Fransiskan Kehilangan Imam Sederhana yang Menerima Keterbatasan Sebagai Anugerah Tuhan

578
Romo Agustinus Bernardinus Sadji OFM
Fransiskan Kehilangan Imam Sederhana yang Menerima Keterbatasan Sebagai Anugerah Tuhan
5 (100%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.COM-KEKURANGAN fisik tak menghambat Romo Agustinus Bernardinus Sadji OFM dalam melayani. Selama lebih sisa hidupnya, Romo Sadji, sapaannya, melayani tanpa sekat. Banyak umat mengenalnya sebagai pribadi yang rendah hati. Ada yang menyebutnya, penyemangat umat dikala sakit. Ia berhasil menyempurnakan jiwa mereka yang menghadapi sakratul maut lewat Sakramen Perminyakan Suci di Rumah Sakit Sint Carolus, Jakarta.

Sayang, “sang penyelamat” telah pergi untuk selamanya. Karyanya berhenti di dunia pada Jumat, 4/9. Sekitar pukul 07.00, Romo Sadji, tutup usia di Depok, Jawa Barat. Ia meninggal dalam usia 78 tahun.

Imam Sederhana

Romo Sadji dikenal sebagai imam dengan satu lengan. Meski begitu, ia tak pernah lalai menjalankan tugasnya sebagai seorang alter Christus (Kristus yang lain) di dunia. Misal, saat bertugas di Paroki Hati Kudus Kramat, Keuskupan Agung Jakarta, ia tak pernah lalai memperhatikan orang-orang sakit. Bagi umat yang pernah merasakan pelayanannya, Romo Sadji adalah imam yang rendah hati, sederhana, dan murah hati.

Sebagaimana kesaksian Romo Albertus Purnomo, OFM, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Romo Purnomo menjelaskan kepergian Romo Sadji meninggalkan duka yang mendalam bagi umat katolik khususnya keluarga besar Tarekat Fransiskan (Ordo Fratrum Minorum/OFM) Indonesia.

Perihal meninggalnya, Romo Purnomo menambahkan Romo Sadji meninggal karena penyakit jantung. Sebelumnya, Romo Sadji pernah melakukan operasi jantung. Penyakit sudah lama diderita Romo Sadji.

“Romo Sadji adalah seorang Fransiskan yang sangat sederhana. Ia menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Ia setia memberi Sakramen Minyak Suci bagi orang-orang sakit. Sosoknya begitu menginsprasi. Ia sederhana dan tidak minder dengan keterbatasan fisiknya,” kenang Romo Purnomo tentang pribadi Romo Sadji.

Lanjutnya, meski Romo Sadji hidup dengan keterbatasan yang ada, ia menjadi andalan bagi setiap umat. Ia selalu dicintai umat bukan karena belaskasih semata, tetapi kebijaksanaannya. “Ia melayani dengan apa adanya, menerima semua itu sebagai berkat Tuhan,” tutur Romo Purnomo.

Satu keistimewaan Romo Sadji adalah menerima imamat sebagai pemberian Tuhan yang terindah dalam hidupnya. Panggilannya dijalani dengan sukacita. Hal ini Nampak dalam caranya bersosialisasi dengan orang lain. Ia penuh humoris, bercanda dan suka menghibur orang lain. “Beliau mengajar kepada orang muda tentang hidup dia yang sederhana, menerima keterbatasan yang dimiliki. Seluruh Fransiskan merasa kehilangan, tetapi hidup harus tetap jalan maju,” tambah Romo Purnomo.

Ibadah Pemakaman

Terkait teknis pemakamannya, Sekertaris Provinsi OFM Indonesia, Romo Stefan OFM, mengatakan, “Saat ini pengurus harian sedang membicarakan hal-hal teknis terkait pemakamannya dan nanti akan dikabarkan kepada semua umat.”

Berikut merupakan acara yang sudah disusun oleh Romo Stefan OFM. Ibadat Arwah akan dilaksanakan pukul 11.30 WIB di Novisat OFM Depok, berikutnya dilakukan pemberangkatan ke Gereja St. Paulus Depok pada pukul 14.00; dilanjutkan dengan Misa Requiem, dan yang terakhir dalam acara tersebut pemakaman di Kalimulia Depok.

“Bersama dengan Paroki St. Paulus Depok, mengajak saudara/i terkasih dalam melakukan Misa Requiem untuk Rm. Sadji, yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 4/9, pukul 14.00, Misa dilakukan secara live streaming,” ujar Romo Stefan.

Riwayat hidup :

06 Juni 1942                Lahir di Karanglo

01 Agustus 1965           Masuk Novisiat Fransiskus di Cicurug – Bogor

02 Agustus 1966           Kaul Perdana di Cicurug – Bogor

08 Desember 1972        Kaul Kekal Jakarta

27 September 1973       Tahbisan Imamat di Katedral – Jakarta

04 September 2020       Meninggal dunia di Depok

Tugas dan karya :

1974 – 1977                 Pelayanan Pastoral di Gamping – Yogyakarta

1977 – 1979                 Pelayanan Pastoral di Depok

1979 – 1980                 Pelayanan Pastoral di Pagal – Flores

1980 – 1986                 Pastor Rekan di Paroki Hati Kudus – Kramat Raya – Jakarta

1986 – 1989                 Pastor Rekan di Paroki Paskalis –  cempaka Putih – Jakarta

1989 – 2002                 Pastoral Rumah Sakit

2002 – 2005                 Pastor Rekan di Paroki St. Maria Ratu Para Malaikat – Cipanas

2005 – 2014                 Pastoral Rumah Sakit

2014 – 2020                 Menjalani Masa Pensiun di Kramat – Jakarta

Sonia Veronica/Yusti H. Wuarmanuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here