Memahami Sejarah dan Manfaat “Mazmur Yesus dan Maria” Dalam Kehidupan Sehari-Hari

106
dok.spiritusanti.org
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM-ORANG Katolik lazimnya memahami betul devosi yang dipraktekkan di bulan Oktober dan bulan Mei. Setiap bulan Oktober, Gereja universal mengajak umatnya mendaraskan doa kepada Allah lewat perantaraan Bunda Maria melalui rangkaian doa Rosario. Sedangkan bulan Mei, Gereja mengajak umatnya untuk mendekatkan diri kepada Bunda Maria, Bunda Kristus. Pertanyaannya sejak kapan adanya penetapan bulan Rosario ini?

Penetapan Oktober sebagai bulan Rosario dimulai pada tanggal 7 Oktober bertepatan dengan Pesta St. Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII tahun 1573, untuk mengganti nama peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan. Dalam promulgansinya nama “Ratu Kemangan” dilatarbelakangi oleh peristiwa kemenangan tentara Kristen atas Kesultanan Utsmaniyah Turki dalam pertempuran di Lepanto tanggal 7 Oktober 1571. Saat itu, kesultanan berusaha memperluas daerah kekuasannya, hingga Benua Eropa.

Dalam doa Rosario, devosi non-liturgi ini, umat diajak memahami karya penebusan Kristus di dalam 15 peristiwa sejarah keselamatan sambil mendaraskan satu kali Bapak Kami, 10 kali Salam Maria dan satu Kemuliaan, didahului pendarasan doa Aku Percaya, satu kali Bapak Kami, tiga kali Salam Maria, dan satu kali Kemuliaan.

Sumber Para Rahib

Dari berbagai sumber disebutkan, pada masa itu, doa Rosario seperti yang kita kenal saat ini, dianggap sebagai pemberian Bunda Maria kepada seorang kudus yaitu Santo Dominikus, pendiri Ordo Pengkhotbah. Hanya saja beberapa Teolog tidak bisa mendamaikan pemikiran ini. Ada satu alasan utama yaitu kebiasaan ini justru lebih banyak dipraktekkan oleh para rahib. Di zaman kehidupan monastik, para rahib biasanya mendaraskan setiap hari 150 buah mazmur (doa ofisi) yang kini kita kenal doa brevir yang masih dipraktekkan di kalangan biarawan-biarawati hingga kini. Kekhasannya adalah para rahib yang tidak bisa membaca atau memuji Tuhan lewat nyanyian mazmur, bisa menggantinya dengan doa Pater Noster (Bapa Kami).

Kebiasaan ini juga berlaku di tengah umat profan. Misal, para katekumen diharapkan mahir dalam menghafal doa Bapa Kami di samping Syahadat Para Rasul. Agar memudahkan mereka menghafal “tuntutan” doa, mereka biasanya menggunakan seutas tali bersimpul atau manik-manik. Tali itu digunakan menghitung doa Bapak Kami agar tidak lagi mengulang dari awal bila lupa.

Praktek ini diberi makna lebih yaitu sekitar abad-XI. Berkembanglah tradisi menghormati Bunda Maria dengan memberi salam bila seseorang melewati arca Bunda Maria. Memang belum ada doa Salam Maria, seperti yang kita kenal saat ini. Pun bila sudah ada, pendarasannya sangat singkat-hanya sebagian kata saja, “dan terpujilah Buah Tubuhmu”. Kata-kata ini diucapkan sambil memegang utas tali-begitu seterusnya hingga seluruhnya sesuai dengan yang dimintakan. Lambat laun, mulai berkembang kebiasaan menyebutkan doa Bapa Kami dan Salam Maria dengan total 150 kali, sesuai jumlah mazmur yang sebelumnya dideraskan oleh para rahib. Itupun dibagi menjadi tiga bagian dengan masing-masing harus didaraskan selama 50 kali. Inilah rangkaian Salam Maria 50 kali ini lantas disebut doa korona (mahkota), yang mengingatkan kita pada rangkain bunga mawar atau hiasan-hiasan menyerupai mahkota yang dihias mengelilingi patung Bunda Maria.

Bagian Doa Salam Maria

Lalu doa Salam Maria, khusus bagian kedua… “Santa Maria Bunda Allah doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati amin”, secara resmi ditetapkan oleh Paus Pius V. Paus meresmikan terbitan brevarium (doa harian gereja) tahun 1568 , lewat proses yang panjang sebab bagian kedua doa ini baru diterima sejak abad XVIII. Sedangkan bagian pertama doa Salam Maria yang melukiskan kunjungan Malaikat Gabriel kepada Maria-sebagai peristiwa Penjelmaan Juru Selamat, yang kemudian diungkapkan Maria kepada Elisabeth menjadi panggalan doa yang digunakan untuk bagian pertama.

