Paus Tunjuk Imam Chicago Jadi Uskup Koajutor Peoria

129
Imam asal Keuskupan Agung Chicago, Pastor Louis Tylka ditunjuk Paus Fransiskus untuk menjadi Uskup Koajutor Keuskupan Peoria | Cruxnow
Paus Tunjuk Imam Chicago Jadi Uskup Koajutor Peoria
3.5 (70%) 2 votes

HIDUPKATOLIK – Paus Fransiskus telah menunjuk Pastor Louis Tylka, seorang imam di Keuskupan Agung Chicago untuk menjadi uskup koajutor dari Keuskupan Peoria, Illinois. Penunjukan uskup koajutor ini diumumkan pada 11 Mei di Washington oleh Nunsius Vatikan untuk Amerika Serikat, Mgr. Christophe Pierre. Pastor Louis yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-50 pada 26 Mei nanti, pada akhirnya akan menggantikan Mgr. Daniel R. Jenky, 73, yang telah memimpin keuskupan Peoria selama 18 tahun. Usia pensiun normal untuk seorang uskup adalah 75 tahun.

Uskup koajutor baru ini adalah imam yang melayani Patoki St. Julie Billiart di Tinley Park dan Ketua Dewan Presbiteral Keuskupan Agung Chicago. Ia lahir pada tanggal 26 Mei 1970 di Harvey, Illinois. Ia mengambil pendidikan di Sekolah Menengah Katolik Marian di Chicago Heights sebelum mendaftar di Seminari Niles College yang merupakan bagian dari Universitas Loyola Chicago. Dari sana, ia memperoleh gelar Bachelor of Arts (BA). Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke Seminari Mundelein dan mendapatkan gelar sarjana dalam bidang teologi dan gelar “Master of Divinity”. Kemudian ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 18 Mei 1996.

Tugas barunya sebagai imam dilaksanakan sebagai pastor pendamping di Paroki St. Michael Orland Park kemudian berlanjut ke Paroki Saints Faith, Hope and Charity di Winnetka sebelum diangkat menjadi Pastor Paroki Mater Christi North Riverside pada tahun 2004. Selesai melayani di sana, ia ditunjuk menjadi Pastor Paroki St. Julie Billiart sejak tahun 2014.

Dalam video yang diunggah oleh situs web resmi Keuskupan Peoria, Pastor Louis mengungkapkan rasa syukurnya. “Dengan kerendahan hati dan kekaguman oleh iman dan dalam Roh Kudus, saya menerima panggilan dari Tuhan dan Gereja-Nya,” ungkapnya. Di lain pihak, sebuah pengumuman dari Keuskupan Peoria mengatakan bahwa uskup yang ditunjuk itu dikenal sebagai seorang yang suci, pendoa, murah hati dalam pelayanan, dan tahu bagaimana mendorong talenta orang lain dalam pelayanan kolaboratif.

Uskup Peoria, Mgr. Daniel pun memberikan komentar atas penujukkan Pastor Tylka yang akan menggantikannya. “Atas nama semua imam, diakon, religius yang setia dan umat Keuskupan Katolik Peoria yang bergabung dengan saya untuk mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada Tuhan Yang Mahakuasa dan kepada Bapa Suci kita Paus Fransiskus atas penujukkan ini,” ujarnya. Ia pun menyatakan bagaimana beberapa tahun terakhir ini ia mengalami masalah mobilitas akibat radang sendi dan tulang belakang. Seekitar setahun yang lalu, ia mengajukan petisi kepada Paus Fransiskus untuk bantuan dalam administrasi keuskupan. “Saya sangat berterima kasih kepada paus karena mengabulkan permintaan saya dan mengirimi kami gembala yang baik ini,” ucap Mgr. Daniel.

Mgr. Daniel pun menambahkan bahwa koajutor, yang telah melayani di paroki-paroki sejak penahbisannya pada tahun 1996 ini akan membawa talenta yang luar biasa, semangat dan kepribadian yang hangat untuk melayani Allah dan sesama di pusat Illinois. Uskup yang telah berperan dalam penyematan kudus kepada Uskup Agung Fulton Sheen ini menyakinkan bahwa uskup koajutor baru akan mendapat sambutan hangat.

Pastor Louis akan menjadi koajutor kedua dalam sejarah 143 tahun Keuskupan Peoria. Pada tahun 1987, Uskup John J. Myers ditahbiskan dalam peran itu, melayani bersama Uskup Edward O’Rourke selama tiga tahun dan kemudian menggantikannya, kemudian menjadi uskup agung di Newark, New Jersey. Dalam pesan videonya, Pastor Louis mengatakan dia “terperangah” ketika Nunsius menelepon untuk memberi tahunya tentang penunjukan itu. “Saya berdoa Roh Kudus akan terus mendukung saya sehingga saya mampu menanggapi dengan murah hati panggilan Tuhan ini,” katanya.

Pastor Louis menyatakan rasa terima kasih kepada Mgr. Daniel atas sambutan hangat dan dukungannya. Tak lupa, ia pun memberikan pesan kepada para imam di Keuskupan Peoria. “Saudara-saudara, saya berjanji untuk mendengarkan Anda, untuk menghormati pengalaman hidup Anda saat menggembalakan umat Anda, dan saya berharap untuk melayani dan bekerja bersama Anda di tahun-tahun mendatang,” katanya. Komitmen yang sama, lanjutnya, ditujukan kepada para biarawan dan biarawati, diakon. Ia juga menyatakan keinginan kuat untuk bertemu dengan para seminaris diosesan. “Saya sangat menantikan untuk bersama umat Tuhan di Peoria segera. Anda bisa mengajari saya tentang tiap paroki di keuskupan. Sampai saat itu tiba, marilah kita saling mendoakan,” pungkasnya. Sampai saat ini, tanggal penahbisan belum ditetapkan.

Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here