Gereja Katolik di Inggris Bersiap Menerima Umat Mulai 15 Juni

81
Sebuah catatan dari seorang imam terlihat di pintu Gereja Katolik Malaikat Suci di Hale Barns, Inggris, 5 Mei 2020, selama pandemi COVID-19.| CNS via Cruxnow.
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM— Prelatus terkemuka Inggris memuji keputusan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson untuk mengizinkan gereja dan tempat ibadah lainnya dibuka untuk doa pribadi mulai 15 Juni mendatang. Sejak 23 Maret, Inggris melakukan kebijakan isolasi tempat umum guna menghentikan penyebaran covid-19. Umat pun dilarang berkunjung meski hanya untuk doa singkat. Hal ini berbeda dengan negara Eropa lainnya seperti Italia dan Irlandia.

Seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris mengatakan kepada BBC bahwa Boris memahami betul pentingnya memiliki tempat untuk merenung dan berdoa. “Terhubung dengan iman mereka dan meratapi kepergian orang yang mereka cintai selama pandemi sangat penting di masa ini,” ungkap jubir tersebut. Menanggapi ini, Ketua Konferensi Waligereja Inggris dan Wales, Kardinal Vincent Nichols mengatakan juga dalam sebuah pernyataan bahwa ia sangat berterima kasih kepada keputusan pemerintah.  “Ini adalah langkah terukur pertama dalam memulihkan praktik iman kita yang lebih normal dan akan disambut oleh banyak orang,” ungkap Kardinal Nichols seperti dilansir cruxnow, 8/6.

Uskup Agung Westminster ini juga berterima kasih atas kesabaran umatnya untuk menantikan hari baik tersebut. “Saya berterima kasih kepada semua orang atas kesabarannya. Adalah penting dengan hati-hati memastikan kesiapan gereja. Persiapan kami berlangsung dengan seksama agar doa pribadi di gereja dapat aman dan nyaman,” jelasnya. Kardinal Nichols juga mengatakan bahwa tidak setiap Gereja Katolik akan dibuka pada 15 Juni sebab keputusan untuk membuka masing-masing gereja diputuskan secara lokal. “Langkah pertama ini memungkinkan kita semua untuk belajar mempersiapkan umat menggunakan gereja bagi perayaan Misa dan Sakramen sesuai anjuran keamanan pemerintah. Ini semua dilakukan terutama demi mereka yang paling rentan,” ujarnya lagi.

Perlu diketahui, Keputusan Boris Johnson hanya berlaku untuk Inggris, karena pelonggaran pembatasan isolasi berada di bawah wewenang pemerintah bagian Inggris Raya. Di lain sisi, Irlandia Utara mengizinkan membukan gereja untuk doa pribadi mulai bulan lalu, sedangkan tanggal pembukaan untuk tempat ibadah belum diumumkan untuk Skotlandia atau Wales.

Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here