John Paul II Foundation Indonesia Youth (JPII Youth) : Merengkuh Orang Muda untuk Mengalami Kasih Kristus

85
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Berlandaskan spiritulitas Santo Yohanes Paulus, JPII Youth mengajak orang muda tetap berjalan bersama Kristus di tengah kesibukannya.

Mariska Dharmajaya merasakan ada sesuatu yang hilang dalam aspek kehidupannya. Kemudian alumni Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat yang kerap disapa Mariska ini tertarik bergabung di John Paul II Foundation Indoensia Youth (JPII Youth). Kekosongan hati mulai terisi
saat ia bisa menemukan wajah Kristus di dalam komunitas JPII Youth. “Saya dapat merasakan damai dan sukacita, walaupun situasi hidup tidak berubah. Itulah damai sejati Kristus,” tuturnya.

JPII Youth merupakan bagian kepemudaan dari Yayasan John Paul II Cabang Indonesia. Yayasan ini didirikan oleh mendiang Paus Yohanes Paulus
II melalui Keputusan Kepausan di Roma pada 16 Oktober 1981. Yayasan ini sebagai organisasi keagamaan, pendidikan, amal dan nirlaba. Sejak itu, yayasan yang berlandaskan spiritual dari Karol Józef Wojtyła ini memiliki 16 chapter di seluruh dunia termasuk Indonesia. JPII Youth kemudian dimulai pada tahun 2012.

“Anggota JPII Foundation Indonesia melihat bahwa ada baiknya bila ada suatu komunitas untuk orang muda Katolik, dan mengingat juga bahwa Santo Yohanes Paulus II sangat mencintai dan mengingat semasa hidupnya ia mengadvokasi para muda-mudi, maka terbentuklah kami,” jelas Mariska.

Berbagi Pengalaman
Menurut Mariska, sesungguhnya JPII Youth sama seperti komunitas orang muda Katolik pada umumnya dengan tujuan agar dapat membantu orang muda menemukan dan melayani Tuhan.
“Perbedaannya, anggota kami adalah kebanyakan yang datang itu middle-class working professionals dengan kisaran umur 20-30 tahunan yang mencari komunitas untuk belajar lebih dalam
tentang iman Kristiani. Selain itu adanya kerinduan dari mereka untuk berelasi dengan teman seiman,” jelasnya. Anggota JPII Youth ada sekitar 400 orang, Mariska menambahkan, namun tidak semua aktif karena tergantung di mana lokasi dan waktu acara diadakan.

Dalam JPII Youth ada beberapa kegiatan rutin setiap bulannya. Mariska sebagai ketua baru, memiliki visi untuk membuat anggota komunitasnya bertumbuh dalam pengetahuan akan Kitab Suci. Untuk itu, Mariska membuat program fellowship night agar anggota bisa
berdiskusi dan akrab.

Fellowship night, diadakan pada Kamis pertama di setiap bulan. Pada sesi fellowship night ini, Mariska menjelaskan, salah satu dari komite akan memimpin sesi diskusi berdasarkan salah satu bacaan injil dengan tema yang ditentukan.

“Memang akan ada sedikit pengajaran, tapi fokus kami lebih pada ke sharing experience. Tujuan dari fellowship night adalah untuk saling menguatkan satu sama lain dalam iman, tahu bahwa orang lain juga mengalami permasalahan yang mirip, dan dapat lebih dekat juga secara relasi,” tuturnya.

Selain itu, ia bersama pengurus lain juga berusaha membangun kebiasaan untuk memiliki hidup doa yang teratur dan senantiasa mendoakan satu sama lain. Kebiasaan ini dibangun dengan membentuk tim doa. Kegiatan kedua dalam JPII Youth ini adalah Bible Study. Bible Study diadakan setiap Kamis ketiga dan keempat setiap bulannya.
Pada acara ini akan ada pengajaran oleh pastor ataupun pewarta untuk topik yang disampaikan pada minggu itu.

“Untuk tahun 2020, rencananya, JPII Youth akan merangkai topik-topik yang akan disampaikan pada sesi Bible Study ini, agar ada kesinambungan
dari semua pelajaran. Anggota yang hadir dapat merasakan adanya progress dalam pendalaman iman serta mengerti secara lebih garis besarnya, bukan hanya mendapatkan sepotong-sepotng dari tema yang berbeda,” ungkap Mariska.

Mariska menambahkan karena JPII Youth merupakan komunitas kategorial dan tidak menggantikan paroki, maka diadakan Misa setiap Sabtu kedua pukul 18.00 di Pacific Place.

Kegiatan berikutnya adalah Annual Retreat. Acara ini biasanya diadakan pada weekend selama dua hari satu malam sekitar bulan Agustus atau September. Tahun 2019, retret JPII Youth mengambil tema “Surrendering to God”, dipimpin
oleh Pater Laurensius Tueng,OFM pada tanggal 31 Agustus – 1 September di Taman Bukit Palem Resort, Bogor. Lalu, seminggu sebelum Natal 2019, JPII Youth juga mengadakan Christmas Gathering. Selain makan malam bersama dan tukar kado,
Christmas Gathering ini dibuka dengan Bible Study.

JPII Youth juga terjun langsung di masyarakat. Dalam setahun, komunitas ini bisa mengadakan 3-4 kali baksos. Pada acara baksos ini, Mariska menjelaskan, anggota dapat melakukan berbagai
aktifitas seperti berkunjung ke panti jompo, mengajak teman-teman dari panti asuhan untuk bertamasya bersama, bekerjasama dengan Komunitas Sant Egidio untuk menyediakan makanan dan pelajaran bagi teman-teman di sekitarnya, memberi pengobatan gratis di rusun, dan sebagainya.

Teladan YP II
Sesuai dengan namanya, JPII Youth semakin meneladani dan menyebar cinta yang Santo Yohanes Paulus II miliki tehadap orang muda Katolik. Mariska mengutip salah satu kutipan dari Santo Yohanes Paulus II. “Dear young people, let yourselves be taken over by the light of Christ, and spread that light wherever you are.”

Dalam JPII Youth, Mariska dan timnya ingin memanggil para orang muda kembali untuk menemukan Kristus, mengalami kasih-Nya yang dalam, dan meneladani-Nya dalam kehidupan sehari-hari agar mereka memiliki kehidupan rohani. “Kami ingin membuat sebuah komunitas yang menjadi seperti keluarga, di mana kami dapat saling membantu dan membangun satu sama lain. Kami ingin melakukan kegiatan lebih banyak lagi
namun tim kami masih kecil. Jadi kami selalu mencari orang yang ingin melayani dan membantu,” ungkapnya.

Mariska berharap agar anggota dapat menemukan Kristus dalam hidup mereka, dan mengimani harapan dan kebenaran yang Kristis berikan. “Kami membuka hati agar dapat dijamah oleh-Nya, diubah hatinya agar selalu mencari Dia, meneladani hidup-Nya, dan melayani-Nya,” pungkasnya.

Yola Salvia/Karina Chrisyantia

HIDUP NO.02 2020, 12 Januari 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here