Devia Alexandra: BERI SEMANGAT POSITIF

27
Devia Alexandra (Dok. Pribadi)
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM SEJAK menamatkan kuliah di Jurusan Akuntansi dari Universitas Sebelas Maret tahun 2017, Devia Alexandra langsung buka usaha angkringan dan catering bernama “BOSS CATERING” di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Memanfaatkan kemajuan teknologi, selain melayani makan di tempat, dia juga melayani pembelian secara online.

Meski usaha yang masih kecil, namun tidak menghalanginya membantu sesamanya. Ketika penumpang Kapal Lambelu dikarantina di Sikka Convention Certer (SCC) awal April lalu dan terjadi hiruk-pikuk di Kota Maumere, terkait virus korona, orang-orang panik, nuraninya terusik.

Dia memikirkan kebutuhan makanan penumpang yang dikarantina dan petugas kesehatan. Dia membayangkan suasana batin mereka akibat kekhawatiran terjangkit ko-rona, ditambah lagi kekurangan makanan. Dia lalu membawakan bubur kacang untuk me-reka dan snack lain. “Yang saya punya hanya makanan. Itu pun tidak banyak,” ujarnya.

Setelah melihat aksinya termasuk lewat media sosial,  banyak pihak lain yang ikut berbagi dengan para penumpang bahkan untuk petugas di posko Covid-19. “Orang suka membantu asal ada yang menggerakkan dan kasih contoh,” ucap putri dari Simprisius Boseng (Alm.) dan Agatha Tupon ini.

Karena tidak bisa meninggalkan warungnya, Devia lalu membuat program lain untuk tetap bisa membantu. Dia menyisihkan sejumlah lunch box hasil jualannya. Pengunjung boleh membayar dengan sejumlah uang atau menukar dengan masker kain.

Uang dan masker yang terkumpul dia bagikan  kepada para pedagang. “Ada yang menukar satu lunch box dengan 4-5 masker. “Itulah yang saya bagi-bagikan kepada pedagang di Pasar Alok,” jelas anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Ketika ditanya, apa motivasinya, warga Paroki St. Thomas Morus ini menjawab, “Saya hanya mau memberi semangat positif di tengah korona ini. Itu pun tidak seberapa.”

Emanuel Dapa Loka

***

Mgr. Stepan Sus (catholicnewsagency.com)

Mgr. Stepan Sus

Uskup Termuda di Dunia

IMAM muda ini baru tiba dari Washing-ton D. C, Amerika Serikat. Ia baru saja mengikuti 10K Marines Marathon bersama para veteran Ukraina.  Dua hari kemudian, ia mendapatkan kabar mengejutkan. Paus Fransiskus telah mengonfirmasi penunjukan Pastor Stepan Sus sebagai Uskup Kuria di Kepatriakan Agung Kyiv-Halyč, Ukraina, pada 15 November 2019. Ia dipilih dalam Sinode Para Uskup Gereja Katolik Yunani-Ukraina secara kanonik.

Gereja Katolik Yunani Ukraina merupakan salah satu Gereja Katolik Timur dengan Ritus Bizantium. Penunjukan seorang uskup dilakukan dalam Sinode Para Uskup Gereja Katolik Yunani-Ukraina, lantas dikonfirmasi oleh Paus. “Ketika otot-otot ini masih sakit, saya mendapat kabar bahwa saya harus melanjutkan maraton baru dalam kehidupan Gereja,” ujar Mgr. Stepan seperti diberitakan catholicnewsagency.com, (14/1/2020).

Ia menerima kepenuhan rahmat imamat dalam tahbisan episkopal Minggu, 12 Januari 2020 di Katedral Kyiv. Uskup Agung Kyiv-Halyč, Mgr. Sviatoslav Shevchuk sebagai penahbis utama. Ia mendapat gelar Uskup Titular Zygris.

Saat terpilih, usianya baru 38 tahun 39 hari. Artinya, ia menempati urutan pertama sebagai uskup termuda di dunia saat ini. Ia tak sendiri karena urutan uskup termuda di dunia yang pertama hingga kesembilan ditempati para uskup dari Ukraina.

Ia pernah berkarya sebagai pendamping militer. Peraih gelar master teologi dari Universitas Katolik Lublin ini juga pernah menjadi Pastor Paroki St. Garrison Lviv. “Allah yang memberikan tugas ini. Jadi, saya juga tidak terlalu peduli dengan tugas berat di Kuria. Saya tahu, bersama Allah semua kesulitan pasti dapat diatasi,” tegas Mgr. Stepan.

Y. Prayogo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here