Pesta Puteri Bunda Hati Kudus: Soal Panggilan, Biarkan Tuhan Bekerja Dengan Cara-Nya

154
Para Suster PBHK yang merayakan Hidup Bakti/Yovita Helen
Pesta Puteri Bunda Hati Kudus: Soal Panggilan, Biarkan Tuhan Bekerja Dengan Cara-Nya
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.COM-MINGGU, 30/8, menjadi minggu penuh sukacita dan kegembiraaan bagi keluarga besar Tarekat Putri Bunda Hati Kudus (PBHK), Regio Papua. Hal ini sehubungan dengan beberapa peristiwa penting. Pertama, Tarekat PBHK merayakan hari ulang tahun Tarekat ke 146, sekaligus perayaan 25 tahun kehadiran Tarekat PBHK Provinsi Indonesia. Bersamaan dengan perayaan bersejarah itu, ada perayaan penting lainnya yang dialami para puteri PBHK. Sr. Yohana PBHK merayakan 60 tahun hidup bakti bersama Sr. Petronela PBHK (50 tahun), 40 tahun Sr. Adriana PBHK dan Sr. Sebastiana PBHK, 25 tahun Sr. Ancilla PBHK dan Sr. Emerentiana PBHK, juga pembaharuan kaul Sr. Chiara PBHK.

Perayaan ini dipuncaki dengan Misa Kudus yang dibawakan oleh Pastor Hendrikus Kariwop MSC bersama Superior Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) daerah Papua Pastor Joni Astanto MSC, dan Pastor Aloysius Batmyanik MSC.

Perayaan Ekaristi HUT 146 tahun kelahiran Tarekat PBHK dan pesta Hidup Bakti dan kaul kekal beberapa Suster PBHK/Yovita Helen

Selaras Kehendak Tuhan

Dalam pengantarnya, Pastor Hengky mengajak para yubilaris dan seluruh tamu undangan untuk bersyukur bersama Tarekat PBHK yang merayakan HUT ke146 didunia dan 25 Tahun Provinsi Indonesia juga merayakan hidup bakti dan atas rahmat panggilan suci para suster. Ia mengajak untuk melihat kembali perjalanan Tarekat dan anggotanya bahwa dalam perjalanan waktu yang panjang pasti ada kegembiraan, sukacita, juga tantangan, godaan, jatuh bangun bahkan diejek, cemooh, juga difitnah seperti Nabi Yeremia. Kendati demikian mereka setia sampai saat ini.

Para suster telah mempersembahkan diri, jiwa raga seutuhnya untuk Tuhan dan melayani sesama selaras dengan kehendak Tuhan. Seperti Santo Paulus mengatakan, “hidup yang selaras dengan kehendak Tuhan itulah ibadat yang paling utama.” Liturgi baru yang memiliki arti sejauh persembahan diri sendiri sebagai korban yang hidup untuk menghormati dan melayani Tuhan, menghormati diri sendiri hingga hidup bukan untuk diri sendiri tetapi berserah kepada Kristus. “Kita harus menunjukkan semangat rasa rindu yang besar dan haus yang mendalam akan Tuhan,” ujarnya.

Perayaan Ekaristi HUT 146 tahun kelahiran Tarekat PBHK dan pesta Hidup Bakti dan kaul kekal beberapa Suster PBHK/Yovita Helen

Sedangkan Pastor Alo Batmyanik MSC dalam khotbahnya mengupas tema syukur hari itu, “Syukur Atas Kasih Setia Tuhan.” Mengutip tema ini, Pastor Alo memulainya dengan pertanyaan, dimana letak kasih setia Tuhan itu? Apakah sekadar nampak dalam usia yang panjang 146 tahun kehadiran Tarekat PBHK atau asal merayakan atau sekadar prestasi yang diraih para yubilaris? “Jika kita bersyukur hanya sekedar sebatas prestasi dan lamanya usia dalam hidup membiara maka syukur kita menjadi tidak berarti,” sebutnya.

