Segera Hadir “Netflix” ala Katolik

54
tampak depan wajah VatiVision
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COMDalam upaya mengimbangi budaya digital yang berkembang pesat, para pejabat tinggi Vatikan telah berkolaborasi dalam peluncuran “VatiVision”, layanan streaming berdasarkan permintaan baru yang bertujuan mempromosikan nilai-nilai Kristiani melalui film.

Melansir cruxnow, 5/6, Kepala Departemen Komunikasi Vatikan, Paolo Ruffini mencatat bahwa seringkali ada banyak masalah teoretis dan praktis dalam menemukan kebutuhan budaya, dan kemungkinan berbagi dan menawarkan produk berkualitas untuk membantu orang menemukan kembali iman dan keindahan. “Di sini kita memiliki keindahan untuk dapat menghubungkan masa lalu, masa sekarang dan masa depan sekaligus menawarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang kita semua miliki,” ujar Paolo merujuk VatiVision.

Pada bulan Oktober 2019, Vetrya, sebuah badan penelitian dan inovasi digital Italia dan kantor komunikasi Vatikan mengumumkan peluncuran layanan streaming multidevice on-demand yang menyediakan akses ke serial televisi, dokumenter, dan film yang terinspirasi oleh agama Kristen. Dipromosikan dengan slogan, “2020 tahun budaya, seni, dan iman dengan film”, layanan baru ini disponsori oleh UBI Bank. Pemirsa dapat mengakses www.vativision.com dan akan memiliki akses multi layar melalui perangkat televisi, laptop, tablet, dan ponsel pintar. Layanan ini juga akan tersedia di TIMvision, televisi dari salah satu penyedia layanan internet dan telepon seluler terbesar di Italia.

Layanan VatiVision akan tersedia untuk umum pada hari Senin, 8/6. VatiVision menawarkan berbagai konten, termasuk film asli seperti Lourdes, film dokumenter yang dirilis di Italia pada bulan Februari, dan serial televisi 2018, “I Grandi Papi”, atau “Paus Agung,” terinspirasi kisah Paus Yohanes XXIII, Yohanes Paulus II, Benediktus XVI dan Fransiskus. Layanan ini akan diluncurkan secara streaming dikemas dengan pidato dari pendiri VatiVision, perwakilan Gereja dan aktor dalam film dan seri yang tersedia. Klien tidak diharuskan membayar untuk berlangganan dan dapat membeli program tertentu.

Setelah diluncurkan di Italia, layanan ini akan meluas ke negara target “premium”, seperti Amerika Serikat, Meksiko, Argentina, Brasil, Spanyol, Kolombia, Filipina, dan Polandia, yang akhirnya berkembang ke negara lain.

Selama presentasi digital VatiVision di hari Kamis, 4/6,  Paolo memaparkan keunggulannya. Salah satu aspek paling berharga dari layanan baru ini adalah memiliki pendekatan untuk semua orang, di luar garis editorial yang ditawarkannya dalam hal nilai iman.  Ia menegaskan layanan ini bukanlah bersifat institusional, dari Vatikan atau Gereja, tetapi dari pebisnis yang mengerti betapa banyak permintaan di dunia untuk jenis produk ini. “Layanan ini untuk menemukan kembali kontribusi berharga bagi seni, budaya dan iman yang telah hilang dalam budaya sekali pakai,” tuturnya.

Paolo juga menekankan meskipun Vatikan telah mendukung proyek itu, ia tidak akan memiliki hak menentukan konten apa yang harus dipotong atau ditambahkan ke dalam katalog. Elizabeth Sola, delegasi administratif untuk VatiVision mengatakan, komite editorial akan memiliki perwakilan dari Gereja Katolik, pakar budaya, dan pakar dalam seni dan film.

Konten khusus juga akan diberikan sekitar liburan dan acara-acara besar, seperti Natal, Paskah, dan kanonisasi orang-orang kudus. Meskipun bercita-cita menjadi layanan streaming seperti Netflix, Paolo bersikeras VatiVision dirancang untuk audiens yang lebih spesifik. Sementara Netflix dan situs streaming lainnya memasukkan bagian tentang spiritualitas, dengan beberapa seri yang diilhami iman Katolik seperti HBO / Sky “The Young Pope” dan Netflix “The Two Popes”.

Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here