Para Uskup Polandia: Tidak ke Gereja karena Korona, Tidak Masuk Akal

351
Basilika St. Mary di Krakow, Polandia. (Dok. CNA)
Para Uskup Polandia: Tidak ke Gereja karena Korona, Tidak Masuk Akal
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM —Presiden Konferensi Para Uskup Polandia meminta menambah jumlah Misa mingguan di negara tersebut sehingga lebih banyak orang dapat hadir dengan aman di tengah ancaman Covid-19 yang kian mencekam.

“Sehubungan dengan rekomendasi dari Kepala Inspektorat Kesehatan untuk menghindari kerumunan dan meniadakan pertemuan besar, saya meminta untuk menambah sebanyak-banyaknya jumlah Misa hari Minggu di gereja-gereja sehingga semakin banyak orang percaya dapat menghadiri liturgi,” tulis Uskup Agung Stanisław Gądecki dari Poznań dalam sebuah pernyataan seperti dilansir CNA (10/03). “Salah satu fungsi gereja adalah menyembuhkan penyakit spiritual, maka tidak tidak masuk akal bahwa kita tidak berdoa di gereja kita sendiri,” tambahnya.

Menurut World Health Organization (WHO), terdapat 11 kasus coronavirus yang dikonfirmasi dari Polandia, dan tidak ada kematian. Sedangkan di seluruh dunia, ada 109.577 kasus yang dikonfirmasi, dan 3.809 jumlah kematian.

Uskup Agung Gądecki mengatakan dalam keadaan ini, para lansia dan orang sakit tidak wajib menghadiri Misa, dan bahwa tidak ada persyaratan untuk mengganti salam damai seperti sebelumnya dengan berjabatan tangan selama Misa. Kemudian ia mendaraskan doa bagi mereka yang telah meninggal akibat coronavirus dan semua petugas kesehatan.

“Mari kita berdoa untuk kesehatan orang sakit dan juga untuk para dokter, tenaga medis dan semua layanan yang berjuanga untuk menghentikan penyebaran virus ini agar epidemi ini segera berakhir,” tambah Mgr. Gadecki.

Mgr. Gadecki juga secara khusus menghimbau umat beribadah sesuai dengan tradisi Gereja Katolik untuk berdoa Trisagion dari Adorasi Salib hingga Jumat Agung.

Untuk diketahui, banyak Gereja di seluruh dunia telah mengeluarkan pedoman untuk berhati-hati dalam Misa, bahkan ada yang membatalkan Misa publik seluruhnya, karena wabah koronavirus yang berasal dari Wuhan, Cina akhir tahun lalu.

Herman Bataona,CMF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here