidak melakukan kekerasan dengan pembakaran gedung atau sarana-sarana umum. Orang Papua Selatan hanya melaksanakan demo damai, yang mereka tuntut adalah penegakan hukum bagi oknum yang bersalah.

Orang Papua Selatan telah meresapi dalam hati arti Natal: “kasih mengalahkan kebencian, kelembutan mengalahkan kekerasan, pengampunan mengalahkan balas dendam, penegakan hukum mengalahkan peradilan jalanan.”

Papua, Juga Butuh Berubah

Natal mengajak kita manusia berdosa “berubah.” Natal menunjukkan kasih Allah yang begitu besar bagi manusia yakni Allah menjadi manusia, tinggal di antara manusia, mengalahkan kejahatan, dosa dan maut supaya manusia bahagia. Kasih Allah ini harus dibalas oleh kita manusia dengan perubahan, dengan pertobatan.

Benjamin Franklin, ilmuwan Amerika Serikat, mengatakan “perubahan memang sulit, namun tak berubah itu fatal.”Orang Papua Selatan, berubahlah menjadi lebih pandai, lebih sehat, lebih bersih, lebih tertib, lebih sejahtera secara lahir dan batin. Bagaimana?

Demi perubahan, betapa penting pendidikan di rumah, di sekolah, di universitas, di tengah masyarakat. Kebodohan adalah sumber kehancuran. Kebodohan membuat masa depan manusia susah. Hendaklah pemerintah dan lembaga-lembaga agama memperhatikan pendidikan yang baik dan bermutu.

Isu Pemilihan Bupati

Dalam tahun 2020 akan dilaksanakan pemilihan Bupati di dua Kabupaten di Papua Selatan, yakni Kab. Merauke dan Kab. Boven Digoel.

Saya menghimbau supaya pemilihan ini berjalan damai, tak ada kekerasan, tak ada perpecahan, berjalan lancar sesuai aturan pemilihan umum, tak ada politik uang, suap-menyuap.

Hendaklah para calon dan pendukung mereka saling menghargai, saling menghormati, saling bersaing secara sehat. Janganlah demi memenangkan pemilihan dipakai isu agama dan etnis, janganlah menyebarkan hoax atau dusta lewat media sosial. Pasangan yang kalah hendaknya mengakui kekalahan, sedangkan pasangan yang menang janganlah sombong, tetapi menghormati pasangan yang kalah dan merangkul mereka. Harus diutamakan di atas segalanya, ialah damai dan kerukunan supaya pembangunan di Papua Selatan dapat berlangsung terus.

Hendaklah para pelaksana Pemilu, KPU, Bawaslu dan aparat keamanan berlaku adil, tidak memihak dan berpegang erat pada aturan Pemilu.

Provinsi Papua Selatan

Marilah kita semua warga Papua Selatan mendukung terbentuknya Provinsi baru: Provinsi Papua Selatan.

Pendirian Provinsi harus dilihat dalam cahaya keadilan terhadap masyarakat Papua Selatan. Kehadiran Provinsi Papua dan Papua Barat membuat Papua bagian Utara dan Barat berkembang pesat di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur: jalan, pasar, pelabuhan udara, darat, laut. Bagaimana dengan Papua Selatan? Kita biarkan diri tertinggal? Tidak. Hendaklah demi keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat Papua Selatan, kita mendukung secara total rencana Pemerintah Pusat membentuk Provinsi Papua Selatan tahun 2020 ini.

Pemerintah yang Bersih

  • Para pejabat pemerintah, saya menghimbau berhentilah melakukan korupsi, “makan uang rakyat demi kepentingan pribadi, keluarga, suku, dsb.” Korupsi adalah cara setan menghancurkan kemanusiaan.
  • Hendaklah para pejabat pemerintahan hidup dengan disiplin dan bertanggung jawab atas jabatanmu. Janganlah malas kerja, buang-buang waktu dengan mengobrol saja. Datanglah ke tempat kerja pada waktunya dan pulanglah ke rumah sesuai aturan kerja.
  • Janganlah para pejabat berfoya-foya dengan uang rakyat. Janganlah para pejabat pemerintahan lebih banyak tinggal di luar Merauke, di luar Kabupaten di Papua Selatan, misalnya di Jayapura, di Jakarta, di Manado, demi hidup enak di tempat-tempat hiburan. Semoga tempat-tempat karaoke di sini tidak diisi dengan pejabat-pejabat pemerintahan atau aparat yang menghambur-hamburkan uang dengan minum sampai mabuk dengan ditemani wanita penghiburn

Lingkungan Hidup

Bumi Papua Selatan adalah Rumah Kita, karena itu:

  • Janganlah dirusakkan atau dihancurkan hanya karena kerakusan akan uang oleh segelintir manusia, misalnya para pejabat pemerintah, pengusaha dan aparat keamanan.
  • Jagalah hutan kita, sebab kerusakan hutan akan menyebabkan banjir, kekeringan, udara panas, kesulitan air bersih, dst.
  • Janganlah jual tanah. Tanah adalah jati diri atau identitas kita. Bolehlan kita sewakan tanah kita untuk jangka waktu tertentu, misalnya untuk perkebunan yang berguna seperti sawah, bukan untuk perkebunan besar-besaran yang merusak tanah seperti kelapa sawit.
  • Marilah kita menjaga laut dan kali-kali kita supaya tetap bersih. Janganlah laut dan kali menjadi kotor karena sampah yang kita buang di sana. Sulit bagi ikan untuk hidup di laut dan kali yang kotor penuh sampah. Betapa menyedihkan kalau sampai orang Papua Selatan mengalami kekurangan ikan.

Yusti H. Wuarmanuk

Laporan: Yovita Helen (Komsos Keuskupan Agung Merauke)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here