Covid-19 Menyerang Komunitas Biara di Italia, 6 Suster Meninggal

472
Ilustrasi Seorang Biarawati Berdoa di Gereja (Dok. aleteia)
Covid-19 Menyerang Komunitas Biara di Italia, 6 Suster Meninggal
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Covid-19 kian menyebar ke dalam komunitas-komunitas religius di Italia. Salah satunya, biara yang anggotanya terpapar adalah rumah induk Biara Little Missionary Sisters of Charity yang terletak di Tortona, Italia Utara.

Dilansir dari Aleteia, 31/3, hampir setengah dari 40 biarawati dinyatakan positif terkena Covid-19. Empat biarawati yang terinfeksi telah dipulangkan dari rumah sakit, dan sembilan biarawati masih dirawat di rumah sakit, sedangkan enam lainnya tidak tertolong.

Keenam biarawati yang meninggal adalah: Sr. Maria Annetta Ribet (85), Sr. Maria Cristina Fontes (91), Sr. Maria Filomena Licitra (98), Sr. Maria Ulisia Felici (86), Sr.  Maria Caterina Cafasso (82), dan Sr. Maria Ortensia Turati, (89).

“Pada saat ini kami berbagi dengan kehidupan banyak orang di seluruh Italia dan di seluruh dunia. Saya percaya bahwa Tuhan memanggil kita hari ini untuk melayani di sini, dalam keadaan genting ini,” ungkap Pemimpin Biara Sr. Gabriella Perazzi seperti dilansir dari CNA,30/3.

Courtney Mares, dari Kantor Berita Katolik, melaporkan bahwa Biara Little Missionary Sisters of Charity dievakuasi oleh Palang Merah. Saat itu 19 orang dari jumlah mereka dirawat di rumah sakit. Kemudian, lebih banyak para biarawati yang dikirim ke karantina di lokasi yang berbeda. Dalam dua minggu sejak evakuasi dan karantina ini, enam saudara perempuan tertua mereka meninggal.

Sr. Gabriella mencatat bahwa ada enam biarawati lanjut usia yang tidak dapat dipindahkan dari rumah induk. Dia dan seorang biarawati yang lebih muda tetap tinggal untuk merawat kebutuhan medis mereka. Sr. Gabriella menjelaskan bahwa rumah induk tersebut berfungsi sebagai rumah pensiun bagi para biarawati yang telah menghabiskan hidup mereka untuk melayani.

Covid-19 telah menyerang Roma, termasuk komunitas religius di Italia. Terhitung lebih dari 10.000 orang di kota itu meninggal karena penyakit berbahaya ini dan diperkirakan Gereja Katolik Roma telah kehilangan hampir 80 imam.

Herman Bataona,CMF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here