Meski bagian kedua diterima di abad XVIII, tetapi secara sah dua bagian ini telah didaraskan terus menerus di abad XII. Secara khusus, pesan doa ini agar umat Katolik dapat mengenang Lima Sukacita Santa Maria (Kabar Sukacita, Kelahiran Yesus, Kebangkitan Yesus, Kenaikan Yesus, dan Pengangkatan Maria ke Surga). Dalam perkembangan Lima Peristiwa Sukacita ini ditambahkan lagi dengan Peristiwa Penampakan Tuhan (epifani), dan Kunjungan Maria kepada Elizabeth hingga akhirnya menjadi Tujuh Sukacita Maria. Seabad kemudian (XIII), kebiasaan merenungkan Tujuh Sukacita Maria dipromosikan oleh Ordo Fransiskan dalam kebiasaan hidup doa mereka.

Manfaat Rosario

Pertanyaan bagaimana perbedaan pemahaman bulan Oktober dan bulan Mei. Secara singkat bisa disebutkan bahwa jika bulan Mei untuk menghormati Maria sebagai Bunda Allah yang memberi kehidupan bagi manusia, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan Rosario untuk mengenang kekuatan doa kepada Allah melalui Bunda Maria dengan sarana Rosario.

Meski demikian, hingga kini, sadar atau tidak sadar, umat Katolik makin memahami arti dan makna doa ini. Setiap bulan Mei atau Oktober, rumah-rumah umat selalu penuh. Anak-anak hingga orang tua lebih berminat mengikuti doa Rosario ketimbang pendalaman Aksi Puasa Pembangunan, pendalaman Aksi Advent Pembangunan, apalagi sharing Kitab Suci di Bulan Kitab Suci Nasional.

Di lingkungan, keinginan anak-anak mengikuti doa ini pertama-tama karena ingin mendaraskan doa Salam Maria di hadapan banyak orang yang menyaksikan. Seakan menjadi ajang uji kemampuan anak-anak. Dalam pengalaman, tidak saja dalam 50 pendarasan Salam Maria, anak-anak ingin mendoakannya lebih dari sekali. Alhasil mereka akan berpindah-pindah tempat agar mendapatkan kesempatan kedua mendaraskan Salam Maria.

Kembali lagi, meskipun para Teolog masih memperdebatkan perihal sejarah doa Rosario kepada St.Dominikus, Gereja mengakui bahwa dalam penampakan Bunda Maria kepada St. Dominikus dan Beato Alan de la Roche tahun 1460, ada 15 pesan utama yang disampaikan. Hingga saat ini, Mazmur Yesus dan Mazmur Maria dianggap memberi manfaat bagi orang-orang yang mendoakannya. Doa indah ini merupakan “ringkasan Injil” karena merangkum dan merefleksikan sejarah keselamatan yang dituangkan dalam Injil.

Berikut 15 janji Bunda Maria kepada mereka yang setia berdoa Rosario:

  1. Barangsiapa dengan setia menghormatiku dengan berdoa rosario, akan menerima rahmat yang istimewa
  2. Aku berjanji akan melindungi secara khusus dan memberi rahmat yang berlimpah kepada yang berdoa Rosario
  3. Rosario akan menjadi perisai yang ampuh melawan kejahatan, menghancurkan sifat-sifat yang tidak baik, mengurangi dosa, dan memberantas kesesatan iman.
  4. Rosario akan memperkembangkan kebajikan dan karya-karya yang baik, akan memberikan pengampunan dari Allah kepada jiwa-jiwa, akan menghapus kecintaan manusia akan harta benda duniawi dan segala kehampaannya, dan akan mengembangkan hasrat untuk memiliki kehidupan dan hal-hal yang abadi dalam diri manusia. Oh, semoga jiwa-jiwa akan menyucikan diriya sendiri dengan cara ini.
  5. Jiwa yang bersandar padaku dalam doa rosario tidak akan binasa
  6. Barangsiapa berdoa rosario dengan penuh kesungguhan dan kekhusukan, dengan merenungkan peristiwa-peristiwa yang suci, tidak akan ditimpa kemalangan
  7. Barangsiapa yang hidup dengan penuh kesetiaan terhadap rosario, tidak akan mati tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja Kudus
  8. Barangsiapa yang setia dalam doa rosario, akan mendapat rahmat Allah selama hidupnya dan lebih-lebih pada saat ajalnya. Pada waktu ajal mereka akan ikut menikmati pahala para suci di surga
  9. Aku akan membebaskan mereka yang penuh kesetiaan terhadap rosario dari siksa api penyucian
  10. Mereka yang setia pada rosario, akan mendapatkan kemuliaan yang luhur di surga
  11. Kamu akan mendapatkan apa yang kamu minta dariku dengan berdoa rosario
  12. Mereka yang menganjurkan berdoa rosario, akan kubantu dalam kesulitan hidupnya
  13. Aku mendapat janji dari Puteraku bahwa para penganjur doa rosario akan mendapatkan perhatian surgawi secara khusus selama hidup dan pada saat kematiannya
  14. Semua yang berdoa rosario adalah Puteraku dan saudara-saudara Puteraku yang tunggal Yesus Kristus
  15. Devosi terhadap rosarioku adalah pertanda yang luhur bahwa yang bersangkutan akan berbahagia bersama Kristus

Yusti H. Wuarmanuk

Dari berbagai sumber

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here