Palawan Dikarantina, Seminari Buka Penampungan bagi Turis yang Terperangkap

63
Katedral Dikandung Tanpa Noda di Puerto Princesa, Filipina. | Jayzl Nebre-Villfania via Wikimedia (CC BY 3.0).
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM–Sebuah seminari di Filipina telah membuka pintunya bagi lebih dari selusin turis yang terperangkap. Para turis ini terperangkap sejak bulan lalu ketika pemerintah mewajibkan untuk memperpanjang penutupan wilayah karantina akibat pandemi covid-19. Untuk itu, Seminari Santo Joseph di Puerto Princesa menyediakan tempat berlindung bagi sekitar 18 orang turis yang sekarang terdampar di Provinsi Palawan.

Ketika para wisatawan memulai liburan mereka pada tanggal 11 Maret, pemerintah mengeluarkan perintah untuk menutup Palawan. Status karantinanya pun diperpanjang. Sebagai konsekuensi, semua penerbangan domestik dan internasional dibatalkan terhitung mulai tanggal 17 Maret sampai 12 April.

Alih-alih kembali, para pelancong terpaksa tinggal di penginapan sampai mereka kehabisan uang untuk membayar  makanan dan penginapan. Kemudian pemerintah setempat meminta bantuan dari Vikariat Apostolik Puerto Princesa. “Saya memberi tahu mereka bahwa kami siap membantu dan mereka bisa tinggal selama mereka membutuhkan tempat berlindung. Seminari terbuka untuk memenuhi kebutuhan orang-orang dalam situasi yang sama, terutama di masa krisis ini, ”tutur rektor seminari, Pastor Roy Vasquez.

Dengan sumber daya terbatas, Pastor Roy juga berharap pemberian sumbangan untuk kebutuhan logistik kedepannya. Ia sekaligus mengucapkan rasa terima kasih bagi mereka yang telah berbaik hati berbagi. “Tentu saja, sumber daya kita terbatas. Jadi, pada akhirnya ketika makanan habis, kami akan meminta bantuan atau sumbangan. Syukurlah sejauh ini banyak orang membagikan berkat mereka, jadi kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.

Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here