Mantan Tentara Jadi Ketua Konferensi Waligereja Austria

116
Ketua Konferensi Waligereja Austria (Österreichische Bischofskonferenz) baru, Mgr. Franz Lackner, OFM. | Dok. Keuskupan Salzburg
Mantan Tentara Jadi Ketua Konferensi Waligereja Austria
5 (100%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.COMKonferensi Waligereja Austria (Österreichische Bischofskonferenz) telah mendapatkan ketua baru. Ia adalah Uskup Agung Salzburg, Mgr. Franz Lackner, OFM. Uskup berusia 63 tahun itu menggantikan Kardinal Christoph Schonborn (75) yang  sudah menjabat selama 22 tahun.

Mgr. Franz tumbuh di sebuah pertanian kecil di Styria, sebuah negara bagian di Austria selatan. Setelah menyelesaikan masa studi, ia mulai magang sebagai tukang listrik. Keputusannya untuk menjadi seorang imam berkembang di Siprus ketika ia bergabung sebagai tentara perdamaian Austria untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kemudian ia memutuskan masuk Ordo Fransiskan pada tahun 1984 dan mengambil nama Franz (red: Fransiskus). Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1991. Usai mempelajari teologi dan filsafat di Wina dan Roma, ia mengajar metafisika di Roma.

Pada tahun 1999, ia menjadi Ketua Provinsial Fransiskan di Wina. Ia juga mengajar filsafat di Universitas Kepausan di Heiligenkreuz. Lalu pada tahun 2002, ia diangkat menjadi uskup auksilier di Keuskupan Graz-Seckau. Pada November 2013, ia diangkat menjadi Uskup Agung Salzburg. Sejak 2015 ia telah menjadi wakil ketua Konferensi Waligereja Austria.

Konferensi Waligereja Austria terdiri dari 15 anggota, termasuk sembilan uskup. Sekitar 5 juta umat Katolik tinggal di Austria dihitung dari 55% populasi. Kardinal Schonborn sendiri mengambil alih sebagai ketua Konferensi Waligereja Austria ketika negara masih belum pulih. Banyak orang menyanjung kepemimpinannya karena berhasil melakukan dialog dengan kelompok pembangkang dan umat Katolik yang tidak puas dengan negara. Pada Agustus 2001, Kardinal Schonborn mengatakan diskusi yang sedang berlangsung antara awam Austria dan pejabat Gereja adalah tanda keragaman di Gereja Katolik dan bukan merupakan indikasi ketegangan serius.

Felicia Permata Hanggu

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here