Mengutip Sabda Yesus, “Barangsiapa yang mengikuti Aku hendaklah ia menyangkal dirinya memikul salibnya dan mengikuti Aku…” Pastor Alo melanjutkan hidup kita harus sejalan dengan kebenaran yang diajarkan Yesus, dan itu hanya mungkin terjadi  ketika harus melepaskan keinginan-keinginan, ambisi, cita-cita yang pribadi yang setiap kali dapat menjadi hambatan bagi seseorang dalam berbuat dan mewartakan yang benar.

Para Suster PBHK yang merayakan pesta Hidup Bakti dan Pembaharuan Kaul Kekal bersama Pastor Hendrikus Kariwop MSC (depan, kedua dari kanan( dan Pastor Joni Astanto MSC, (belakang kanan) dan Pastor Aloysius Batmyanik MSC (belakang kiri)/ Yovita Helen

Ia melanjutkan, bila ingin mengikuti Yesus, apa misinya? Apa yang harus dibuat ketika Yesus memanggil untuk mengikuti Dia? Nabi Yeremia ketika dirinya terpanggil untuk mewartakan Firman Tuhan, Yeremia memberi diri meski ada rasa tak pantas dalam dirinya. Ia membawa hatinya yang membara dan membakar dia sehingga nyaman dan tenang dalam hidup dan harus melaksanakan firman Allah yang pada akhirnya mengalami kabahagiaan. “Untuk melaksanakan Firman Allah para suster bukan berdiri untuk berkotbah seperti para pastor tetapi syarat mutlak hanya menyerahkan dan mempersembahkan diri kepada-Nya,” ujarnya.

Menyebarkan Kerajaan Allah

Sr. Fransiska PBHK selaku Dewan Regio Papua mewakili Provinsial mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir, para donatur yang telah ambil bagian dalam pesta ini. Menurutnya, perayaan ini sebagai kesempatan untuk para suster bersyukur dan memuji Allah Bapa karena melalui  pendiri tarekat, Tuhan mewujudkan misinya menyebarkan Kerajaan Allah di dunia. “Luasnya cinta kasih Tuhan kepada umat manusia membuat sang pendiri PBHK terlibat bersama Gereja mewujudkan kasih Tuhan,” sebutnya.

Bersamaan dengan ini, para suster PBHK bersyukur  atas kasih setia Tuhan yang dialami oleh para yubilaris. Dengan mensyukuri penyertaan Tuhan bagi tarekat PBHK, semoga harta warisan tarekat dan semangat spiritualitas hati tetap hidup berkembang dan dikasihi diseluruh dunia. Ia mengajak untuk menghidupkan spiritualitas hati dan menjaga warisan rohani agar Hati Kudus Yesus semakin dikasihi dimana-mana dan selama-lamanya.

Sementara itu, Sr Adriana PBHK sebagai perwakilan para yubilaris dalam sambutannya mengatakan cinta Tuhan tidak pernah terbatas dalam perjalanan panggilan hidup mereka teristimewa menyukuri rahmat Tuhan yang senantiasa melimpah. Syukur boleh merayakan kehidupan membiara dan pembaharuan janji setia. Disadari bahwa dalam perjalanan hidup konggregasi yamg sudah berusia 146 dan para anggotanya yang merayakan hari ini, sebagai manusia tidak bisa berbuat apa-apa kalau tanpa campur tangan Tuhan.

“Kami hanyalah manusia lemah yang dipanggil masing-masing dari keluarga-keluarga yang sederhana dan biasa-biasa tetapi cinta Tuhan menumbuhkan cinta yang sederhana menjadi cinta yang besar untuk mengikuti Dia dengan setia, bukan karena kehebatan, tetapi kebaikan dan cinta serta kasih Tuhan yang perlu disyukuri,” ujarnya.

Ia pun masih terus, mengharapkan doa-doa, sapaan, dukungan dan teguran dari semua yang hadir untuk tetap mendoakan dan mendukung dengan caranya masing-masing. juga kepada para donatur dan siapa saja yang turut memberikan cinta dan perhatian, dukungan moril dan materiil yang medukung panggilan mereka hingga kini dirasakan sungguh berharga bagi perjalanan panggilan kini dan yang akan datang.

Yovita Helen (Merauke)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here