Ikuti Hati Nurani, Diplomat Portugis Selamatkan Ribuan Nyawa

96
Diplomat Portugis, Aristides de Sousa Mendes |Media Vatikan
Ikuti Hati Nurani, Diplomat Portugis Selamatkan Ribuan Nyawa
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COMMenandai tanggal 17 Juni sebagai Hari Hati Nurani, Paus Fransiskus memberikan pandangannya. Saat Audiensi Umum pada hari Rabu itu ia mengaku diilhami oleh diplomat Portugis, Aristides de Sousa Mendes mengenai kebebasan hati nurani. 80 tahun lalu, sang diplomat memutuskan untuk mengikuti hati nuraninya. Dengan itu, ia telah menyelamatkan ribuan nyawa orang Yahudi dan mereka yang sedang dianiaya.

Dalam pidatonya, Bapa Suci mengimbau bahwa kebebasan hati nurani selalu dan harus dihormati di mana pun. “Semoga setiap umat Kristen memberikan teladan mengenai konsistensi hati nurani yang jujur diterangi oleh Firman Allah,” ungkapnya.

Kembali Paus mengenang kebebasan hati nurani Aristides yang dipengaruhi oleh iman Katolik yang telah mengakar kuat dalam hatinya. Karena iman, sang diplomat berani mengabaikan perintah langsung pemerintahnya untuk tidak  membantu mereka yang membutuhkan. Maka selama Perang Dunia II, Aristides, meskipun mengetahui konsekuensi yang akan dia hadapi, tetap mengeluarkan visa untuk semua pengungsi terlepas dari kebangsaan, ras, agama, atau perbedaan politik.

Perasaan kemanusiaan dan keberanian ini menyebabkan ia mendapat pengucilan dari pemerintah Portugis. Dia tidak dapat melanjutkan pekerjaannya sebagai diplomat dan dilarang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Anak-anaknya juga dicegah mencari pekerjaan yang menguntungkan. Dia pun menghabiskan sisa hidupnya mencoba untuk membersihkan namanya tetapi diabaikan oleh rezim politik Portugis pada saat itu.

Aristides de Sousa Mendes meninggal dalam kemiskinan pada 3 April 1954 di Rumah Sakit Fransiskan di Lisbon. Namun bahkan pada akhir hidupnya dia tidak menyesal sedikitpun akan keputusannya. Ia tahu tindakannya adalah benar karena telah menyelamatkan ribuan nyawa tak berdosa. Seperti yang ia katakan sendiri, “Saya tidak bisa bertindak sebaliknya, dan karenanya, saya menerima semua yang menimpa saya dengan cinta.”

Felicia Permata Hanggu

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here