Mark Wahlberg: MANTAN BANDIT PENGUASA HOLLYWOOD

34
Dok. Catholic News World
Mohon Beri Bintang

HIDUOKATOLIK.COM Dari masa remajanya yang kelam, Mark Wahlberg bangkit menjadi aktor sukses. Dia menjadi satu dari beberapa selebritas Hollywood yang percaya diri akan iman Katoliknya.

NAMA Mark Robert Michael Wahlberg tidak asing bagi penggemar film Hollywood. Sejak tahun ’90-an hingga kini wajahnya seakan tak pernah berhenti menghiasi panggung layar lebar. Mark pernah beradu peran dengan aktor Tanah Air, Iko Uwais, dalam film 22 Miles. Terbaru ia membintangi film komedi laga berjudul Spenser Confidential yang rilis di Netflix awal Maret lalu. Tak hanya sebagai aktor serta prosuder film layar lebar dan televisi, sebelumnya Mark juga populer sebagai musisi berkat debutnya tahun 1991 sebagai rapper bersama Band Marky Mark and Funky Bunch.

Bungsu dari sembilan bersaudara ini lahir dalam keluarga Katolik di lingkungan Dorchester di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Orangtuanya, Donald Edward Wahlberg, adalah supir ekspedisi, sementara ibunya Alma Elaine, perawat. Keduanya bercerai saat Mark berusia 11 tahun. Dalam wawancara dengan Forbes, Mark menuturkan ayah dan ibunya penyayang tetapi mereka sibuk. Sejak perpisahan orangtuanya, kehidupan Mark mulai berantakan. Dia sering kabur lewat jendela kamarnya dan pergi untuk minum-minum, berkelahi, dan mencuri. Dia bahkan terjerat kokain di usia 13 tahun. Sisa-sisa kenakalannya masih berbekas di luka di jemari tangannya. “Kami menginginkan apa yang tidak kami miliki,” katanya kepada Forbes.

Meski sedikitnya 20 kali Mark berurusan dengan kepolisian, Mark mulai berteman dengan pastor di parokinya, Pastor James Flavin. Dari penampilan Mark dalam persidangan-persidangannya, Pastor Flavin mengatakan dia melihat secercah masa depan Mark. Dalam suatu sidang, Mark menangis, meminta maaf hingga meluluhkan hakim. Namun ketika hakim berbalik, Mark melihat ke arahnya dan mengedipkan matanya. “Dasar bocah kecil. Itu adalah pertunjukan Academy Awards di pengadilan,” kenang Pastor Flavin dalam wawancara dengan CBS News, 21/11/2010.

Mark berada di posisi terendahnya ketika dia berusia 16 tahun, di mana dia putus sekolah untuk selamanya. Suatu malam bulan April 1988, saat mengisap ganja yang dicampur dengan narkoba jenis PCP bersama teman-temannya, Mark menyerang pria Vietnam dengan tongkat demi bir. Pria itu sampai kehilangan penglihatan. Mark juga menyerangnya secara verbal dengan kata-kata rasis. Dia menuai hukuman penjara selama 45 hari. Di balik jeruji dia melihat para napi. “Awalnya saya pikir baiklah, saya sudah menjadi salah satu dari mereka. Kemudian saya sadar, menjadi seperti mereka berarti begini. Saya ingin sesuatu yang lebih dalam hidup saya,” ungkapnya. Dia pun bertekad mengubah hidupnya dan kembali ke Pastor Flavin.

“Saya beruntung. Banyak teman saya yang lebih pintar, lebih lucu, dan lebih berkarisma tetapi tidak pernah mendapat kesempatan seperti saya. Sebagian besar dari mereka menjadi polisi atau penjahat,” tuturnya.

Mark kemudian mengikuti kakaknya, Donnie, terjun ke dunia musik. Dia sempat bergabung dengan boyband sang kakak yang hits kala itu, New Kids on the Block. Kemudian dia hengkang dan memiliki grup musik sendiri yang dikenal dengan nama Marky Mark and the Funky Brunch. Lagunya Good Vibrations, tahun 1990, menempati tangga teratas Billboard Hot 100 dan mendapat penghargaan platinum. Sayangnya, Marky Mark and the Funky Bunch bubar pada 1993. Pantang menyerah, Mark tetap bersolo karier.

Dunia Akting

Di tahun yang sama, Mark mulai melebarkan kariernya dalam dunia akting. The Substitute menjadi debut filmnya di televisi. Sementara debut layar lebarnya, Renaissance Man, tayang setahun kemudian, di mana ia beradu akting dengan aktor senior, Danny DeVito. Sejak itu namanya mulai dikenal sebagai aktor. Ia kerap disandingkan dengan aktor-aktor papan atas, seperti Leonardo Di Caprio.

Kesuksesannya tak lepas dari tangan sutradara Renaissance Man, Penny Marshall yang meneleponnya dan mengajak bermain film. “Ketika saya bertemu dengan Penny, saya sempat menolak. Namun dia menjawab, “Apa maksudmu? Kamu berakting sepanjang waktu, sekarang pun kamu sedang berakting. Selama ini kamu berakting seolah kamu keren, kamu berakting seolah kamu tangguh,” kenang Mark. Penny kemudian menyuruhnya pulang namun dengan catatan: kembali lagi untuk audisi. Mark menurutinya dan berhasil mendapatkan perannya. Berbagai ulasan film memberikan penilaian positif pada Mark. Kariernya sebagai aktor pun kian menanjak. Hingga saat ini, Mark telah membintangi sekitar 50 judul film.

