Pastor Paulus Tolo Djogo, SVD: PROVINSIAL SVD RUTENG TERPILIH

42
(Dok. Pribadi)
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM PROVINSI Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD) Ruteng telah memiliki pemimpin yang baru. Dalam pengumuman pada tanggal 9 Mei 2020, Pater Paulus Tolo Djogo, SVD (54 tahun) terpilih menjadi provinsial. Saat dimintai tanggapannya, Pater Paul, sapaannya, masih belum kepikiran ingin membawa ke mana Provinsi SVD Ruteng yang meliputi tiga keuskupan, yaitu Ruteng, Denpasar, dan Weetebula.

“Nanti akan kami bicarakan dengan tim pimpinan SVD Ruteng. Bukan program atau kehendak provinsial saja,” ujarnya tersenyum. “Namun, secara umum rencana ke depan selalu sinkron dengan keuskupan di mana SVD Ruteng berkarya,” tutur penyandang gelar doktor  dari Academia Alfonsiana, Roma, Italia tahun 2017 ini. Ia mengatakan,  karena karya misi Gereja ada dibawah wewenang ordinaris wilayah (uskup setempat), SVD setempat pun menyesuaikan diri dengan reksa pastoral keuskupan.

Kelahiran Nuamuri, Flores, Nusa Tenggara Timur, tahun 1966 ini tidak menyangka akan terpilih menjadi provinsial menggantikan Pastor Yosef Masan Toron, SVD. Pemilihan ini tidak melalui kapitel, tetapi pemilihan tertutup. Kertas suara dikirim langsung oleh setiap anggota Provinsi SVD Ruteng ke Generalat SVD di Roma.  “Kami tidak seperti ordo atau serikat lain dalam sistem pemilihan,” ujar lulusan Seminari Mengengah St. Yohanes Berkhmans, Todabelu, Mataloko, tahun 1982 ini.

Karena situasi pandemi Covid-19, Pater Paul belum melakukan pertemuan dengan tim pimpinan, setelah terpilih. “Saat ini masih di rumah saja. Memeriksa skripsi mahasiswa dan merevisi bahan ajar dan doa,” kata dosen Teologi Moral di Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS), Ruteng ini.  “Untuk menjaga supaya tetap sehat, jalan-jalan sehat di hutan-hutan sekeliling Kota Ruteng ini,” tutur tahbisan imam pada 22 September 1993 ini.

***

Romo Christoforus Kristiono Puspo, SJ “Ngomporin” Ketahanan Pangan

(Ist.)

MENEROBOS Batas Solidaritas. Ini tagline yang diusung Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) dalam merayakan hari jadinya yang ke-58 tahun ini. “Lembaga ini harus menjadi pembawa berkat bagi teman-teman kita kaum lemah miskin tersingkir dan difabel (KLMTD) di mana pun kami hadir dan melayani,” ujar Direktur LDD-KAJ, Romo Christoforus Kristiono Puspo, SJ, yang secara khusus meminta doa dan dukungan saat memimpin Perayaan Ekaristi secara live streaming di Gereja Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga, Katedral, Jakarta, Minggu, 10/5/2020.

Selain Misa, LDD pada malam hari menggelar konser daring “Maria Dolorosa” yang melibatkan sejumlah seniman dan musisi. Saat pandemi Covid-19 ini, LDD menjadi garda depan KAJ dalam penyaluran bantuan bagi korban yang terdampak langsung. Bantuan ini termasuk pemberian alat-alat kesehatan kepada tim medis dan rumah sakit. “Selain itu, rencana kami ke depan masih tetap membagi-bagi nasi bungkus, sembako, dan mempersiapkan bagi voucher,” ujar Romo Kris, sapaan imam yang juga Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KAJ ini.

Melihat situasi yang belum menentu, Romo Kris mengatakan, LDD akan mulai mengarahkan langkah ke ketahanan pangan. “Kami akan menganimasi dan ngomporin ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan koperasi. Ini memang program PSE. Untuk itu, kami akan buat tim yang terdiri dari orang yang paham tanaman, sehingga kalau ada kesulian bisa jadi mentor,” paparnya.

Romo Kris mengatakan, kehadiran LDD saat ini menjadi semakin berarti dalam penanggulangan korban-korban wabah Covid-19 ini. LDD, bersama lembaga, relawan, donatur, dan siapa saja yang berkeinginan baik, sudah bahu-membahu menyalurkan bantuan sebelum diterapkannya pembatasan sosial.

Hasiholan Siagian

HIDUP No.21, 24 Mei 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here