Paus dan Rabi Bertukar Salam Menyambut Paskah

101
Paus Fransiskus dengan Kepala Rabi Roma, Rabi Riccardo Di Segni saat berjumpa pada tanggal 27 April 2015. | Dok. Vatican News
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM— Memasuki masa liturgi penting bagi umat Kristen dan Yahudi, Pemimpin tertinggi umat Katolik dan Kepala Rabi Roma saling memberikan salamnya. Salam itu diberikan Bapa Suci pada kesempatan permulaan Hari Raya Yahudi, Pesach, atau Paskah (Passover), yang dimulai pada malam hari Rabu, 7/4, hingga berlanjut malam hari di tanggal 16 April tahun ini.

Dalam Tradisi Yahudi, Pesach adalah perayaan memperingati dimulainya eksodus orang Yahudi dari perbudakan di Mesir, sebagaimana dituliskan dalam Kitab Suci. Yesus sendiri merayakan pesta Paskah dengan para murid-Nya di Yerusalem, tepat sebelum menjalani masa sengsara-Nya, kematian dan kebangkitan-Nya. Peristiwa yang kemudian menjadi misteri khidmat Paskah dari iman Kristen yang dirayakan selama Pekan Suci dan berpuncak pada Hari Raya Paskah.

Paus Fransiskus dalam suratnya yang ditujukkan kepada Kepala Rabi Roma, Rabi Riccardo Di Segni turut mengundang umat Yahudi dan Kristen untuk memperbarui ikatan persahabatan dan komitmen terhadap mereka yang paling membutuhkan di masyarakat, khususnya dalam pergumulan dunia saat ini.

Paus yang hanya memiliki satu paru ini pun berujar dalam suratnya, “Semoga Yang Mahakuasa, yang telah membebaskan umat-Nya yang terkasih dari perbudakan dan membawa mereka ke Tanah Perjanjian, menemani Anda sampai hari ini dengan kelimpahan berkat-Nya.” Melansir surat kabar Vatikan, L’Osservatore Romano, Paus menyampaikan di akhir suratnya, “Saya selalu mengingat Anda dan mohon untuk terus mendoakan saya.”

Rabi Riccardo pun membalas surat itu dengan mencatat bahwa tahun ini adalah Paskah khusus di mana kehidupan normal telah terganggu oleh pandemi yang menciptakan suasana berkabung, ketakutan dan bencana ekonomi dan sosial.

Kepala Rabi Roma itu meyakinkan, “kita semua berkomitmen untuk membantu, menghibur, menelisik pemeriksaan hati nurani dan meminta bantuan Pencipta kita.”  Ia menunjukkan bahwa justru pada saat-saat inilah kita mengukur secara konkret nilai-nilai umum kepercayaan kita dan kebutuhan untuk bekerja sama demi kebaikan bersama.  Rabi Riccardo menyimpulkan, terlepas dari segalanya, ia berharap bahwa Paskah  tahun ini akan membawa damai, pembawa pembaruan dan kabar baik bagi dunia.

Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here