LIMA BINTANG MENUJU “INDONESIA PULIH”

58
Mahasiswa Fakultas Kedoteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta melakukan praktik di Kampus Atma Jaya Pluit, Jakarta Utara. (Dok. Atma Jaya)
LIMA BINTANG MENUJU “INDONESIA PULIH”
5 (100%) 1 vote

hidupkatolik.com Atma Jaya Jakarta siap bertransformasi menghadapi tantangan baru pascapandemi Covid-19. Sinergisme setiap unit pendukung akan menjadi faktor penentu keberhasilan ini.

MERAWAT eksistensi pendidikan tinggi di tengah pandemi virus korona (Covid-19) bukan perkara mudah. Pandemi global memaksa stake-holder pendidikan menerapkan trans-formasi dengan metode pembelajaran yang masif, cepat, dan kompleks. Salah satunya, lewat sistem perkuliahan daring atau online learning (e-learning).

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Jakarta menjadi salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia yang menerapkan e-learning sebagai upaya melakukan transformasi, agar pendidikan tetap relevan,  terus berdampak, mampu menjawab tantangan zaman.

Di masa pandemi ini, Atma Jaya Jakarta, bahkan menjadi kampus pertama di Indonesia yang menerapkan e-learning. Atas penerapan ini, Atma Jaya memperoleh predikat bintang lima dari sebuah lembaga bermeterai internasional  QS Stars yang berpusat di London, Inggris.

Unika Atma Jaya mendapat penghar-gaan ini untuk kategori online learning. Penilaian QS Stars ini meliputi tiga kom-ponen utama, student-faculty engagement, student interaction, dan student services and technology. Atma Jaya mendapat lima bintang untuk komponen kedua dan ketiga. Sinergi ragam platform online ini menjadi kado teristimewa bagi Atma Jaya Jakarta saat merayakan ulang tahun ke-60, 1 Juni 2020.

Platform E-Learning

Rektor Unika Atma Jaya, Jakarta, Agustinus Prasetyantoko mengatakan, pro-gram pembelajaran daring sudah disiapkan jauh sebelum pandemi. Kampus ini telah memiliki kerja sama dengan Microsoft. Semua mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidikan memiliki fasilitas Office 365 gratis yang dapat diunduh pada telepon seluler, laptop, dan tablet.

Akses ke perpustakaan, jurnal online internasional, dan aplikasi menulis Bahasa Inggris, Grammarly dapat diakses dari mana saja.

Prasetyantoko menggarisbawahi, ada pilihan metode lain bagi dosen dan maha-siswa dalam melakukan pembelajaran online. Selain tersedianya Learning Mana-gement System (LMS) seperti Moodle dan Microsoft Teams, Office 365, Massice Open, AtmaZeds, dan AtmaLib. Sementara itu, platform Panopto digunakan untuk kebutuhan streaming atau recording video teaching yang sekaligus dapat dimanfaat-kan untuk presentasi slide atau resources.

Terkait Atmazeds, platform pembe-lajaran yang biasa disebut massive open online courses (MOOC), dapat diakses bukan hanya oleh mahasiswa Atma Jaya tetapi bisa oleh masyarakat umum. Platform ini sudah dalam format mobile application. Di dalamnya termasuk tersedia virtual lab bagi mahasiswa yang mengambil data science.

Setidaknya ada sekitar 50 program online courses yang dimiliki Atma Jaya Jakarta terkait  Science, Internet of Things, Artificial Intellegence, Ilmu Kedokteran, Psikologi (anak berkebutuhan khusus), Ekonomi, Komunikasi, dan Teknobiologi. “Platform ini merupakan komitmen kami dalam mengembangkan future skills di tengah perkembangan teknologi. Kebijakan ini dibuat untuk membantu mahasiwa agar mendapatkan akses pendidikan yang baik, khususnya mereka yang belum memiliki akses,” ujar Prasetyantoko.

Atma Jaya Jakarta juga memiliki Program Magister Administrasi Bisnis yang telah berhasil menyelenggarakan sidang proposal penelitian, untuk mahasiswa yang sedang menulis tesis melalui platform belajar daring. 

“Di saat krisis seperti ini, kita sebagai akademisi juga memberikan semangat kepada peserta didik kita. Prinsipnya selalu mencari jalan keluar dan berpikir positif. Kendala yang muncul karena adanya Covid-19 ini tidak menghalangi kita untuk menjadi kreatif dan produktif,“ jelas Kepala Program Studi Magister Administrasi Bisnis, Agung Nugroho.

