Paus Fransiskus akan Merayakan Hari Raya Corpus Christi di Basilika St.Petrus

131
Paus Fransiskus memberkati dunia dengan Sakramen Mahakudus. (ist)
Paus Fransiskus akan Merayakan Hari Raya Corpus Christi di Basilika St.Petrus
4.3 (85%) 4 votes

HIDUPKATOLIK.COM— Paus Fransiskus akan merayakan Misa untuk Hari Raya Corpus Christi (juga dikenal sebagai Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus) di Basilika Santo Petrus pada hari Minggu, 14 Juni. Liturgi akan ditutup dengan perarakan Sakramen Mahakudus. Diketahui sejumlah kecil umat, sekitar lima puluh orang akan berpartisipasi dalam liturgi bersama Bapa Suci. Melansir vaticannews, 9/6, Misa akan disiarkan langsung oleh Media Vatikan mulai pukul 9:45 waktu Roma atau pukul 2:45 siang WIB.

Berbeda dengan tahun lalu, Paus Fransiskus tercatat merayakan Misa Corpus Christi dari Gereja Santa Maria Consolatrice di lingkungan Casal Bertone Roma. Kemudian tahun sebelumnya, Bapa Suci merayakannya di lapangan di depan Paroki Santa Monica Ostia, luar kota Roma. Pada awal kepausannya, sejak tahun 2013 hingga 2017, Paus Fransiskus selalu merayakan liturgi ini di Katedral Roma, Basilika Agung St. Yohanes Lateran, diikuti oleh prosesi Ekaristi ke Basilika Santa Maria Mayor.

Sejarah Perayaan

Hari Raya Corpus Christi dimulai pada abad ke-13. Bermula dari pengalaman mistik Santo Juliana de Cornillon di Belgia. Secara lokal perayaan ini didedikasikan untuk Ekaristi Kudus di Liège pada tahun 1247.

Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1263, seorang imam Bohemia yang berziarah ke Italia dilanda keraguan tentang kehadiran nyata Yesus dalam Sakramen Mahakudus. Saat merayakan Misa di kota Bolsena, ia mengalami mukjizat Ekaristi, ketika beberapa tetes darah tertumpah dari hosti yang dipecahkan setelah konsekrasi. Tahun berikutnya, pada tahun 1264, Paus Urbanus IV menetapkan Pesta Corpus Christi ke seluruh Gereja.

Dogma Gereja

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus sebagaimana sekarang dikenal untuk menghormati Yesus yang secara substansial hadir dalam Sakramen Mahakudus. Kebenaran kehadiran nyata Kristus dikonfirmasi pada tahun 1215 oleh Dewan Lateran Keempat. Kemudian pada tahun 1551, Konsili Trente secara definitif menegaskan kembali doktrin tersebut dalam sebuah bagian yang dikutip kata demi kata oleh Katekismus Gereja Katolik:

“Karena Kristus Penebus kita mengatakan bahwa apa yang Ia persembahkan dalam rupa roti adalah benar-benar tubuh-Nya, maka di dalam Gereja Allah selalu dipegang teguh keyakinan ini, dan konsili suci ini menjelaskannya kembali: oleh konsekrasi roti dan anggur terjadilah perubahan seluruh substansi roti ke dalam substansi tubuh Kristus, Tuhan kita, dan seluruh substansi anggur ke dalam substansi darah-Nya. Perubahan ini oleh Gereja Katolik dinamakan secara tepat dan dalam arti yang sesungguhnya perubahan hakiki (transsubstansiasi)” [KGK, 1376]

Felicia Permata Hanggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here