Paroki Santo Paulus Pekanbaru Bersiap Menyambut New Normal

106
Gereja Santo Paulus, jalan Sukarno Hatta, Pekanbaru, Riau.
Mohon Beri Bintang

PAROKI Santo Paulus Pekanbaru, Riau sudah melakukan persiapan untuk kembali membuka pelayanan Liturgi di gereja. Hal ini terlihat dari kkesibukan Komusi Komunikasi Sosial Paroki St. Paulus yang sedang mempersiapkan tayangan simulasi pelaksanaan misa selama Pandemi Covid-19, Selasa, 9/6/2020. Nantinya, video ini akan disebarkan bagi sekitar 15 ribu umat di paroki ini.

Tayangan ini akan menuntun umat untuk mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Sebagai contoh, di dalam video ini ditampilkan tempat mencuci tangan yang kini sudah disediakan di gereja. Selain itu, video juga memberi petunjuk, di mana umat akan mejalani pemeriksaan suhu sebelum masuk ke gereja. Selama pandemi, Paroki St. Paulus telah memberi tanda di setiap bangku untuk memberi jarak setiap umat yang ikut Misa.

Kepala Paroki St. Paulus, Pastor Franco Qualizza, SX menyebutkan, persiapan ini sebagai tanggapan atas surat edaran dari pemerintah yang mengharuskan setiap tempat ibadat melakukan persiapkan sebelum memulai pelayanan ibadat di masa new normal. “Kita sudah melayangkan surat permintaan izin untuk melaksanakan ibadah. Mulai dari RT/RW, Kelurahan hingga Kecamatan. Dan sekarang kita menanti balasannya. Semoga besok atau lusa sudah kita terima,” kata imam Serikat Xaverian kelahiran Italia ini.

Pastor Franco berharap, umat dapat secapatnya kembali bisa beribadat. Ia juga berharap, umat dapat mentaati setiap protocol kesehatan yang diarahkan paroki. Perwakilan Komisi Sosial (Komsos) Paroki Santo Paulus, Renata menjelaskan, video yang disiapkan paroki ini mengacu pada protokol kesehatan. Nantinya umat yang masih anak-anak dan lanjut usia sementara diminta untuk tidak ikut misa. Anjuran untuk tidak ikut Misa juga berlaku untuk mereka yang sedang sakit. Untuk itu, Komsos Paroki Santo Paulus tetao menayangkan Misa secara live streaming.

Gereja Paroki St. Paulus memang membutuhkan persiapan yang ekstra, gereja ini adalah gereja Katolik yang terbesar di Pulau Sumatera. Paroki St. Paulus masuk dalam wilayah penggembalaan Keuskupan Padang. Sejak awal berdirinya, Paroki ini dilayani oleh para imam dari Serikat Xaverian. Paroki ini adalah pecahan dari Paroki St. Maria Pekanbaru.

Setelah terpisah dari Paroki St. Maria, paroki ini telah melahirkan dua paroki baru yaitu Paroki St. Yohanes Perawang dan Paroki Kota Batak, kedua paroki ini dilayani oleh para imam dari Kongregasi SCJ.

 

Antonius E. Sugiyanto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here