Batasan Berlebihan pada Misa di Tempat Terbuka, Uskup Agung San Fransisco Surati Walikota

156
Uskup Agung Salvatore Cordileone menggunakan masker di Taman Golden Gate setelah Perayaan Ekaristi (Dok. Keuskupan Agung San Francisco)
Batasan Berlebihan pada Misa di Tempat Terbuka, Uskup Agung San Fransisco Surati Walikota
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM – Uskup Agung San Fransisco, Salvatore Cordileone meminta Walikota San Fransisco London Breed dan pemerintah setempat untuk segera menghapus batasan yang dianggap terlalu berlebihan untuk Ibadah Umum di tempat terbuka.

“Khususnya bagi kami sebagai umat Katolik, menghadiri Misa dan menerima Tubuh dan Darah Kristus secara pribadi adalah sumber dan puncak iman kami, dan kami telah menunjukkan bahwa kami dapat merayakan Misa dengan aman,” tulis Cordileone dalam suratnya tertanggal 31 Agustus 2020.

Menurut Mgr. Cordileone, pembatasan pemerintah pada Misa di tempat terbuka merupakan perampasan serius hak-hak umat Katolik sebagai orang Amerika di bawah Amandemen Pertama dan juga kebutuhan spiritual semua orang beriman di wilayah Keuskupan itu.

“San Francisco adalah satu-satunya pemerintah yang membatasi pertemuan publik hanya untuk 12 orang di tempat terbuka. Keyakinan kita dan orang lain diperlakukan kurang penting daripada perjalanan ke toko elektronik, atau makan malam yang menyenangkan di teras kota,” tulis Mgr. Cordileone.

Seperti dilansir CNA, 31/08, selain melarang ibadah dalam ruangan, Departemen Kesehatan Wilayah San Francisco saat ini juga membatasi layanan ibadah di luar ruangan hanya untuk 12 orang. Wilayah larangan tersebut mencakup seluruh kota dan kabupaten Fransisco, termasuk Kabupaten San Mateo dan Marin, tempat di mana terdapat gereja ketedral.

Beberapa paroki di San Francisco, termasuk Katedral St. Mary of the Assumption, telah mengadakan Misa di tempat terbuka secara serentak untuk menyesuaikan dengan batasan 12 orang.

Kepada CNA, Keuskupan Agung San Fransisco, mengatakan bahwa mereka telah melakukan upaya mematuhi pedoman kesehatan masyarakat kota, meskipun kadang-kadang bingung dengan perubahan yang tiba-tiba pada kebijakan pemerintah. Mgr. Cordileone telah menunjukkan bahwa pada saat yang sama, pemerintah telah mengizinkan toko ritel untuk beroperasi dengan kapasitas 50%, juga terdapat banyak protes jalanan yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Kebaktian di luar ruangan adalah acara yang jauh lebih aman daripada protes, karena orang-orang tidak bergerak, jarak sosial sangat dipatuhi, dan para peserta memakai faceshield.”

Dalam memo tertanggal 30 Juli, Mgr. Cordileone menasihati para imamnya agar lebih rajin membawa sakramen kepada umat, termasuk merayakan Misa di luar ruangan setiap hari Minggu, dan memberikan Pengakuan dengan cara yang aman sesering mungkin. Institut Benediktus XVI untuk Musik Liturgi dan Ibadah Ilahi, mengeluarkan petisi pada 31 Agustus untuk mendukung pernyataan Cordileone yang menyerukan pencabutan pembatasan pada Misa.

Herman Bataona,CMF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here