Anthony Dio Martin : Untuk Paroki dan Pesantren

161
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ketika Tahun Baru dan Natal, motivator Anthony Dio Martin, langsung ingat nama Pastor Firminus Cong, OFM Cap, pastor
parokinya dulu di Paroki Stella Maris Siantan, Pontianak, Kalimantan Barat. Ketika Anthony masih di bangku SD, ayahnya yang berprofesi sebagai supir bus antar kota meninggal dunia. Sejak itu kesulitan ekonomi makin membelit
keluarganya. “Keluarga kami mengalami kesulitan ekonomi,” ujar Martin. Sang ayah meninggalkan 8 anak yang belum mandiri.

Ibu mereka harus putar otak dan memeras keringat. Dia rela mengerjakan apa saja, yang penting bisa mendapatkan uang. Dia pun menjadi tukang cuci karung goni bekas di Sungai Kapuas, tukang cuci baju di rumah-rumah tetangga. Karena
kerja keras, sang ibu kadang sakit, namun harus tetap bekerja.

Melihat perjuangan sang ibu, Pastor Firminus jatuh hati dan memberi perhatian kepada Martin dan saudara-saudaranya. “Tiap Natal, Beliau selalu membagikan kemurahan dari para donator kepada kami. Kami dapat baju dan makanan. Betapa berartinya pemberian itu. Saya tak pernah lupa, suatu malam Natal, pastor memanggil saya untuk mengambil kado Natal di pastoran. Ada baju-baju bekas serta makanan. Karena terharu, saya menangis sesenggukan di depannya. Saya ucapkan terima kasih. Pastor berkata, ‘Kalau kelak kamu punya uang, bantulah yang membutuhkan’”.

Saat itu, ujar Martin, ia berjanji untuk memenuhi permintaan pastor itu. Dan, benar! Sampai saat ini, salah warga Paroki Bunda Hati Kudus, Kemakmuran, Jakarta ini berdonasi secara rutin untuk beberapa panti asuhan dan panti jompo.

Lantas, apa resolusi Martin untuk 2020? Bersama timnya, Martin akan mencanangkan program #SaveOurYouth. Dia merasa perlu memberi perhatiaan kepada orang-orang muda. Program ini terinspirasi dari bukunya yang ke-18 berjudul “Ketika Pintar Saja Tak Cukup”.

Dalam program ini, bersama 400 trainer berlisensi Essential Lienced Trainer (ELT), ia akan memberi pelatihan di sekolah, paroki hingga pesantren, seputar pentingnya karakter bagi anak remaja. Training akan diberikan kepada para guru, pembina
agama, orangtua, secara gratis sepanjang tahun 2020.

Emanuel Dapa Loka

HIDUP NO.03 2020, 19 Januari 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here