Cara Bersatu di Tengah Pandemi

90
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Pandemi Covid-19 menimbulkan efek yang cukup besar. Kesehatan terancam hingga merenggut nyawa, roda perekonomian berhenti, relasi antar manusia, dan sebagainya. Pandemi ini adalah teror sekaligus hantu yang menakuti semua orang. Covid-19 mengubah berbagai hal, termasuk dalam segi pendidikan.

Rektor Universitas Tarumanagara Agustinus Purna Irawan mengungkapkan, Covid-19 mengubah mengubah kehidupan kampus. Namun, ia berusha tetap mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswanya di kehidupan yang sudah terdampak ini. “Tetap bersyukur masih dapat melaksanakan tugas dan belajar dari rumah. Kemudian, tetap menjalankajn tugas dan tanggung jawab secara penuh dan  menjadi produktif di tengah keterbatasan,” ujarnya.

Selain itu,  Universitas Tarumanagara juga mengupayakan untuk mengupgrade kualitas pembelajaran juga kualitas laboraturium guna membantu dalam bidang kesehatan. Ia pun menekankan, masyarakat sudah mulai bebas, misalkan tidak menggunakan masker, lupa untuk cuci tangan, dan sebagainya. Baginya, penting untuk besatu melawan pandemi dengan cara, taat kepada aturan dan protokol yang ada.

Hal ini juga disetujui oleh Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut. Selain berbela rasa dengan sesama, Covid 19 tidak bisa dilkalahkan dengan kegiatan sosial. Justru yang paling mendasar adalah pengantisipasian pennyebaran covid dengan sosialisasi  bagaiaman protocol kesehatan karena kembali lagi, di Indonesia belum ada obatanya. “Dengan kegiatan sederhana seperti melakukan penyemprotan di gereja atau lainnya, bisa membangkitkan rasa humanisme dan  jiwa misionaris di tengah pandemi,” ungkap Brigitta.

Dir. Direktorat Pancasila Vox Point Indonesia Frederikus Fios dalam kesempatan yang sama menambahkan, adanya perubahaan manusia di saat pandemi, selain menjadi gelisah dan putus asa, rasa solidaritas mereka muncul dan ada perubahan kebiasaan, misalnya, karena adanya lockdown dan harus di rumah, mereka belajar berkebun. “Manusia masih memiliki kemampuan untuk membangun rumahnya dengan saudaranya, jadi semoga hubungan lintas agama pun terus berlanjut,” tandasnya.

Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Bidang Litbang menyelenggarakan Kolokium Covid 19 & Humanisme Katolik. Acara yang berlangsung selama dua jam ini disiarkan melalu zoom dan akun Youtube Pesparani Katolik pada Sabtu, 25 Juli 2020.

Acara ini mengundang beberapa narasumber, diantaranya, Uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus sunarko, OFM, Ketua STF Katolik Ledalero Romo Otto Gusti Ndegong Ladung, SVD, Dir. Direktorat Pancasila Vox Point Indonesia Frederikus Fios, Rektor Universitas Tarumanagara Agustinus Purna Irawan dan Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut.  Serta dipandu oleh Yeremias Jena dan sebagai host Lisa A.Riyanto.

Karina Chrisyantia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here