Umat Italia Terharu Dapat Kembali Ikuti Misa Publik

490
Umat Italia Terharu Dapat Kembali Ikuti Misa Publik
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM— Di sejumlah daerah di Italia, perayaan keagamaan ditangguhkan terhitung sejak 23 Februari. Ini adalah awal dari tiga bulan tanpa partisipasi dalam Misa. Di Roma, rasa haru itu jelas terasa. Melansir romereport beberapa umat memberikan tanggapan seperti, “Ini adalah momen sukacita besar ketika kami diberitahu bahwa bisa menerima sakramen lagi.” Sedangkan lainnya berujar, “Sebagai orang percaya yang taat, saya sangat senang kembali ke gereja dan berpartisipasi dalam Misa.”

Kehadiran masal umat mengikuti Misa sekarang diperbolehkan, tetapi langkah-langkah keamanan kesehatan yang ketat tetap bisa membuat frustasi bagi sebagian orang. Salah seorang umat memberikan komentar, “Kemarin, saya terkejut ketika saya kembali dan melihat ada jarak di bangku. Sungguh menyakitkan melihat itu.”

Relawan paroki harus memastikan agar tidak terlalu banyak orang berada di dalam gereja sekaligus. Cairan pembersih tangan pun harus disediakan di pintu masuk. Jika bangunan memungkinkan, pintu masuk dan keluar harus berbeda. Para pastor paroki telah menaruh tanda pada bangku agar tak diisi sepenuhnya untuk menjamin jarak keselamatan.

Air suci tidak lagi tersedia, dan salam damai tidak diberikan. Disarankan para imam membagikan komuni dengan mengenakan masker dan sarung tangan, serta gedung gereja dibersihkan sesering mungkin. Pihak Militer juga turut membantu di beberapa paroki di Roma. Sedangkan, paroki lain diketahui menyewa jasa perusahaan pembersih khusus untuk mencegah kerusakan karya seni.

Kepala Paroki Santa Maria delle Grazie al Trionfale Roma, Pastor Antonio Raimondo Fois menuturkan, “Kami berusaha memahami kebutuhan umat beriman yang ingin kembali mengikuti Misa. Kami belum aman, karena kami masih belum yakin bagaimana virus akan berkembang dengan musim baru.”

Vatikan juga memenuhi tanggung jawabnya, mensterilkan basilika sebelum dibuka kembali. Selain itu,  ditempatkan tanda peringatan di alun-alun untuk menghindari pelanggaran jaga jarak. Lalu lintas udara praktis tidak ada, seperti juga turis. Untuk saat ini, satu-satunya tempat yang dapat dikunjungi adalah paroki lokal atau sekadar berdoa di basilika. Hal ini  dikarenakan pemerintah Italia tidak akan mengizinkan warganya bepergian ke berbagai daerah hingga Juni mendatang.

Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here