Terinspirasi Kartini, Paroki Santa Theresia Bongsari Ungkapkan Tanda Sayang Kepada Tim Medis di 8 Tempat

176
Kepala Paroki Bongsari Gereja Santa Theresia, Romo Eduardus Didik Chahyono, SJ (paling kanan) memberikan bantuan kepada Puskesmas Krobokan, Kecamatan Semarang Barat pada Hari Kartini. | Dok. pribadi
Terinspirasi Kartini, Paroki Santa Theresia Bongsari Ungkapkan Tanda Sayang Kepada Tim Medis di 8 Tempat
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM— “Habis Gelap Terbitlah Terang”, demikian kata-kata pusaka dari Raden Ajeng Kartini, seorang Pahlawan Nasional yang memperjuangkan keberadaan Perempuan di tengah situasi penjajahan. Kata-Kata pusaka tersebut kini tampaknya sangat relevan di tengah perjuangan Bangsa dan Negara Indonesia mengatasi pademi covid-19. Situasi berat yang sedang kita lawan bersama ini dikuatkan dengan kata-kata pusaka Raden Ajeng Kartini yang memberikan harapan bahwa akan ada terang keadaan yang lebih baik.

Terinspirasi oleh kata mutiara tersebut, umat Paroki Bongsari Gereja Santa Theresia, Keuskupan Agung Semarang (KAS) memberikan ungkapan sayang ķepada tim medis di beberapa rumah sakit dan Puskesmas pada hari Selasa, 21 April 2020. Sebanyak 400 roti dan minuman bervitamin dibagikan kepada Tim Medis yang ada di Puskesmas Karangayu, Puskesmas Krobokan ,Puskesmas Bulu Lor, Puskesmas Poncol, Puskesmas Pegandan, Puskesmas Lebdosari, Klinik Soegiyopranoto dan Rumah Sakit Elisabeth.

Penyerahan bantuan kepada Puskesmas Poncol | Dok. pribadi

Kepala Paroki Bongsari Gereja santa Theresia, Romo Eduardus Didik Chahyono, SJ mengungkapkan, “Dari lubuk hati yang terdalam, kami memberikan roti dan vitamin sebagai bentuk sayang kami kepada tim medis.Kami berharap di tengah kepenatan bertugas,tim medis dapat terus menjaga kesehatan dan merasa bahwa masyarakat terus memperhatikan keberadaan tim medis. “ Romo Didik juga menyaksikan sendiri bagaimana para medis bersiaga penuh di puskesmas menggunakan alat pelindung diri yang mampu membuat sekujur tubuh banjir keringat. Ia juga merasakan betapa tim medis juga memiliki rasa was-was apabila tertular virus corona ketika pasien tidak jujur menyampaikan tanda-tanda penyakit dan riwayat perjalananya. “ Saya prihatin ketika masaih ada sebagian masyarakat yang abai dan meremehkan pandemi ini,” ungkapnya.

Kegiatan sosial ini dikoordinir oleh Ketua bidang Pelayanan Kemasyarakatan dan sekaligus tim gugus respon covid19,”Bersama Kita Peduli” Paroki Bongsari, Iwan Wahyudi. Ia menjelaskan,”Selain aksi peduli tim medis, kami juga telah memberikan bantuan kebutuhan pokok untuk umat Katolik dan warga dari 7 RT sekitar gereja. Kami rutin berbagi makan siang gratis tiap hari Kamis untuk masyarakat yang distribusikan dengan cara drive-thru.Kebetulan di sekitar kami juga ada satu keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri,kami pun membantu penyediaan multivitamin dan kebutuhan yang lain.” Iwan juga menambahkan bahwa paroki ini juga terlibat dalam gerakan peduli negeri yang dikoordinir oleh KAS dan gerakan sosial dari lembaga Serikat Yesus.

Terkait dengan situasi pandemi ini, Iwan juga merasa kuatir dan iba sebab banyak warga yang mengeluhkan kondisi sulit yang dialaminya. Ia pun berharap warga masyarakat dapat bahu membahu bergotong royong saling membantu antar warga tanpa perlu membeda-bedakan agama dan status sosial. Terlihat semua elemen masyarakat dengan kadarnya masing-masing mengalami dampak negatif dari pandemi covid19 ini.  Ia juga aktif mengingatkan warga untuk mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak berkerumun, jangan beraktivitas di luar rumah jika tidak penting, menjaga jarak, menggunakan masker dan tetap di rumah. “Semoga dengan semangat Raden Ajeng Kartini, kita terus bersemangat dan berpengharapan bahwa situasi gelap pandemi covid-19 ini akan berlalu dan terbitlah terang,“ harapnya.

Veronica Dwie Laksana (Semarang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here