TANTANGAN BARU KOMSOS

14
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM SEDIANYA Keuskupan Atambua di Nusa Tenggara Timur akan menja­di tuan rumah penyelenggara­an Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) menyam­but Hari Komunikasi So­sial Sedunia pada Minggu, 24 Mei 2020 lalu. Namun karena Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, Atambua harus me­nunggu hingga tahun depan, pada perayaan yang ke-55.

Covid-19 tidak hanya membatalkan aca­­­­­ra Komisi Komunikasi So­sial (Komisi Kom­­­­sos), tapi ju­ga membawa tan­ta­ng­­­an ba­­ru bagi Komsos di tingkat dunia, nasional,­­­­ keuskupan, dan paroki. Karena tantangan baru yang luar bia­sa ini, seperti kita saksikan se­telah ada protokol beribadah dari rumah, Komsos men­jadi ujung tom­bak dalam pewartaan. Semua ibadat yang digelar secara live streaming (daring­­), memaksa Komsos untuk secepat kilat mampu melayani kebutuhan rohani umat di rumah atau komunitas masing-masing.

Paus Fransiskus memang sudah meng­hen­­tikan Misa secara live streaming da­ri Santa Marta, Vatikan, karena kondi­si Vatikan dan Italia yang secara ber­angsur-ang­sur membaik. Basilika Santo Petrus pun sudah dibuka kembali sejak pekan lalu. Namun di sejumlah negara, termasuk Indo­nesia, kondisi Covid-19 masih amat meng­khawatirkan. Pemerintah belum meng­­izin­kan membuka kembali rumah iba­dah. Kendati pada pekan lalu, sejumlah fa­silitas umum akan mengujicoba new nor­mal, termasuk rumah ibadah dengan protokol.

Dalam kondisi ini, Komsos di semua le­vel harus terus bekerja keras melayani kebu­tuhan umat dengan siaran yang ber­kualitas. Tampaknya, Komsos tak memadai lagi jika hanya melakukan live streaming. Kom­sos dituntut menyediakan konten-­konten yang mampu memuaskan dahaga umat akan menu rohani yang ‘lezat’.

Kini Komsos memasuki era baru yang tidak terbayangkan sebelumnya bahwa pro­­sesnya akan  berlangsung secepat ini. Ter­­gerusnya media cetak yang selama ini masih menjadi andalan hingga ke titik nadir (lonceng kematian), menjadi tantang­an tersendiri bagi para pegiat Komsos di mana pun berada. Era digital yang sudah berproses sejak abad yang lalu, kini ber­gerak­­­ demikian cepat, dahsyat, dan tidak terhentikan.

Komsos harus keluar dari sarang zona nya­­man, rutinitas seremonial tan­­pa inovasi. Saatnya Komsos melompat jauh ke de­pan, bagaimana meng­isi dunia maya de­ngan konten menarik, memanfaatkan tek­nologi yang serba digital ini untuk pewartaan. Jikalau Paus Franiskus mengajak umat memaknai Hari Komsos tahun ini dengan tema menenun cerita, para pegiat Komsos harus mampu menerjemahkannya­­­ dalam aktivitas ko­mu­nikasi sosial dan program ke depan.

Selama masa pandemi ini, kita layak mem­beri apresiasi kepada para pegiat Kom­sos di mana pun melayani. Namun, tan­tangan maha dahsyat sedang membentang di depan seiring dengan porakporanda yang ditimbulkan Covid-19. Tantangan ini tentu saja tidak mungkin ditimpakan ke bahu Komsos semata. Semua komisi, di paroki maupun keuskupan, perlu bersiner­gi merumuskan kembali arah karya pewar­taan ke depan. Dan, bagaimana Komisi Kom­sos memainkan peran strategisnya da­lam situasi baru itu.

HIDUP NO.23, 7 Juni 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here