Indonesia Pulih

Situasi pandemi akhirnya memang memunculkan gairah di setiap elemen di Unika Atma Jaya Jakarta untuk semakin proaktif. Saat ini, dua dosen dilibatkan dalam Tim Gugus Tugas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Penanganan Covid-19. Keduanya adalah Lukas dari Fakultas Teknik dan Irvan Faizal dari Fakultas Teknobiologi. Keduanya diharapkan terlibat dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Tim ini, diharapkan dapat meng-hasilkan produk-produk inovasi dan riset yang dihasilkan oleh anak bangsa, yang concern terhadap Covid-19 dalam kegiatan to prevent, to detect, dan to response,” ungkap Irvan.

Di tengah pandemi Covid-19, hal mendasar yang relevan untuk saat ini adalah melahirkan karakter Indonesia yang memiliki kepedulian sosial. Konkretnya, kepedulian sosial diwujudkan dengan usaha meewujudkan “Indonesia Pulih” dari Covid-19.

Ada banyak kegiatan yang telah dilaksanakan Atma Jaya Jakarta. Para karyawan Program Studi Farmasi meng-adakan bakti sosial pembagian hand sanitizer dan masker bagi para pekerja harian seperti tukang ojek online, tukang sampah, dan kurir.

Para dosen dari Program Studi Farmasi juga menyediakan pelayanan konsultasi secara online, yang menjawab beragam pertanyaan tentang obat.

Fakultas Kedokteran tak mau keting-galan, menggalang dana untuk membantu ketersediaan alat pelindung diri (APD). Hasil usaha ini bahkan telah didistribusi-kan ke 94 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Kepala Program Studi Farmasi, Fony Cokro mengatakan, ada panggilan hati membantu sesama yang menderita. Meski bantuan terasa kecil, tetapi sangat besar bagi mereka yang membutuhkan.

Fony berpendapat, kepedulian sosial menjadi penting di saat dunia sedang menghadapi pandemi. Kepedulian sosial ini berangkat dari panggilang jiwa sebagai ciptaan Tuhan.

Atma Jaya Jakarta juga membuka konsultasi online untuk membantu ma-syarakat yang mengalami gangguan psi-kologis seperti stres, cemas, dan bingung. Program ini digawangi oleh para psikolog baik dari kalangan dosen dan yang berkarya di Rumah Sakit Atma Jaya, Pluit.

Sedangkan Fakultas Hukum membuka konsultasi hukum online. Kegiatan ini menyasar korban pemutusan hubungan kerja, pegawai kontrak, ahli waris, dan siapa saja yang memiliki pertanyaan tentang masalah-masalah hukum yang muncul karena Covid-19 ini.

Dari sisi keuangan, para paktisi keuangan yang memiliki sertifikasi dari Kementerian Keuangan menyediakan layanan keuangan dan pajak bagi perusahaan dan organisasi secara gratis.

Aktivitas mahasiswa di Laboratorium Teknik Mesin di Kampus Atma Jaya Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten. (Dok. Atma Jaya)
Mahasiswa sedang belajar di perpustakaan Kampus Atma Jaya Semanggi, Jakarta. (Dok. Atma Jaya)

Inovasi New Normal

Untuk mendukung “Indonesia Pulih” dari pandemi Covid-19, butuh inovasi. Atma Jaya Jakarta melihat, perlu ada program untuk memasuki new normal sebagaimana diharapkan pemerintah Indonesia.

Prasetyantoko menjelaskan, ada tiga aspek yang sudah atau sedang dan akan diwujudkan.

Pertama, Fakultas Teknik sudah merencanakan launching robot yang akan membantu RS Atma Jaya Pluit. Robot ini bisa membantu tenaga kesehatan yang memiliki potensi tertular penyakit Covid-19. 

Kedua, Fakultas Kedokteran, Program Studi Ilmu Biomedik di awal Juni 2020 meluncurkan laboratorium yang mampu memeriksa sampel Covid-19.

Ketiga, ada program interdisipliner terkait tanggung jawab akademi normatif. Pascapandemi, masing-masing bidang membuat tulisan dan digabungkan dalam satu monograf.

Tak berbeda jauh, Ketua Yayasan Atma Jaya Claudia Wiwiek Dianawati Santoso mengungkapkan RS Atma Jaya menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Hingga saat ini RS Atma Jaya menyediakan pelayanan test antibodi SARS Cov-2 (metode Eclia), swab test, dan vaksinasi flu-influenza.

Pascapandemi, RS Atma Jaya akan menyiapkan pelayanan antibodi dan swab test secara drive thru atau kunjungan kepada para pasien. Selain itu, ada telemedicine yang bertujuan agar pasien menghindari berkunjung ke rumah sakit. “Lewat aplikasi ini, para pasien bisa mendaftar lewat WhatsApp atau telepon atau juga lewat video call. Hal ini bertujuan membantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Yusti H. Wuarmanuk

HIDUP NO.24, 14 Juni 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here