SISI GELAP IMAN

58
SISI GELAP IMAN
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM SEORANG umat mengatakan kepada saya, ia galau ketika mendengar, ada pastor yang pindah menjadi pemimpin agama lain, lalu menjelek–jelekkan kekatolikan. Yang unik adalah ia ini mulai merasa, ada banyak pertanyaan tentang iman Katolik, yang tidak ia ketahui. Mulai hari itu, ia menanyakan banyak hal tentang iman Katolik. Baru belakangan, dia mengatakan, sempat ragu dengan iman Katolik karena berbagai pergunjingan di media. Secara batin, ia mengalami iman ini sungguh membantu dia, tetapi karena ia mendengar banyak dari media, yang mempertanyakan iman Katolik, ia mulai merasa ragu. Pertanyaan tentang Tritunggal Mahakudus, Yesus sungguh Allah-sungguh ma-nusia, dan berbagai ta-nya soal iman Katolik, menjadi hal yang tak sanggup di-terima nalarnya.

Pengalaman satu umat ini, bisa mewakili banyak orang Katolik Indonesia. Be-berapa gem-puran terhadap iman Ka-to-lik, menjadi hal yang tampaknya se–dang memberi efek viral di tengah du-nia media. Di satu sisi menjadi berita buruk bagi kita, tetapi di sisi yang lain, menjadi berita positif. Dalam pe-ngalaman umat yang saya jumpai itu, kegalauan iman membantu dia mencari dan mencoba memahami. Ini kesempatan yang baik untuk Gereja, mengingat ada pasar baru umat, yang perlu memperdalam pemahaman imam. Para imam dan lulusan Fakultas -Teologi tentu adalah pribadi yang mempunyai tanggung jawab membantu umat.

Iman Katolik memang didekati melalui dua hal: -pengalaman dan pengetahuan. Pengalaman iman itu dipupuk melalui berbagai macam upaya mulai dari doa-doa pribadi, dukungan dari keluarga, kebersamaan dengan umat di lingkungan, sampai dengan berbagai macam bentuk peribadatan, mulai dari liturgi resmi Gereja yang meliputi berbagai sakramen dan ibadat ha-rian, sampai kepada ber-bagai macam devosi. Penga-laman iman ini adalah hal yang penting dan dimiliki banyak umat. Hanya, kadang berhenti kepada ritualisme, karena tidak memberi ruang kepada “sapaan personal” Tuhan yang dalam Kitab Raja-raja ditemukan di dalam -Angin Sepoi-sepoi basah (Raja 9: 12).

Gereja membantu umatnya memahami iman Katolik dari segi pengetahuan, melalui berbagai bentuk pendampingan, mulai dari pendampingan katekumen, komuni pertama, calon manten, pengolahan iman dalam masa Adven, APP, maupun pada Bulan Kitab Suci Nasional. Tentu juga, hal ini dileng-kapi dengan pelajaran agama di berbagai jejang pendidikan. Di berbagai tempat, mulai dikenal kursus teologi sederhana untuk menunjang pengetahuan iman. Di dalamnya dikaji pemahaman iman dan ditawarkan untuk melengkapi pengalaman iman.

Di balik dua macam pengembangan iman ini, terdapat kegelisahan, bahwa umat tidak berminat belajar memahami iman. Maka, umat ter–biasa menjadi umat yang devotif, te–tapi kurang dari segi pemahaman. Di sini, bisa jadi ada dua masalah yang saling berke-lindan. Di sisi para teolog dan lulusan fakultas teologi, ada kesulitan untuk mengajarkan iman, sementara di sisi umat ada keengganan memperdalam pema-haman tentang iman.

Di tengah situasi ini, genderang yang digaungkan di media sosial bisa menjadi blessing in disguise. Umat mulai gelisah karena keengganan mereka memahami iman berujung ketidakmampuan menerangkan iman di hadapan media yang seringkali fulgar dalam hal menjatuhkan agama lain. Ini adalah medan pewartaan baru yang harus digarap. Mengingat media pewartaan kita selama ini, kurang mudah dipa-hami dan terasa ketinggalan zaman, maka bisa jadi perlu ada kolaborasi dengan “anak zaman ini”, untuk melengkapi pengalaman iman kita dengan penge-tahuan iman.

Keraguan dalam beriman itu baik karena membuat umat bertanya. Tatkala coba dijelaskan, orang -tidak lagi beriman secara buta. Tentu, iman tetap akan menyisakan ruang gelap karena otak kita tak cukup untuk menerka Tuhan yang mencipta kita. Namun, tidaklah bijak pula membiarkan umat terlalu gelap da-lam memahami imannya.

Romo M. Joko Lelono Imam Diosesan Semarang, sedang studi bidang Interreligious di UGM Yogyakarta

HIDUP No.21, 24 Mei 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here