Umat Mengaku Dosa Secara Drive Thru dengan Imam Ini

654
Imam Keuskupan Agung Washington, Pastor Scott Holmer, mendengarkan pengakuan umat yang berada di dalam mobil, di halaman parkir Gereja St Edward Sang Pengaku Iman, Bowie, Maryland. (Andrew Biraj/ Catholic Standard newspaper / adw.org)
Umat Mengaku Dosa Secara Drive Thru dengan Imam Ini
4.8 (95%) 4 votes

HIDUPKATOLIK.COM — Sistem drive thru (kendraan lewat atau layanan tanpa turun/lantatur) biasanya kita temukan di restoran cepat saji. Ada juga bank yang memberikan pelayanan tarik tunai kepada para pengendara dengan pola seperti itu. Cara tersebut ternyata dipakai juga oleh seorang imam Keuskupan Agung Washington, Amerika Serikat, Pastor Scott Holmer, untuk mendengar pengakuan dosa umatnya.

Pastor Paroki Santo Edward Sang Pengaku Iman, di Bowie, Maryland itu mulai mendengarkan pengakuan dosa secara lantatur sejak pertengahan bulan Maret lalu. Model pelayanan seperti ini muncul terkait pandemi Covid-19. Atas persoalan tersebut, Keuskupan Agung Washington mengeluarkan sejumlah kebijakan, antara lain meniadakan kegiatan gereja termasuk Misa untuk umum.

“Di sinilah, kami, para imam, harus kreatif untuk membawa Kristus kepada umat ketika kami tidak bisa melakukan itu di gereja…demi (umat tetap bisa dilayani secara) menjaga keamanan dan tak menambah penularan kepada umat dan yang lain,” tulis Pastor Holmer di situs parokinya, www.stedwardbowie.org, Senin, 16/3/2020.

“Tentu saja ini merupakan sumber kesedihan karena tidak ada dari kita yang dapat menghadiri Misa bersama sebagai sebuah komunitas karena masalah kesehatan yang mengancam bangsa kita dan dunia. Saya meminta Anda untuk menyatukan doa-doa Anda dalam Misa yang akan saya persembahkan secara pribadi setiap hari,” lanjutnya.

Di situs tersebut, sang imam juga mengumumkan bahwa dirinya bersedia untuk mendengarkan pengakuan secara lantatur di halaman parkir milik gereja. Umat yang ingin mengaku dosa bisa datang dan mengaku dosa dari dalam mobil. Sementara dia akan duduk di luar mobil dan mendengarkan pengakuan dari jarak hampir dua meter. Ia juga menambahkan, akan menutup matanya dengan kain bila umat tak ingin diketahui identitasnya dengan berbagai alasan.

Imam Keuskupan Agung Washington, Pastor Scott Holmer, menunggu umat yang ingin mengaku dosa, di halaman parkir Gereja St Edward Sang Pengaku Iman, Bowie, Maryland. (Andrew Biraj/ Catholic Standard newspaper / adw.org)

“Karena saya tidak dapat menjamin keselamatan fisik Anda dengan membuka gereja (untuk pelayanan umat), saya telah menyiapkan pengakuan dosa lantatur dan akan mendengarkan pengakuan dosa di tempat parkir Gereja untuk menjaga jarak enam kaki (1,8 meter) sementara para peniten (yang mengaku dosa) tinggal di mobil mereka,” ungkap Pastor Holmer.

Demi memudahkan proses itu (pengakuan lantatur), termasuk mengatur lalu lintas kendaraan bagi umat yang antri untuk mengaku, Pastor Holmer sudah meminta seorang seminaris -yang kebetulan “diliburkan” semenjak seminari di keuskupan agung itu ditutup sementara- untuk mengatur kendaraan dan permintaan layanan umat.

“Ini menjadi masa Prapaskah dari biasanya. Saya percaya Tuhan mengundang kita untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan menawarkan kesempatan untuk berkorban bagi mereka. Ini Prapaskah yang luar biasa bagi kita semua,” kata Pastor Holmer.

Imam Keuskupan Agung Washington, Pastor Scott Holmer, mendengarkan pengakuan umat yang berada di dalam mobil, di halaman parkir Gereja St Edward Sang Pengaku Iman, Bowie, Maryland. (Virna Flores, Facebook)

Kepada Today.com, Kamis, 19/3/2020, Pastor Holmer menyampaikan, ia akan mendengarkan pengakuan selama 45 menit hingga satu jam pada Senin-Jumat. Kemudian untuk hari Minggu, ia akan duduk di halaman parkir gereja untuk mendengarkan pengakuan umat selama lima jam. “Tuhan menumbuhkan kerinduan kita akan sakramen dan kemampuan (kami) untuk membagikannya (kepada umat) dengan cara yang baru yang “radikal. Dengan ketidakhadiran mereka, kami menyadari betapa kami sangat merindukan (kehadiran) mereka,” ungkapnya.

Yanuari Marwanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here