Kamis Putih Tanpa Pembasuhan Kaki, Kardinal Suharyo: Paling Penting Melaksanakan Pesan

107
Mohon Beri Bintang

USKUP Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo memimpin Misa Kamis Putih di Katedral SP Maria Diangkat ke Surga Jakarta, Kamis, 9/4, malam. Masih dalam masa pembatasan sosial akibat wabah COVID-19, umat mengikuti perayaan Ekaristi dari rumah.

Tidak seperti biasanya, perayaan Ekaristi Kamis Putih hari ini, tidak ada upacara pembasuhan kaki. Meski demikian, Kardinal Suharyo menyebutkan ada pesan tersirat dari situasi ini. “Upacara bukanlah yang paling penting. Yang paling penting adalah melaksanakan pesan dari upacara itu,” ungkapnya mengawali khotbah pada Misa pukul 21:00 ini. Kardinal menambahkan, pesan yang dimaksudkan adalah mengasihi sampai akhir dan sampai sehabis-habisnya seperti Yesus Kristus.

Misa Kamis Putih ini dilaksanakan secara konselebran bersama Romo Bernadus Christian Triyudo Prastowo, SJ dan Romo Steve Winarto. Meski berdiri di belakang altar yang sama, ketiga gembala umat ini tampak tetap menjaga jarak satu dengan yang lainnya.

Tidak ada misdinar yang ikut melayani dalam perayaan Ekaristi malam ini. Hanya tampak Kardinal bersama imam konselebran, dua lektor/lektris, serta dua imam lainnya.

Selain Youtube HIDUP TV, Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan RRI, serta beberapa saluran televisi lain turut menyiarkan Misa Kamis Putih ini. Di penghujung Misa, Kardinal Suharyo menyampaikan terima kasih kepada TVRI dan RRI yang menyiarkan Ekaristi Pekan Suci. Dia berharap penyiaran dengan jangkauan nasional ini dapat menjadi penghiburan dan berkat bagi umat Katolik di seluruh Tanah Air.

Hermina Wulohering

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here