Mark juga dikenal sebagai pebisnis dan mulai memproduseri film dan acara-acara televisi. Dia mengaku lebih memilih menjadi produser darpada berakting, salah satunya karena dia bisa menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama istri dan empat anaknya. Pria dengan tato Rosario di leher ini menikah dengan model, Rhea Durham di Gereja Gembala Baik Beverly Hills, 1/8/2009. Mark juga membangun kapel di rumahnya.

Dia menyadari telah melakukan banyak kesalahan di masa lalunya. “Saya masih punya waktu. Kedua orangtua saya bekerja keras demi menyediakan makanan di meja. Maka, saya ingin memastikan saya terlibat dalam setiap aspek kehidupan anak-anak saya. Saya sungguh-sungguh berusaha menanamkan berbagai nilai; iman adalah yang paling penting,” ungkapnya.

Dia menyebut banyak orang terjerat masalah, masuk penjara dan menemukan Tuhan. Namun, begitu mereka tidak membutuhkan Tuhan lagi, mereka pergi. “Tetapi saya mau menghabiskan sebagian besar hari saya untuk berterima kasih kepada Tuhan atas semua berkat yang telah diberikan kepada saya. Jika semuanya berakhir hari ini, saya akan senang. Saya mengalami perjalanan yang luar biasa,” ungkapnya.

Mark, si bocah nakal berubah menjadi family man yang menikmati kehidupan barunya bersama keluarganya. Mark tidak hanya mengabdi kepada keluarganya, dia juga menjadi orang Katolik yang taat. Mark adalah satu dari beberapa selebritas Hollywood yang terang-terangan menunjukkan imannya. Dia juga dikenal sebagai selebritas yang rajin mengikuti Misa harian, di mana pun dia berada. Bahkan ketika dia tidak sempat, dia akan mampir ke Gereja setempat selama beberapa menit untuk menghabiskan waktu yang dia sebut quality time bersama Yesus. “Menjadi seorang Katolik adalah aspek terpenting dalam hidup saya,” kata Mark seperti dikutip dari Catholic Herald.

Mark melihat apa yang terjadi dalam hidupnya adalah karena rencana Tuhan. “Tuhan yang membuat saya melalui ini semua dan menjadikan saya seperti saat ini karena suatu alasan,” renungnya. Dia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan amal dan mendirikan Mark Wahlberg Youth Foundation, yayasan yang membantu anak-anak yang membutuhkan. Dia juga membantu anak-anak di daerah asalnya dan kerap berpesan kepada mereka untuk tidak mengikuti jejaknya yang putus sekolah.

Dalam berbagai kesempatan dia selalu menyebut nama Pastor Flavin sebagai orang yang menyelamatkannya juga bapak spiritualnya. “Pastor Flavin telah hadir dalam hidup saya sejak saya berusia 13 tahun. Dia memberkati pernikahan saya dan membaptis semua anak saya,” ujarnya. Dalam Konferensi Nasional Direktur Diosesan AS, Mark menyampaikan doa untuk panggilan imamat. “Saya ingin anak- anak saya dan generasi yang akan datang memiliki imam-imam yang baik seperti yang saya dapatkan,” katanya. Tahun 2015, dia melayani sebagai pembawa acara Pertemuan Keluarga Sedunia bersama Paus Fransiskus di Philadelphia.

Dok. PopSugar

Mark Robert Michael Wahlberg

Lahir: Massachusetts,Boston,5Juni,1971 Istri: RheaDurham
Anak: EllaRaeWahlberg,MichaelRobert

Wahlberg, Brendan Joseph Wahlberg, Grace Margaret Wahlberg

Penghargaan: Academy Awards

• Nominasi Best Supporting Actor, The Departed, 2007

  • Nominasi Best Picture, The Fighter, 2011
  • Golden Globe Awards
  • Nominasi Best Supporting Actor – Motion Picture, The Departed, 2007

• Nominasi Best Actor – Motion Picture Drama, The Fighter, 2011

  • Screen Actors Guild Awards
  • Nominasi Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture, Boogie Nights, 1998; The Departed, 2007; The Fighter, 2011
  • British Academy Television Awards
  • Peraih Best International Programme, Entourage, 2007
  • Critics’ Choice Movie Awards
  • Nominasi Best Acting Ensemble, The Departed, 2007

• Nominasi Best Actor in a Comedy, Ted, 2013 MTV Movie & TV Awards

• Nominasi Best Villain, Fear, 1997 • Nominasi Best Dance Sequence, Boogie Nights, 1998

  • Nominasi Best Kiss, Invincible, 2007
  • Peraih Best On-Screen Duo; Nominasi Best Kiss; Nominasi Best Fight, Ted, 2013
  • People’s Choice Awards
  • Nominasi Favorite Movie Actor; Nominasi Favorite Action Movie Actor; Transformers: Age of Extinction, 2015

• Nominasi Favorite Dramatic Movie Actor, Deepwater Horizon, 2017 Teen Choice Awards

• Nominasi Choice Movie Actor: Drama, We Own the Night, 2008

• Nominasi Choice Movie: Chemistry; Nominasi Choice Movie: Hissy Fit, The Other Guys, 2011

  • Nominasi Choice Movie: Fight, Ted, 2012
  • Nominasi Choice Movie Actor: Action, Lone Survivor, 2014

• Nominasi Choice Summer Movie Star: Male, Transformers: Age of Extinction, 2014

• Nominasi Choice Movie Actor: Comedy, Daddy’s Home 2, 2018

• Nominasi Choice Comedy Movie Actor, Instant Family, 2019

HIDUP NO.21, 24 Mei 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here